Mengkaji Upaya Pemerintah Melalui Program Kartu Prakerja dalam Perspektif Pemberdayaan di Masa Pandemi Covid-19
DOI:
https://doi.org/10.32662/gjgops.v3i2.1175Keywords:
pemberdayaan, kartu prakerja, Covid-19Abstract
The presence of the Kartu Prakerja program’s in the midst of the COVID-19 pandemic seems to have indeed left several new kinds of problems which in essence ara related to the fate and needs of small society especially those affected by layoffs, economic difficulties, declining income, etc. In principle. The true of Kartu Prakerja is a bridge that is able to connect the society with a variety of new skills training. Beside of that, the government also expects the creation of a more capable and empowered society to simultaneously reduce excessive dependence on others. The access facilities to various training video tutorials, as well as the form of cash assistance provided by Kartu Prakerja program, actually quite spoil the society. But the problem is that not all small society can feel the opportunity, because the quota limitations per wave and the system is also implemented through the selection stage. Coupled with lawsuits from several public observers who essentially lamented the effectiveness of trillions of funds to be applied to the Kartu Prakerja program, because it’s not efficient. This study seeks to assess the effectiveness of the Kartu Prakerja program in the perspective of empowerment, as well as impacts found in the field so far.
Â
Kehadiran program Kartu Prakerja di tengah masa Pandemi COVID-19 ini nampaknya memang menyisakan beberapa macam permasalahan baru yang pada esensi nya adalah berhubungan dengan nasib dan kebutuhan masyarakat kecil terutama yang terkena PHK, kesulitan ekonomi, penghasilan menurun, dsb. Secara prinsip, Kartu Prakerja sejatinya adalah menjadi jembatan yang mampu untuk menghubungkan masyarakat dengan berbagai macam pelatihan keterampilan baru. Selain itu, pemerintah juga mengharapkan terciptanya masyarakat yang lebih mampu dan berdaya untuk sekaligus mengurangi ketergantungan berlebih kepada orang lain. Fasilitas akses berbagai macam video tutorial pelatihan, serta bentuk bantuan dana tunai yang diberikan oleh program Kartu Prakerja, sebenarnya cukup memanjakan masyarakat. Namun permasalahannya adalah bahwa tidak semua masyarakat kecil dapat merasakan kesempatan tersebut, karena keterbatasan kuota per gelombangnya dan juga diterapkannya sistem melalui tahapan seleksi. Ditambah lagi dengan gugatan dari beberapa pemerhati publik yang intinya menyayangkan efektivitas dana triliunan untuk diaplikasikan pada program Kartu Prakerja, karena tidak efisien. Penelitian ini berusaha mengkaji sejauh mana efektivitas Kartu Prakerja dalam perspektif pemberdayaan, serta dampak yang ditemukan di lapangan selama ini.Â
References
Kutipan Buku:
Andreas, and Enni Savitri, (2016) Peran Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir Dan Modal Sosial Di Kabupaten Meranti Dan Rokan Hilir. 1, 1 (1). PUSTAKA SAHILA YOGYAKARTA, Yogyakarta. ISBN 602-69505-6-7
Peraturan Pemerintah No.21 Tahun 2020 Tentang PSBB (Pembaatasan Sosial Berskala Besar, 2020
Perppu No.01 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), 2020.
Kutipan Buletin:
Consuello, Y. (2020). Analisis Efektifitas Kartu Pra-kerja di Tengah. Buletin Hukum Dan Keadilan, 4, 93–100.
Kutipan Website Media:
CNN. (2020). INFOGRAFIS: Pro Kontra Program Kartu Prakerja. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200506091934-35-500538/infografis-pro-kontra-program-kartu-prakerja
Prakerja. (2020). Untuk Siapa Program Kartu Prakerja? https://www.prakerja.go.id/tentang-kami
Pratama, F. (2020). Menyikapi “New Normal†Setelah Pandemi. http://puspensos.kemsos.go.id/menyikapi-new-normal-setelah-pandemi
Pratiwi, N. (2020). Efektivitas Kartu Prakerja di Tengah Pandemi COVID-19. https://kaltim.tribunnews.com/2020/04/28/efektivitas-kartu-prakerja-di-tengah-pandemi-COVID-19?page=2
Triyan Pangastuti. (2020). Antusiasme Tinggi, Pemerintah Pilih Acak Peserta Program Kartu Pra Kerja. https://investor.id/business/antusiasme-tinggi-pemerintah-pilih-acak-peserta-program-kartu-pra-kerja
Kutipan Jurnal Ilmiah:
Kurniawansyah, Amrullah, M. S. (2020). Konsep Kebijakan Strategis Dalam Menangani Eksternalitas Ekonomi Dari COVID -19 Pada Masyarakat Rentan di Indonesia. Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities, 1(2), 130–139. https://journal.publication-center.com/index.php/ijssh/article/view/117/57
Olaniyi, Evans. 2020. Socio-economic impacts of novel coronavirus: The policy solutions.
BizEcons Quarterly, Strides Educational Foundation, vol. 7, pages 3-12.
Wijayanti, R. I., & Humardhiana, A. (2020). Optimalisasi Program Kartu Prakerja Dengan Pelatihan Branding Strategy. DIMASEJATI, 2(1), 109–122.
Supriyadi, S. (2017). Community of Practitioners: Solusi Alternatif Berbagi Pengetahuan antar Pustakawan. Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi Dan Kearsipan, 2(2), 83. https://doi.org/10.14710/lenpust.v2i2.13476
Zed, Mestika 2003. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia