Analisis Pendapatan Nelayan Gill Net dan Pukat Pantai di Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow

Authors

  • Fajri Korompot Universitas Gorontalo
  • Nurul Auliyah Universitas Gorontalo
  • Meriyanti Ngabito Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.32662/gfj.v6i2.3344

Keywords:

Gill Net, Pukat Pantai, Pendapatan Nelayan, Keuntungan Nelayan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, membandingkan dan menganalisis pendapatan nelayan berdasarkan alat tangkap yang digunakan seperti jaring insang dan pukat pantai di Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Parameter yang diukur adalah Total Biaya, Total Pendapatan, Provit, BEP (Break Event Point), R/C Ratio (Return Cost Ratio), dan PBP (Payback Period). Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik wawancara (kuesioner). Sampel ditentukan berdasarkan jumlah nelayan yang menggunakan alat tangkap Gillnet dan Pukat Pantai di Kecamatan Kaidipang. Sampel yang digunakan berjumlah 13 responden yang terdiri dari 9 orang nelayan Gillnet, 2 orang nelayan Pukat Pantai, 1 orang Nelayan Pukat Insang serta Nelayan Pukat Pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan yang diperoleh nelayan Gillnet adalah Rp. 15.524.233 dan keuntungan yang diperoleh nelayan pukat pantai sebesar Rp. 9.847.667. Secara finansial baik nelayan jaring insang maupun nelayan pukat pantai sangat diuntungkan dimana R/C kurang dari 1, yaitu 0,88 untuk nelayan jaring insang dan 0,58 untuk nelayan pukat pantai. Namun nelayan jaring insang lebih diuntungkan dibandingkan nelayan pukat pantai. Uji-t Sampel Berpasangan menunjukkan nilai yang sama yaitu 0,085. Payback period bagi nelayan jaring insang sebesar 1,02 yang berarti modal akan kembali dalam waktu 1 tahun 2 hari. Sedangkan payback period nelayan pukat pantai adalah 1,58 yang berarti modal akan kembali dalam waktu 1 tahun 5 bulan 8 hari.

References

Abdul, R. (2011). Analisis Pendapatan Usaha Tangkap Nelayan dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya di Wilayah Pesisir Pantai Sulawesi Selatan. Jurnal Sosek KP, Vol. 6, No. 2, (2011): 235-247.

Ahsan, M. (2011). Analisis Hasil Tangkapan Sampingan (By-Catch) Dalam Perikanan Pukat Pantai Jenis Krakat di Teluk Kota Palu Sulawesi Tengah. Jurnal Kiat Universitas Alkhairat, Vol. 1, No. 1, (2011): 6-16.

Aqilah, Z. (2011). Wilayah Pesisir dan Ekosistem Mangrove. http:// zalfaaqilah. wordpress.com/wilayahpesisirdanekosistemmangrove. Diakses 23 Mei 2018.

Atmaja, E. (2010). Wilayah Pesisir (Coastal Zone). http://sastrakelabu. wordpress.com/wilayahpesisircoastalzone. Diakses 15 April 2018.

Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. (2018). Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dalam Angka, 2018. BPKD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Baridwan, (2001). Intermediate Accounting Edisi VII. Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta

Basriyanto, Irwandy, S. & Nofrizal. (2013). Studi Pengawetan Pukat Pantai Dengan Menggunakan Serat Kayu Salam (Syzygium polyanthum) di Kelurahan Bungus Selatan Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Perikanan Universitas Riau.

Bengen, D.G. (2002). Ekosistem dan sumberdaya alam pesisir dan laut serta prinsip pengelolaannya. Sinopsis. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. IPB

Pratama, D. S., Gumilang, I., Maulina, I. (2019). Analisis Pendapatan Nelayan Tradisional Pancing Ulur di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Jurnal Kelautan dan Perikanan, Vol. 3, No. 3, (2019): 107-116.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. (2013). Profil Perikanan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 2013, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bolaang Mongondow. (2007). Data Potensi dan statistik kelautan dan perikanan Kabupaten Bolaang Mongondow.

Djasmani, S.S., & Djumanto. (2014). Komposisi Ikan Hasil Tangkapan Jaring Insang Pada Berbagai Shortening di Waduk Sermo. Jurnal Perikanan Jurusan Perikanan Universitas Gajah Mada, Vol 16, No 1, (2014): 35-42.

