Kualitas Pakan Pelet Ikan Dari Limbah Ternak
DOI:
https://doi.org/10.32662/gfj.v6i1.3316Keywords:
Pakan Ikan, Limbah Ternahk, NutrisiAbstract
Pemenuhan pakan dalam kegiatan budidaya merupakan hal terus mendapat perhatian salah satu cara untuk menekan biaya pakan ikan yaitu dengan cara membuat pakan secara mandiri dengan menggunakan bahan baku lokal yaitu dengan pemanfaatan limbah ternak dan limbah industri sehingga menjadi solusi alternatif untuk mengurangi biaya produksi. Tujuan penelitian ini Memproduksi pakan limbah ternak sebagai bahan alternatif pakan ikan lele dan Mengetahui kualitas pakan ikan leleh berbahan dasar dasar campuran limbah ternak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui salah satu formulasi pakan yang optimum meliputi kandungan nutrisi pakan. Terdapat tiga perlakuan yaitu Pakan Komersil, pakan limbah ternak dan pakan limbah industri. Hasil yang diperoleh secara keseluruhan hampir mendekati nilai yang sesuai SNI, Nilai protein antara pakan limbah dan komersil tidak jauh berbeda 15.50 dan 12.39% sama halnya dengan kandungan lemak antara pakan limbah ternak 6.05 tidak jauh berbeda dengan pakan komersil 7.64%, untuk kandungan air terbaik pada pakan limbah 5.44%, abu terbaik pada perlakuan pakan komersil serta kandungan karbohidrat tertinggi pada pakan industri 51.29%. Sehingga dapat dsimpulkan bahwa pakan limbah ternak memiliki kandungan nutrisi yang tidak jauh berbeda dengan pakan komersil.
References
Amarwati, H., & Subandiyono, P. (2015). Pemanfaatan Tepung Daun Singkong (Manihot utilissima) Yang Difermentasi Dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus). Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 51-59
Darsudi, Ni Putu A.A., & Ni Putu A.K. (2008). Analisis Kandungan Proksimat Bahan Baku dan Pakan Buatan. Scyllapmamosain.
Hadadi, A., Herry, K. T. Wibowo, E. Pramono, A. Surahman, & E. Rifwan. (2009). Aplikasi Pemberian Maggot Sebagai Sumber Protein Dalam Pakan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Sp.) dan Gurame (Osphronemus Gouramy Lac.). Laporan Tinjauan Hasil Tahun 2008. Balai Pusat Budidaya Air Tawar Sukabumi. hlm 175- 181.
Hastuti, S., & Subandiyono. (2014). Performa Produksi Lele Dumbo (Clarias Geriepinus, Burch) Yang Dipelihara Dengan Teknologi Biofloc. Jurnal Saintek Perikanan Vol. 10 No. 1: 37-42, Agustus 2014. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponogoro. Semarang. Lokal. Kanisius. Yogyakarta.
Irfak, K. (2013). Desain Optimal Pengolahan Sludge Padat Biogas Sebagai Bahan Baku Pakan Ikan Lele. Di Magetan, Jawa Timur. Skripsi. Fakultas Pertanian UB. Malang.
Mudjiman. A., 2004. Makanan Ikan. Penerbit Swadaya, Jakarta.
Rohmad Z., Bambang S., &Alexander T. S. H. (2014). Kualitas Pakan Ikan Berbentuk Pelet Dari Limbah Pertanian. Jurnal Sumberdaya Alam & Lingkungan.
Rasyaf, M. (1992). Pengelolaan Peternakan Unggas Pedaging. Kanisius.Yogyakarta.
Setyono, B. (2012). Pembuatan Pakan Buatan. Unit Pengelola Air Tawar. Kepanjen. Malang.
Sitepu, M. A, Tamrin, Winda R., & Sapto K. (2022). Mempelajari Karakteristik Pengeringan Lapis Tipis Jeroan Ayam. Jurnal Agricultural Biosystem Engineering. Vol 1 No 3
Suarez, M.D., A Sanz, J. Bazoco, & M.G. Gallego. (2002). Metabolic Effects of Changes in the Dietary Protein: Carbohydrate Ratio in Eel (Angilla anguilla) and Trout (Oncorhynchus mykiss). Aquaculture International. 10(3): 143–156.
Witjaksono. (2009). Kinerja Produksi Pendederan Lele Sangkuriang Clarias sp. Melalui Penerapan Teknologi Ketinggian Media Air 15 Cm, 20 Cm, 25 Cm, dan 30 Cm. Institut Pertanian Bogor.