STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA ILANGATA KECAMATAN ANGGREK KABUPATEN GORONTALO UTARA

Authors

  • Mohammad Aldi Djafar Universitas Gorontalo
  • Meriyanti Ngabito Universitas Gorontalo
  • Muhammad Yasin Omsini Putra Olii Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.32662/gfj.v7i2.3797

Keywords:

Hutan Mangrove, Struktur Komunitas Mangrove

Abstract

Mangrove adalah ekosistem pesisir di daerah tropis dan subtropis yang terdiri dari pohon dan semak yang tumbuh di daerah berlumpur dan salin. Mangrove memiliki akar khusus yang membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan berair asin, serta berfungsi sebagai pelindung pantai dan habitat penting bagi berbagai spesies. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode survei, yang melibatkan pengumpulan data langsung di lapangan untuk mengamati dan mencatat karakteristik dan kondisi ekosistem mangrove. Metode penelitian ini dilakukan melalui 2 tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pengumpulan data. Pada tahap persiapan dilakukan observasi langsung dilapangan dengan tujuan mengidentifikasi permasalahan sebagai dasar perumusan kerangka penelitian. Pengumpulan data primer dilakukan di lokasi penelitian hutan mangrove. Hasil penelitian pada Struktur Komunitas Mangrove  di desa Ilangata kecamatan Anggrek, kabupaten Gorontalo Utara dalam vegetasi tingkat pohon yang lebih mendominasi adalah jenis yang terpenting adalah spesies Xylocarpus Granatum Indeks Nilai Penting mencapai 105,79%. Pada kategori pancang, spesies yang tetap menjadi Jenis yang paling mendominasi adalah Xylocarpus Granatum, dengan Indeks Nilai Penting mencapai 175,33%. Di tingkat semai, Xylocarpus Granatum kembali menonjol sebagai jenis yang paling mendominasi, Indeks Nilai Penting mencapai 189,09%. Tingkat keanekaragaman jenis mangrove di Desa Ilangata tercatat dengan nilai H = -1,52406, menunjukkan tingkat keanekaragaman spesies mangrove yang relatif rendah.

References

Gunarto. 2004. Konservasi Mangrove Sebagai Pendukung Sumber Hayati Perikanan Pantai. Jurnal Litbang Pertanian.

Kusmana dkk, 2008. Manual Silvikultur Mangrove di Indonesia. Dirjen Rehabilitasi lahan dan perhutanan sosial, Departemen Kehutanan, Jakarta, 11 Indonesia

Kusmana, C. 2005. Rencana Rehabilitasi Hutan Mangrove dan Hutan Pantai Pasca Tsunami di NAD dan Nias. Makalah dalam Lokakarya Hutan Mangrove Pasca Tsunami, April 2005. Medan.

Kusmana, C, S, Takeda and H, Watanabe., 1994. Litter Production of Mangrove Forest in East Sumatra, Indonesia. Prosidings Seminar V: Ekosistem.

Nursal, Fauziah Y., dan Ismiati. 2005. Struktur Dan Komposisi Vegetasi Mangrove Tanjung Sekodi Kabupaten Bengkalis Riau. Jurnal Biogenesis Vol. 2(1): 1-7 ISSN: 1829-5460.

Noor, Y.R, Khazali, M, dan Suryadiputra, IN. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Wetlands International. Bogor.

Noor, Y.R., M. Khazali, dan I.N.N. Suryadiputra. 1999. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Bogor: Wetlands International Indonesia Programme. Bogor.

Santoso, N. 2000. Pola Pengawasan Ekosistem Mangrove. Jakarta: Makalah disampaikan pada Lokakarya Nasional Pengembangan Sistem Pengawasan Ekosistem Laut Tahun 2000.

SusiloMartoyo 2000, Manajemen Sumber Daya Manusia ( edisi 4 ), dicetak dan diterbitkan BPFE Yogjakarta.

Soerianegara, I. dan A. Indrawan, 1985. Ekologi Hutan Indonesia. Jurusan Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Baderan D.W. K., 2013. Model Valuasi Ekonomi sebagai Dasar untuk Rehabilitasi Kerusakan Hutan Mangrove di Wilayah Pesisir Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo. [Disertasi (Ringkasan)] Program Studi Geografi Program Pascasarjana Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Heriyanto N.M., I.Samsoedin & E.M. Anggi. 2007. Kajian Pola Pemanfaatan, Pengembangan dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati oleh Masyarakat Sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Jawa Barat. Info Hutan Vol IV Nomor 1 Tahun 2007. Pusat Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Noor Y.R., M. Khazali & N.N. Suryadiputra. 2012. A Field Guide of Indonesian Mangrove. 3 rd Reprint [Indonesia]. PHKA/WI-IP, Bogor.

FAO. (1994). Mangrove forest management guidelines. FAO Forestry Paper No. 117. Rome: FAO.

Kusmana, C. (2010). Respon mangrove terhadap pencemaran. Artikel Ilmiah. Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan IPB.

Kustanti, A, Yulia RF. (2011). Manajemen Hutan Mangrove. PT Penerbit IPB Press. Bogor.

Kustanti, A., Yulia RF. (2005). Laporan Pengelolaan Terpadu hutan Mangrove kerjasama : masyarakat, Universitas lampung, dan Kabupaten Lampung Timur. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Profil Desa Ilangata Kecamatan Anngerek Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2022 Moh.Fadli, dkk, (2013), Pembentukan Peraturan Desa Partisipatif, Sleman: UB Press.

Setyawan, A. D., Indrowuryatno, Wiryanto, K. Winarno, & A. Susilowati. 2005. Tumbuhan mangrove di pesisir Jawa Tengah: 1. Keanekaragaman Jenis. Biodiversitas. 6 (2): 90-94.

Suwondo., E. Febrita, dan F. Sumanti. 2006. Struktur komunitas gastropoda di hutan mangrove di Pulau Sipora. Jurnal Biogenesis. Vol. 2(1):25-29.

Karuniastuti, N. (2016). Peranan hutan mangrove bagi lingkungan hidup. Jurnal Forum Manajemen, 6(1): 3

DT, i. t., d. s., & Muzaki, F. K. (2019). Identifikasi Jenis Mangrove Pesisir Jawa. Surabaya: Laboratorium Ekologi - Departemen Biologi.

Halidah. (2014). Lumnitzera littorea (Jack) Voight, MANGROVE SEJATI YANG TERANCAM PUNAH. Info Teknis EBON, XI, 132-133.

Wetlands, A. (2023, 05 22). Ekologi Mangrove Rhizophora Mucronata. Diambil kembali dari Wetlands: https://www.wetlands.or.id/mangrove/mangrove_species.php?id=37

Downloads

Published

2024-08-29

Issue

Section

Articles