Pemanfaatan Limbah Pelelangan Ikan Jembatan Puri Kota Sorong Sebagai Bahan Baku Pangan Ikan

Authors

  • Ahmad Fahrizal Universitas Muhammadiyah Sorong
  • Ratna Ratna Universitas Muhammadiyah Sorong

DOI:

https://doi.org/10.32662/gfj.v6i1.3317

Keywords:

Limbah Ikan, Tepung Ikan, TPI, Jembatan Puri Kota Sorong

Abstract

Kegiatan pelelangan ikan di TPI Jembatan Puri berlangsung setiap hari demikian juga dengan limbah hasil pelelangan ikan sebagai hasil sampingan terbuang ke daerah sekitar TPI. Penelitian ini diharapkan dapat menekan beban lingkungan yang disebabkan oleh limbah yang berasal dari TPI Jembatan Puri, Kota Sorong dengan tujuan untuk mengidentifikasi limbah yang dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan tepung ikan dan pellet ikan yang bersumber dari limbah TPI. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen meliputi pembuatan tepung ikan dan pembuatan pellet berbahan limbah ikan dari TPI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung berbahan limbah ikan berdasarkan jenis ikan diperoleh kandungan yang berbeda. Pada tepung berbahan limbah ikan tuna (A) diperoleh rata-rata protein 40,69%, ikan cakalang (B) 62,60, ikan teri (C) 47,43%, dan ikan sarden (D) 58,69%. Berdasarkan standar Nasional Indonesia (SNI) kadar air terbaik terdapat pada perlakuan C dengan kandungan rata-rata sebesar 4,57%, selanjutnya berturut-turut perlakuan B, Perlakuan D, dan Perlakuan A. Untuk kadar protein dengan kategori mutu I yaitu 65% terdapat pada perlakuan B dengan nilai rata-rata 62,60%, kemudian berturut perlakuan D yaitu rerata 58,70%, perlakuan C rerata 47,34%, dan terakhir pada perlakuan A yaitu rerata 40,69%. Kadar abu dengan nilai 20% untuk mutu I di jumpai pada perlakuan B yaitu 9,96% dan Perlakuan D sebesar 12,64%, lalu perlakuan C yaitu 47,34%, dan perlakuan A yaitu 38,59%. Kadar lemak adalah 8% diperoleh perlakuan terbaik pada perlakuan C, kemudian Perlakuan A. Sedangkan untuk kadar karbohidrat dengan mutu I yaitu 1,5%. Perlakuan yang mendekati adalah perlakuan A. Untuk pellet berbahan limbah ikan, nilai kandungan pada perlakuan A didapatkan rata-rata protein 21,66%, perlakuan B yaitu 31,66%. Perlakuan C yaitu 25,06%. Serta perlakuan D yaitu 29,87%. Dari hasil penelitian tepung berbahan limbah ikan berdasarkan jenis ikan tuna, ikan cakalang, ikan teri dan ikan sarden layak untuk digunakan sebagai bahan baku pakan pellet ikan.

References

Afrianto. E., & E. Liviawaty., (2005). Pakan Ikan. Pembuatan, Penyimpanan. Pengujian. Pengembangan. Penerbit Kanisius. 148 halaman.

Amanta. R., S. Usman., & M. R. K. Lubis., (2014). Pengaruh Kombinasi Pakan Alami Dengan Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) The Influence of Combination Natural Feed with Artificial Feed for Growth the African Catfish (Clarias gariepinus). 1 Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, (Email: [email protected]) 2 Staf Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Dikutip dari http://download.portalgaruda.org/article.php? Article = 334704 & val = 4129&title=pengaruh%20kombinasi%20pakan%20alami%20dengan%20pakan%20buatan%20terhadap%20pertumbuhan%20benih%20ikan%20lele%20dumbo%20. Pada tanggal 06/09/2018; pukul 12:46 WIT. 12 halaman.