Fiqrin, (2009). Pukat Pantai. Diambil dari: https://fiqrin.wordpress.com/pukat-pantai/ (20 Desember 2018).

Fowler, M.S. (2009). Pengetahuan Teoritis dengan Metode Khusus. Jakarta: Bumi Aksara.

Fredy, A. (2017). Analisis Pendapatan Penggunaan Beberapa Alat Tangkap Pada Pengelolaan Sumberdaya Ikan Secara Berkelanjutan di Provinsi Lampung. Skripsi. Universitas Lampung Bandar Lampung.

Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hakim, Riza Rahman. (2010). Gillnet (Jaring Insang). Diunduh dari: http://rizarahman.staff.umm.ac.id/files/2010/01/M_7_Gill-Net_2011.pdf (10 November 2018).

Hendrik. (2012). Analisis Usaha Alat Tangkap Gillnet di Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara. Jurnal Perikanan dan Kelautan, Vol. 17, No. 2, (2012): 28-35.

Heron. S, F. Agustriani, & Isnaini. (2015). Analisis Finansial Unit Penangkapan Jaring Insang Hanyut Di Desa Sungai Lumpur Kabupaten Oki Provinsi Sumatera Selatan. Maspari Journal 7(1): 29 –34.

Himawan, A.S. (2005). Analisis Efisiensi Alat Tangkap Perikanan Gillnet dan Cantrang. Skripsi. Universitas Diponegoro, Semarang.

Ikatan Akuntansi Indonesia. (2012). Standar Akuntansi Keuangan. PSAK. No.23: Pendapatan. Jakarta: Salemba Empat.

Ikram, Z. (2016). Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Nila (oreochomis niloticus) Dalam Keramba Jaring Apung di Danau Limboto Kawasan Kota Gorontalo. Skripsi. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Negeri Gorontalo

Kecamatan Kaidipang. Profil Kecamatan Kaidipang 2018.

Kusnadi. (2002). Konflik Sosial Nelayan, Kemiskinan dan Perebutan Sumberdaya Perikanan. LKIS, Yogyakarta.

Martasuganda, S. (2002). Jaring Insang (Gillnet): Serial Teknologi Penangkapan Ikan Berwawasan Lingkungan. Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Mulyatno, I. P., S. Jatmiko & F. Susilo. (2012). Analisis Investasi Kapal Ikan Tradisional Purseiner 30 GT. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan. 9(2): 58-67

Najamuddin, Y. (2010). Rancangan Bangun Pukat Pantai di Perairan Barombong Kota Makassar. Skripsi. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Pemerintah Indonesia. (2007). Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 Yang Mengatur Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau – Pulau Kecil. Lembaran Negara RI Tahun 2007, No. 4739. Sekretariat Negara. Jakarta.

Rustandar R. (2005). Analisis Efisiensi Teknik Unit Penangkapan Gillnet di Muara Angke Jakarta. Skripsi. Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Santoso, I. (2009). Akuntansi Keuangan Menegah: (Intermediate Accounting) Jilid Dua. Bandung, PT. Refika Aditam.

Sastrawidjaya. (2002). Nelayan Nusantara. Jakarta: Pusat Riset Pengolahan Produk Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan.

Siskawati, D., Rizal, A. & Prihadi, D.J. (2016). Analisis Pendapatan Nelayan Jaring Insang Tetap dan Bubu di Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung. Jurnal Perikanan Kelautan, Vol. 7, No.2, (2016): 9-13.

Soeboer. D. A., B. H. Iskandar., M. Imron., & W. J. Ardiyani. (2018). Aspek Teknis dan Pemanfaatan Kapal Inka Mina di PPP Tegalsari, Tegal dan PPS Cilacap, Jawa Tengah. Albacore. Vol.2 No 3: 357 –368.

Stice, James D, Earl K. Stice, K. Fred Skousen. (2009). Akuntansi Keuangan. Edisi Ke Enam Belas. Diterjemahkan oleh Ali Akbar. Jakarta: Salemba Empat.

Wijayanti, L. & Ihsannudin. (2013). Strategi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Nelayan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan. Agriekonomika, Vol. 2, No. 2, (2013): 139-152.

Downloads

Published

2024-01-19