KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI BERBAGAI TIPE HABITAT PERKEBUNAN KAKAO

Jamalia Boinau, Daud Sanda Layuk, Dian Puspaningrum

Abstract

ABSTRAK

Burung merupakan salah satu jenis satwa yang sangat terpengaruh keberadaannya akibat alih guna lahan hutan, terutama pada lahan-lahan monokultur seperti perkebunan kakao. Hilangnya pohon hutan dan tumbuhan semak, hilang pula tempat bersarang, berlindung dan mencari  makan bagi berbagai jenis burung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan jenis burung di berbagai tipe habitat yaitu kakao campuran, kakao tanpa naungan dan kakao tepi hutan. Penelitian ini menggunakan motedo titik hitung (point count). Pengamatan dilakukan pada pukul 06.00-09.00 WITA pagi hari dan 15.00-18.00 WITA pada sore hari. Semua burung yang tertlihat dan terdengar pada radius 200 m dihitung dan dicatat jenisnya. Hasil penelitian ini menunjukan keanekargaman jenis burung  pada seluruh areal masuk dalam kategori sedang yaitu H’= -2,60 dan kelimpahan 100.000 ind per ha dengan jumlah jenis sebanyak 67 dari 33 famili. Tidak ada perbedaan kemelimpahan antar tiga tipe habitat karena kesamaan vegetasi pada seluruh areal yang menjadi sumber pakan bagi beragai jenis burung dan juga jenis burung yang umum ditemukan. Indeks kesamaan jenis secara keseluruhan tidak mencapai 50% yang berarti indeks kesamaan jenis relatif rendah. Tidak ada perbedaan respon terhadap tiga tipe habitat yang berbeda, disebabkan karena tipa tipe habitat yang memiliki stuktur penyusun hutan dan vegetasi yang berbeda-beda.

Kata Kunci: Burung, Habitat, Keanekaragaman.   

ABSTRACK

Bird is one of animals which very influence their existence cause by the use of forest, especially on monoculture land such as cacao garden. Theloss of forest trees, bush, and nesting place, protection and food supply of many types of bird. This research aims at investigating the diversity and abundance bird in many habitat types such as cacao mixture, cacao without shade cacao and forest edge cacao. This research used point count method. The observation was conduct at 06.00-09.00 WITA Morning and 15.00-18.00 in the afternoon. Every bird which seen and heard on radius 200 m is counted and listed in every types. The findings reveals that the diversity of bird on type three is include in Medium category which is H’= -2,60 and abundance 100.000 ind/ha with total of type are 67 from 33 family. there is no difference of abundance between three types of habitat, because the similar vegetation i\on all area which become source of many types aof birds and general bird. index of type similarity  is not reach 50% which means index of relatively low species similarity. There is no difference response toward three types of different types of habitat, caused by types of habitat which has structure different forest compilers.

Keywords: Birds, Habitat, Diversity.

Keywords

Burung, Habitat, Keanekaragaman.

Full Text:

PDF

References

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, 2014. Komunitas Burung Pada Beberapa Habitat Dengan Gangguan Berbeda Di Hutan Lambusango, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara

Ayat 2011. Agroforestri Karet Kawasan Alternatif Pelestarian Jenis-jenis

Ayat, dkk 2015. Keanekaragaman Jenis Burung Pada Berbagai Tipe Habitat Beserta Gangguannya Di Hutan Penelitian Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Jurnal Media Konervasi Vol 20 No. 2 Agustus 2015. Hal 117.

Burung Indonesia 2017. http//www.burung.org/. Diakses 20/07/2019

Burung. Agroforestri simalungun, Sumatra utara. Sumatra. http://lpkmv untar.org/jurnal/index.php/snhp3m/article/download/111/98. [di akses 13/01/18]

Cristopel 2016. Hutan Konservasi. http://www.mongabay.co.id/2016/05/25. [diakses 13/01/2018]

Fidi Mahendra 2009. Sitem Agroforestri Dan Aplikasinya. Hal 8 dan 43. Graha Ilmu

Hamzati 2013. Keanekaragaman burung di beberapa tipe habitat di bentang alam Mbleliling bagian barat flores. Jurnal sains dan seni pomits vol 2 No. 2 2013). Hal 125-126.

Indra A.S.L.P Putri 2015. Pengaruh Kekayaan Jenis Tumbuhan Sumber Pakan Terhadap Keanekaragaman Burung Herbivora Di Taman Nasional Bantingmurung, Sulawesi Selatan. (Jurinal Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon, Vol 1 No. 3 Juni 2015) Hal 613-614.

IUCN 2017. The IUCN Red List Of Threatened Species. http//www.iucnredlist.org. Diakses 20/07/2019

Kurniatun H, Dan Sumeru A, 2013. Agroforestri, Manfaat, Dan Layanan Lingkungan. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

Maszoom 2016. Peran burung dalam ekosistem dan siklus. [diakses 18/01/18]. http://maszoom.blogspot.co.id/2016/05/peran-burung-dalam-ekosistem-dan-siklus.html.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan Dan Satwa

Pudyatmoko 2008. Nilai penting Agroforstri, Hutan Rakyat Dan Lahan Pertanian Dalam Konservasi Keanekaragaman Jenis Burung. Fakultas Kehutanan, Universitas Gadja Mada. (Julnal Ilmu Kehutanan Vol II No. 2 Juli 2008).

Putra 2013. Peran Kegiatan Pengamatan Burung Dalam Pendidikan Lingkungan Hidup Pada Generasi Muda. Fakultas Matematika Dan Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. Hal 3-5.

Saefudin, dkk 2014. Biokonservasi Di Gunung Madu Plantations Lampung Tengah Indonesia.http://repository.lppm.unila.ac.id/1330/1/Full%20Paper%20Oral%20Presentation%20satu.pdf. Hal 1 dan 4. di akses 21/01/2018.

Tri Martial 2014. Agroforestri; Pola Pemanfaatan Tanah Berkelanjutan. Graha Ilmu

Wahyudi, dkk 2013). Panduan Lengkap Kakao. Hal 9 dan 12. Penebar Swadayah.

Website Resmi Desa 2016. Tumpang sari tanaman kako dan nilam. http://makartijaya.desa.id/2016/11/21/131/. [diakses 11/01/18]. Desa Makarti Jaya. Gorontalo.

Yanti A, dkk 2013. Pengembangan Kemitraan Antara Pengusaha dan Petani Kakao Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Petani Kakao Didesa Kalimas Dan Tirto Asr Kec. Taluditi Kab. Pohuwato Provinsi Gorontalo. Prosiding seminar Nasional Agroforestri. Gorontalo. Hal 301.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.