Basmal. J., Suprapto. R. H., & Murtiningrum. (2000). Penelitian ekstraksi kalsium dari tulang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis L). Jurnal Penelitian Perikanan. No. 6 Vol. (1): 45-53.

Baye, A., F. N. Sompie., B. Bagau., & M. Regar., (2015). Penggunaan Tepung Limbah Pengalengan Ikan Dalam Ransum Terhadap Performa Broiler. Fakultas Peternakan. Universitas Sam Ratulangi. Jurnal Zootek (“Zootek†Journal) Vol. 35 No. 1, Januari 2015. ISSN 0852 -2626; halaman 96-105.

Boniran, S., (1999). Quality Control Untuk Bahan Baku dan produk Akhir Pakan Ternak. Kumpulan Makalah Feed Quality Management Workshop American Soybean Association dan Balai Penelitian Ternak. Hlm 2-7.

Cucikodana. Y., A. Supriadi., & B. Purwanto., (2012). Pengaruh Perbedaan Suhu Perebusan dan Konsentrasi Kualitas Bubuk Tulang Ikan Gabus (Channa striana). Fushtech. Website: //http/thi.fp.unsri.ac.id. Volulme I, Nomor 01, November 2012. Program Studi Teknologi Hasil perikanan. Universitas Sriwijaya. 91-101 pp.

Departemen Kelautan dan Perikanan, (2000). Laporan perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Jakarta.

Departemen Perikanan dan Kelautan, (2011). Laporan perikanan. Departemen Perikanan dan Kelautan Kota Sorong. Sorong.

Dewi. S.N., & S. Ruqoyah. (2014). Cara Perikanan Nusantara Bangun Kembali Usaha Di Sorong, Papua. Berita Bisnis. http://m.viva.co.id/berita/bisnis/534763-cara-perikanan-nusantara-bangun-kembali-usaha-di-sorong -papua. Dikutip pada 24 April 2017, pada pukul 12:10 WIT.

DJPB, KKP. (2016). http://www.djpb.kkp.go.id/index.php/mobile/arsip/c/493/kkp-dorong-alih-profesi-penangkap-benih-lobster-ke-usaha-budidaya-ikan/?category_id=8. Dikutip pada 24 April 2017, pukul 13:40 wit.

Dyah P. S., (2005). Analisis Efisiensi TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Kelas 1, 2 dan 3 di Jawa Tengah Dan Pengembangannya Untuk Peningkatan Kesejahteraan Nelayan. Tesis. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan. Guna Mencapai Derajat Magister (S-2). Program Studi Magister Manajemen Sumberdaya Pantai. Program pascasarjana. Universitas diponegoro. Semarang. 82 hal.

Effendi. I., (2012). Budidaya Perikanan. Buku Materi Pokok, MMPI5201/3SKS/Modul 1-9. Edisi 1. Penerbit Universitas Terbuka. 9.49 hal.

Fahrizal. A., (2011). Pemanfaatan Bungkil Kopra Sebagai Pakan Subtitusi Pada Pembesaran Ikan Bandeng (Chanos-chanos) Di Keramba Jaring Apung. Skripsi. Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Muslim Indonesia. 36 halaman.

Fardiaz. S., (1992). Polusi Air dan Udara. Penerbit Kanisius. 193 halaman.

Irianto. H. E., & Soesilo. I., (2007). Dukungan Teknologi Penyediaan Produk Perikanan. Badan Riset dan Kelautan dan Perikanan. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia. 2007 di Auditorium II Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor, 21 Nopember. 2007. 20 hal.

Leke. J. R., dan O. Sjofjan, (2012). Nilai Kecernaan Zat-Zat Gizi Limbah Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L.) Pada Ayam Kampung (Nutrients Digestibility of Waste Cakalang (Katsuwonus pelamis L) on Native Chicken). Workshop Nasional Unggas Lokal 2012. Halaman 129-134.

Maryana, (1990). Penambahan Tepung Ikan Teri (Stolephorus heterolobus) Tepung Kacang Tunggak (Vigna unguiculata (L) Walp.) Dan Campuran Keduanya Pada Pengolahan Tepung Ubi Kayu (Manihot utilisima Pohl). Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. 109 halaman.

