KONDISI FASILITAS PELABUHAN DAN PRODUKSI PERIKANAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) ERETAN
DOI:
https://doi.org/10.32662/gfj.v7i1.3772Keywords:
Kata kunci, fasilitas, pelabuhan perikanan, PPP Eretan, produksiAbstract
Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Eretan merupakan salah satu pelabuhan di Kabupaten Indramayu yang memiliki peranan penting dalam pengembangan perekonomian di Kabupaten Indramayu. Namun, produksi perikanan di PPP Eretan mengalami penurunan pada tahun 2018-2022 (DKP 2023). Kondisi fasilitas di PPP Eretan penting untuk dipahami dalam rangka menjaga keberlanjutan produksi perikanan. Kondisi fasilitas pelabuhan, seperti dermaga, gudang penyimpanan, fasilitas penanganan ikan, serta infrastruktur pendukung lainnya, dapat memainkan peran penting dalam kegiatan produksi perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fasilitas pelabuhan terhadap produksi perikanan. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan metode komparatif untuk menganalisis data dengan membandingkan kelengkapan fasilitas dan tingkat operasional pelabuhan perikanan terhadap ketentuan yang berlaku. Kondisi fasilitas di PPP Eretan menunjukkan bahwa fasilitas pelabuhan memenuhi persyaratan. Namun, beberapa fasilitas fungsional dan penunjang memerlukan sedikit perbaikan. Penurunan produksi disebabkan karena berkurangnya frekuensi pembongkaran ikan di PPP Eretan, maraknya pemakaian alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, dan pengiriman komoditas serta jumlah hari kerja nelayan akibat pandemi Covid-19.
References
Aini, N., & Wardani, A. K. (2021). Pelabuhan Raha Kabupaten Muna: 1986-2019. Journal Idea of History, 4(2), 49-55.
Fazri, K., & Solihin, I. (2021). Fasilitas dan Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan di Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh. ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut, 5(1), 007-016.
[KKP] Kementerian Kelautan Perikanan. 2012. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kepelabuhan Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Jakarta.
Lubis E. (2011). Kajian Peran Strategis Pelabuhan Perikanan terhadap Pengembangan Perikanan Laut. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan. 5(2): 1-7.
Mardhia, D., Kautsari, N., Syaputra, L. I., Ramdhani, W., & Rasiardhi, C. O. (2020). Penerapan Protokol Kesehatan dan Dampak Covid-19 terhadap Harga Komoditas Perikanan dan Aktivitas Penangkapan. Indonesian Journal of Applied Science and Technology, 1(2), 80-87.
Nurhayatin OT, Muzakkir AK, & Wibowo BA. (2016). Analisis Tingkat Kepuasan Nelayan terhadap Pelayanan Penyediaan Kebutuhan Melaut di PPN Prigi Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology. 5(1): 19-27.
Rofiqo, I. S., Kurniawati, N., & Dewanti, L. P. (2019). Tingkat Keramahan Lingkungan Alat Tangkap Jaring Insang (Gillnet) terhadap Hasil Tangkapan Ikan Tongkol (Ethynnuss sp) di Perairan Pekalongan. Jurnal Perikanan Kelautan, 10(1).
Sari, Z. (2020). Identifikasi Peran dan Strategi Pelabuhan Bebas Sabang. Rekayasa Hijau: Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan. 4(3): 167-178.
Suherman, A. (2011). Formulasi Strategi Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan Jembrana. Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management. 2(1): 87-99.
Suherman, A., Prihantoko, K. E., & Hernuryadin, Y. (2022). Dampak Pandemi Covid-19 pada Rantai Pasok Usaha Perikanan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Jakarta. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 8(2), 141-150.
Soumokil, R. P. (2020). Identifikasi Fasilitas Pokok dan Fasilitas Fungsional dalam Rangka Peningkatan Produksi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon. Jurnal Masohi, 1(1), 8-17.
Tehupuring, G. P., Retraubun, N., & Telussa, M. F. (2019). Analisis Efektifitas Kinerja Dermaga Haria Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Manumata. 5(2): 37-46.