Produktivitas dan Komposisi Hasil Tangkapan Armada Penangkapan Rawai Tuna di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhan Ratu, Sukabumi, Indonesia

Authors

  • Shafira Bilqis Annida Universitas Padjajaran
  • Faqih Baihaqi Universitas Padjajaran
  • Fahd Sjarifain Yanuar Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.32662/gfj.v6i2.3347

Keywords:

Komposisi hasil tangkapan, pengelolaan perikanan, produktivitas, rawai tuna.

Abstract

Rawai tuna merupakan salah satu armada perikanan tangkap yang paling banyak dioperasikan secara umum dalam menangkap berbagai jenis ikan tuna dan ikan-ikan pelagis besar lainnya. Rawai tuna dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dan dapat ditemui di berbagai pelabuhan perikanan seperti Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu, Sukabumi, Indonesia. Pada penelitian ini, kami mencoba mengkaji produktivitas perikanan tangkap armada rawai tuna yang dihitung berdasarkan jumlah tangkapan yang didaratkan pada setiap trip penangkapan. Data hasil tangkapan dan jumlah trip penangkapan selama 10 tahun dikumpulkan sejak 2013 hingga 2022. Kami menemukan bahwa nilai produktivitas hasil tangkapan armada rawai tuna mengalami fluktuasi pada 10 tahun terakhir dengan terendah di tahun 2018 (7,02 ton/trip) dan trend meningkat hingga di tahun 2022 (28,78 ton/trip). Hasil tangkapan armada tuna longline terdiri atas hasil tangkapan utama (64,9%) dan hasil tangkapan lain (35,1%). Target tangkapan utama armada tuna longline terdiri atas tuna albakora (Thunnus alalunga), tuna mata besar (T. obesus), tuna sirip kuning (T. albacares), dan cakalang (Katsuwonus pelamis). Sementara itu, terdapat lebih dari 16 spesies ikan hasil tangkapan lain yang tertangkap dan memiliki nilai ekonomis seperti ikan layaran (Istiophorus platypterus), lemadang (Coryphaena hippurus), pedang-pedang (Xiphias gladius), setuhuk loreng (Kajikia audax), tenggiri (Scomberomorus commerson), dan berbagai jenis tangkapan lainnya.

References

Aimon H, Adri MR, Elida. (2018). The model of productivity and efficiency on fish catching results in coastal fishermen city of Padang. Advances in Economics, Business and Management Research. 57: 402-409.

Amirullah RP, Pramonowibowo, Bambang AR. (2014). Perbedaan ukuran mata pancing alat tangkap rawai terhadap hasil tangkapan yang di tangkap di Perairan Srau Kabupaten Pacitan. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology. 3(2): 29-36

Anugerah Y. (2016). Pengembangan kompetensi nelayan pada armada rawai tuna di PPN Palabuhanratu, Jawa Barat. Tesis Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.

Aprillia RM, Musiani M, Chaliluddin, Djamani R, Muhammad. (2022). Identifikasi alat penangkapan ikan ramah lingkungan berbasis code of conduct for responsible fisheries di Aceh Barat Daya. Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia. 2(3): 162-170.

Astuti SP, Ghofar A, Saputra SW, Nugraha B. (2016). Jenis dan distribusi ukuran ikan hasil tangkap sampingan (by cacth) rawai tuna yang didaratkan di Pelabuhan Benoa Bali. Diponogoro Journal of Maquares. 5(4): 453-460.

Barata A, Bahtiar A, Hartaty H. Pengaruh perbedaan umpan dan waktu setting rawai tuna terhadap hasil tangkapan tuna di Samudera Hindia. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 17(2): 133-138.

Baskoro MS, Nugraha B, Wiryawan B. (2014). Komposisi hasil tangkapan dan laju pancing rawai tuna yang berbasis di Pelabuhan Benoa. Simposium Nasional Pengelolaan Perikanan Tuna Berkelanjutan. 6: 1126-1132.

Caesari TP, Helminuddin, Syafril M. (2023). Analisis kelayakan finansial usaha perikanan tuna (thunnus spp) di kelurahan berbas pantai Kecamatan Bontang Selatan Kota Bontang. Journal Perikanan. 13(2): 376-386.

Dinas Kelautan dan Perikanan Indonesia [DKP]. (2019). Statistik Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. DKP-RI.

Imron M. (2016). Penerapan program minapolitan perikanan tangkap dalam memberdayakan nelayan kecil di Kabupaten Sukabumi. Jurnal Masyarakat dan Budaya. 18(2): 249-262

Imron M, Yusfiandayani R, Baskoro MS. (2019). Produksi dan produktivitas tuna oleh kapal tuna longline yang berbasis di PPN Palabuhanratu. Jurnal Teknologi Perikanan dan kelautan. 10(2): 173-181.

Fauzan IR, Ediyanto, Telussa R. (2023). Keberlanjutan pengelolaan perikanan semar (Mene maculata) di PPN Palabuhanratu ditinjau dari aspek sumber daya Ikan. Jurnal Ilmiah Satya Minabahari. 8(2): 78-90.

Food and Agriculture Organization [FAO]. (2020). Transshipment: Summary of the findings of the in depth study. Roma (IT): FAO.

Food and Agriculture Organization [FAO]. (2021). Brief Review of The Basic Concepts of Fishery Management. Roma (IT): FAO.

Food and Agriculture Organization [FAO]. (2022). Management of Multispecies Resources and Multi-gear of Fisheries Capture (IT): FAO.

Jeujanan. (2008). Efektifitas pemanfaatan rumpon dalam operasi penangkapan ikan di perairan Maluku Tenggara. Tesis, Institut Pertanian Bogor.

Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia [KKP]. (2020). Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 58/PERMEN-KP/2020 Tahun 2020 tentang Usaha Perikanan Tangkap.

Kementrian Kelautan dan Perikanan [KKP]. (2022). Buku Laporan Tahunan Statistik Perikanan Tangkap Tahun 2013-2022. PPN Palabuhanratu, Sukabumi.

Metri CB, Perez JAA. (2014). A LPUE (Landing per Unit Effort) analysis of the trawl fishery for the coastal shrimps Artemesia longinaris and Pleoticus muelleri off Souther Brazil. Brazilian Journal Oceanography. 62(4): 235–245.

Nelwan AFP, Sudirman, Zainuddin M, Kurnia M. Produktivitas penangkapan ikan pelagis besar menggunakan pancing ulur yang berpangkalan di Kabupaten Majene. Marine Fisheries. 6(2): 129-142.

Novianto D, Nugraha B. (2014). Komposisi hasil tangkapan sampingan dan ikan target perikanan rawai tuna bagian timur Samudera Hindia. Marine Fisheries. 5(2): 120-127

Purnama RH. Diniah, Wahju RI. (2016). Estimasi kegiatan alih muat pada kapal rawai tuna berdasarkan data VMS dan komposisi hasil tangkapan. Marine Fisheries. 7(2): 179-189.

Rais AH dan Wulandari TNM. (2020). Production and maximum sustainable yield of fisheries activity in Hulu Sungai Utara Regency. E3S Web of Conference. 147: 02008.

Saputra SW, Solichin A, Wijayanto D, Kurohman F. (2011). Produktivitas dan kelayakan usaha tuna lingliner di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Jurnal Saintek Perikanan. 6(2): 84-91.

Sholikah EK, Ghofar A, Saputra SW, Nugraha B. (2016). Pertumbuhan dan Mortalitas Ikan Tuna Mata Besar (Thunnus obesus) di Samudera Hindia yang Didaratkan di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali. DIPONEGORO JOURNAL OF MAQUARES. 5(4): 371-380.

Sugama K. (2008). Perikanan Tuna, Penangkapan, dan Budidaya. Jakarta (ID): Direktorat Perikanan Tangkap Departeme Kelautan dan Perikanan Indonesia.

Syah AF, Gaol JL, Zainuddin M, Apriliya NR, Berlianty D, Mahabror D. (2020). Detection of potential shing zones of Bigeye tuna (Tunnus obesus) at profundity of 155 m in the Eastern Indian Ocean. Indonesian Journal of Geography. 52(1): 29-35.

Triharyuni S, Nugraha B, Chodriyah U. 2013. Pengaruh lama setting dan jumlah pancing terhadap hasil tangkapan rawai tuna di Laut Banda. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 19(2): 81-88.

Yudiarosa I. (2009). Analisis ekspor ikan tuna di Indonesia. WACANA. 12(1): 116-134

Downloads

Published

2023-10-05