Munthe. I., M. Isa., Winaruddin., Sulasmi., Herrialfian., dan Rusli., (2016). Analisis Kadar Protein Ikan Depik (Rasbora tawarensis) Di Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Protein Content Analysis of Depik (Rasbora tawarensis) In Laut Tawar Lake Aceh Tengah. Jurnal Medika Veterinaria. ISSN : 0853-1943. Halaman 67 – 69.

Nabil. M., (2005). Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Tuna (Thunnus sp.) Sebagai Sumber Kalsium Dengan Metode Hidrolisis Protein. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. 96 hal.

Nontji. A., (2007). Laut Nusantara. Edisi 2007. Revisi. Penerbit Djambatan. 372 hal.

Nurlalili., R. Muhartono., & Y. Hikmawati., (2016). Dampak Kebijakan Moratorium terhadap sector usaha perikanan tangkap di Kota Bitung. Policy impact moratorium on business fisheries sector in Bitung. Pusat penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Jurnal Kebijakan Sosek KP Vol 6 No. 2 Desember 2016. 145-152 hal.

Putra. Y. H., K. Sayuti, & R. Yenrina, (2012). Pengaruh Pencampuran Fillet dan Tulang Tuna Terhadap Karakteristik Nuget Yang Dihasilkan. (The Influence of Mixing Fillet and Tuna Bones Toward the Characteristics of Nugget Produced). Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, Kampus Limau Manis-Padang. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian, Kampus Limau Manis-Padang, Corresponding author; e-mail : [email protected]. 8 hal.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 56 Tahun 2014. Penghentian Sementara (Moratorium) Perizinan Usaha Perikanan Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. 3 hlm.

Puji., A., N. M. Ashuri., A. R. Febiyani., D. Hidayati., N. N. Sa’adah., F. K. Muzaki., I. Desmawati., & E. Setiawan., (2017). Bioprospek Limbah Tangkapan Ikan Menjadi Pelet Dalam Usaha Peningkatan Kesejahteraan Pada Kelompok Petani Tambak Truno Djoyo Di Wonorejo, Surabaya. https://www.researchgate.net/publication/314282298. Research Gate. Conference Paper – September 2016. 10 halaman.

Sitompul. S., (2004). Analisis Asam Amino dalam Tepung Ikan dan Bungkil Kopra. Buletin Teknik Pertanian Vol. 9. Nomor 1. 2004. 33-37 hal.

SNI 01-2715-1996/Rev.92. Tepung Ikan/Bahan Baku Pakan. Dewan Standardisasi Nasional. 7 halaman.

Suruwaky. A. M., dan E. Gunaisah., (2013). Identifikasi Tingkat Eskploitasi Sumber Daya Ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) Ditinjau Dari Hubungan Panjang Berat. Jurnal Akuatika. Vol. IV No. 2/September 2013. ISSN 0853-2523. 131-140 hal.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 21 hlm.

Yusida. A., Rahmawati., T. N. Utami., & R. Fachrozan., (2013). Formulasi dan Fortifikasi Ikan Cakalang (Katsuwonus sp.) Pada Bubur Instan Sebagai Pangan Fungsional Tinggi Protein Dan Karbohidrat Dalam Penanggulangan Kasus Gizi Buruk Di Indonesia. Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Email: [email protected]) [email protected]) [email protected] 1). Dikutip dari http://artikel.dikti.go.id/index.php/PKM-P/article/viewFile/452/452. Pada tanggal 03/09/2018, pukul 17:11 WIT. 1-5 halaman.

W. Trilaksani., E. Salamah., & M. Nabil., (2006). Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Tuna (Thunnus sp.) Sebagai Sumber Kalsium Dengan Metode Hidrolisis Protein. Buletin Teknologi Hasil Perikanan. Vol IX Nomor 2 Tahun 2006. Halaman 34 – 45.

Downloads

Published

2024-01-01