Membangun Keharmonisan Antar Etnis Lokal Gorontalo dengan Etnis Bali dalam Mewujudkan Negara Multikulturalisme di Desa Tri Rukun Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo dan Implikasinya terhadap Ketahanan Wilayah
DOI:
https://doi.org/10.32662/gjgops.v4i1.1436Keywords:
multikulturalisme, etnis, Gorontalo, BoalemoAbstract
The research objective is expected to find out how the Tri Rukun village government efforts in building harmony between Gorontalo local ethnicities and Balinese ethnicity in realizing a multiculturalism state and its implications for regional resilience. The research was conducted using a qualitative approach. Based on the results of the study, it shows that the harmonious relationship between the local ethnic Gorontalo and the Balinese is in a very strong qualitative position in realizing a multiculturalism country, because the indicators of competition, acculturation, cooperation, accommodation, assimilation, conflict are not found in Tri Rukun village. Likewise with the indicators of regional resilience, the ideological dimension, the political dimension, the economic dimension, the socio-cultural dimension and the defense and security dimension, there are no threats and obstacles in realizing a multiculturalism state. Thus the results of research in Tri Rukun village show that the condition of regional resilience has a very strong index in building a multiculturalism country where the Tri Rukun village community highly upholds egalitarian attitudes, tolerance, cooperation, autonomy and accommodative attitudes as the principles of a multiculturalism state. Hopefully the achievements of the Boalemo district government will succeed in maintaining the harmonious relationship that has been achieved by the Tri Rukun village government in realizing a multiculturalism country can be maintained.
Tujuan penelitian diharapkan dapat mengetahui bagaimana upaya pemerintah desa Tri Rukun dalam membangun keharmonisan antar etnis lokal Gorontalo dengan etnis Bali dalam mewujudkan negara multikulturalisme dan implikasinya terhadap ketahanan wilayah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan hubungan harmonis antar etnis lokal Gorontalo dengan etnis Bali berada pada posisi kualitatif sangat tangguh didalam mewujudkan negara multikulturalisme, karena indikator kompetisi, akulturasi, kerjasama, akomodasi, asimilasi, konflik tidak ditemukan di desa Tri Rukun. Demikian halnya dengan indikator ketahanan wilayah dimensi ideologi, dimensi politik, dimensi ekonomi, dimensi sosial budaya dan dimensi pertahanan dan keamanan tidak ditemukan gangguan ancaman dan hambatan dalam mewujudkan negara multikulturalisme. Dengan demikian hasil penelitian di desa Tri Rukun menunjukan kondisi ketahanan wilayah memiliki indeks sangat tangguh dalam membangun negara multikulturalisme dimana masyarakat desa Tri Rukun sangat menjunjung tinggi sikap egalitarian, sikap toleransi, sikap kerjasama, sikap otonom dan sikap akomodatif sebagai prinsip dari negara multikulturalisme. Semoga prestasi pemerintah kabupaten Boalemo berhasil menjaga hubungan harmonis yang telah dicapai oleh pemerintah desa Tri Rukun dalam mewujudkan negara multikulturalisme dapat dipertahankan.
References
Abu Ahmadi, Haji.2007. Psikologi Sosial. Jakarta, Rineka Cipta
Amanda, A. (2016). Peran Agensi Budaya dan Praktik Multikulturalisme di Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 3(2), 40-58.
Andriani Duri, Dkk. 2013. Metode Penelitian. Banten. Universitas Terbuka
Irhandayaningsih, A. (2012). Kajian Filosofis Terhadap Multikulturalisme Indonesia. Humanika, 15(9).
Kymlicka, Will. 2011 “ Kewarganegaraan Multikulturalâ€. Penerbit LP3ES.
Lukum, Roni. 2010. Pendapat Masyarakat Terhadap Pembagunan Manusia Di Kabupaten Bone Bolango Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah. Gorontalo. UNG
Mahyuddin, M. (2019). Modal Sosial dan Integrasi Sosial: Asimilasi dan Akulturasi Budaya Masyarakat Multikultural di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, 12(2), 111-122.
Sugiyono. 2009. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung. ALFABETA
Suparlan, P. (2014). Menuju masyarakat Indonesia yang multikultural. Antropologi Indonesia.