Komitmen Politik: Penegakan hukum & Keberlanjutan Usaha Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam Upaya Menurunkan Angka Stunting
DOI:
https://doi.org/10.32662/gjgops.v3i2.1135Keywords:
penegakan hukum, keberlanjutan usaha, stuntingAbstract
Stunted children are categorized as a problem in chronic nutrition which is motivated by many factors such as socioeconomic conditions, nutrition of pregnant women, morbidity in infants and malnutrition intake in infants and pregnant women. This research is motivated by the problem of stunting in the Tasikmalaya City which has a good stunting journey with the achievement of the prevalence of stunting falling in four years from 13,881 in 2016 to 5,986 children in 2019. Behind its success, it is possible that there was a good political commitment. This research was conducted with the aim of knowing how the Political Commitment of the City Government of Tasikmalaya in reducing the prevalence of stunting, which is highlighted in the commitment here is the aspect of law enforcement and business sustainability. The method used is descriptive research and data collection techniques with literature study and field studies, the data sources used are primary and secondary. The informants in this study consisted of 3 agencies and 5 public with certain criteria. Data analysis was performed data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the success of a policy is judged based on its political commitment. In policies related to stunting in Tasikmalaya City, it is already good, but in its implementation there are still several obstacles including in the dimension of law enforcement and business sustainability.
Â
Anak stunting dikategorikan sebagai permasalahan gizi kronik yang dilatarbelakangi oleh banyak faktor contohnya kondisi sosial ekonomi, gizi ibu hamil, kesakitan pada bayi serta asupan gizi kurang pada bayi maupun ibu hamil. Penelitian ini diangkat karena permasalahan stunting di Kota Tasikmalaya yang memiliki perjalanan stunting baik dengan pencapaian prevalensi stunting turun dalam waktu empat tahun dari 13.881 di tahun 2016 menjadi 5.986 anak di tahun 2019. Dibalik kesuksesannya maka memungkinkan terdapat komitmen politik yang baik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Komitmen Politik Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menurunkan prevalensi stunting, yang disorot dalam komitmen di sini adalah aspek penegakan hukum dan keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka dan studi lapangan, sumber data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Informan pada penelitian ini terdiri dari 3 instansi dan 5 masyarakat dengan kriteria tertentu. Analisis data dilakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa berhasilnya suatu kebijakan dinilai berdasarkan komitmen politiknya. Dalam kebijakan terkait stunting di Kota Tasikmalaya memang sudah baik namun dalam pelaksanaanya masih terdapat beberapa hambatan termasuk dalam dimensi penegakan hukum dan keberlanjutan usaha.
References
Badan Pusat Statistik Kota Tasikmalaya. (2020). Statistik Daerah Kota Tasikmalaya 2020 (Vol. 53, Issue 9). https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Boli, E. B., Baliwati, Y. F., & Sukandar, D. (2018). Komitmen Politik dan Peluang Pengembangan Kebijakan Gizi Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(4), 351. https://doi.org/10.30597/mkmi.v14i4.5104
Brinkerhoff, D. W. (2010). Unpacking the concept of political will to confront corruption. U4BRIEF Anti- Corruption Resource Centre, 1, 2–3.
Chopra, D. (2015). Political commitment in India’s social policy implementation: Shaping the performance of MGNREGA (Issue 50). https://doi.org/https://doi.org/10.1163/2210-7975_hrd-0148-2015081
Dolf, J. H., Page, P., Kaganda, J., & Esau, D. (2020). Tanzania ’ s story of change in nutrition : Political commitment , innovation and shrinking political space. Global Food Security, 24(January), 100350. https://doi.org/10.1016/j.gfs.2020.100350
Fauzy, A. (2015). Political Will Pemerintah Kabupaten Pelalawan Terhadap Pelestarian Satwa di Taman Nasional Tesso Nilo Tahun 2011-2012. JOM FISIP, 2(2), 4–9.
Ishartono, R. S. . (2016). Sustainable Development Goals (SDGs) dan Pengentasan Kemiskinan. SHARE: SOCIAL WORK JURNAL, 6(2), 159–160. https://doi.org/10.5005/jp/books/13071_5
Janoušková, S., Hák, T., & Moldan, B. (2018). Global SDGs assessments: Helping or confusing indicators? Sustainability (Switzerland), 10(5), 2. https://doi.org/10.3390/su10051540
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Buletin Stunting. In Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan (Vol. 301, Issue 5, p. 2). https://doi.org/https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Kementerian PPN/ Bappenas. (2018). Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten/Kota. Rencana Aksi Nasional Dalam Rangka Penurunan Stunting: Rembuk Stunting, November, 1–51. https://www.bappenas.go.id
Lestari, W., Kristiana, L., & Paramita, A. (2018). Stunting : Studi Konstruksi Sosial Masyarakat Perdesaan dan Perkotaan Terkait Gizi dan Pola Pengasuhan Balita di Kabupaten Jember. Jurnal Aspirasi, 9(1), 17–33. https://doi.org/10.22212/aspirasi.v9i1.985
Liverman, D. M. (2018). Geographic perspectives on development goals: Constructive engagements and critical perspectives on the MDGs and the SDGs. Dialogues in Human Geography, 8(2), 169–177. https://doi.org/10.1177/2043820618780787
Nur, I. T. (2014). Memantapkan Landasan Hukum Formil Sebagai Alat Singkronisasi dan Harmonisasi Peraturan Perundang - Undangan. YURISKA : JURNAL ILMIAH HUKUM, 10(2), 160. https://doi.org/https://doi.org/10.24903/yrs.v10i2.355
Pastuty, R., KM, R., Herawati, T. (2018). Efektifitas Program Pemberian Makanan Tambahan- Pemulihan Pada Ibu Hamil Kurang Energi Kronik di Kota Palembang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9 (3)(November), 184. doi: https://doi.org/10.26553/jikm.2018.9.3.179-188
Putri, R. F., Sulastri, D., & Lestari, Y. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(1), 255. https://doi.org/10.25077/jka.v4i1.231
R. Saputri, J. T. (2019). Hulu-Hilir Penanggulangan Stunting di Indonesia. JPI: Jurnal of Political Issues, 1(1), 1–9. https://doi.org/https://doi.org/10.33019/jpi.v1i1.2
Rahayu, D. T., & Sagita, Y. D. (2019). Pola Makan dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (Kek) Pada Ibu Hamil Trimester II. Holistik Jurnal Kesehatan, 13(1), 15. https://doi.org/https://doi.org/10.33024/hjk.v13i1.847
Rassanjani, S. (2018). Indonesian Housing Policy and Sustainable Development Goals (SDGs). Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 8(1), 45. https://doi.org/10.26618/ojip.v8i1.760
Sarabhai, K. V. (2015). ESD for Sustainable Development Goals (SDGs). Journal of Education for Sustainable Development, 9(2), 121–123. https://doi.org/10.1177/0973408215600601
Wahyuningsih. (2018). Millenium Develompent Goals (Mdgs) Dan Sustainable Development Goals (Sdgs) Dalam Kesejahteraan Sosial. Bisma, 11(3), 391. https://doi.org/10.19184/bisma.v11i3.6479
World Health Organization. (2013). Global nutrition policy review : (p. 11). https://apps.who.int/iris/rest/bitstreams/300168/retrieve
Peraturan Pemerintah:
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR/DPR/DPRD/DPD
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Desa
Pemerintah Kota Tasikmalaya. (2019). Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2019.
Pemerintah Kota Tasikmalaya. (2018). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2017-2022.
Pemerintah Kota Tasikmalaya. (2019). Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya 2020.