Membangun Karakter Bangsa Suku Bajo dalam Perspektif Identitas Etnik

Authors

  • Rasid Yunus Ilmu Hukum dan Kemasyarakatan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo
  • Tonny Iskandar Mondong Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial , Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjgops.v4i1.1448

Keywords:

karakter bangsa, Suku Bajo

Abstract

Every problem that hits this nation is always closely related to the character of the nation, as happened in Pohuwato. Therefore, character problems must receive serious attention from all elements of society, government, educational institutions as well as in the implementation of socio-culture in society. During its development, national character development can be pursued with a variety of approaches, including through culture carried out by the community. The objectives of this study are: (1) The researcher wants to explore and find out in depth about the strengthening of the identity of the Bajo Tribe in Torosiaje Village, Pohuwato Regency; (2) The researcher wants to explore and know in depth the relationship between the local wisdom of the Bajo Tribe in Torosiaje Village, Pohuwato Regency with the character of the Indonesian Nation. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach. The specific target that the researcher wants to achieve is to know in depth the values contained in the ethnic traditions of the Bajo tribe in Torosiaje Village and their correlation with the development of national character in Pohuwato, as well as Gorontalo and Indonesia in general.

 

Setiap permasalahan yang melanda bangsa ini selalu berkaitan erat dengan karakter bangsa, begitupun yang terjadi di Pohuwato. Oleh karena itu, permasalahan karakter haruslah mendapat perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan maupun dalam pelaksanaan sosial budaya di masyarakat. Dalam perkembangannya, pembangunan karakter bangsa dapat ditempuh dengan berbagai macam pendekatan, diantaranya melalui budaya yang dilaksanakan oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu : (1) Peneliti ingin menelusuri dan  mengetahui secara mendalam tentang penguatan identitas Suku Bajo yang berada di Desa Torosiaje Kabupaten Pohuwato; (2) Peneliti ingin menelusuri dan mengetahui secara mendalam kaitan antara kearifan lokal Suku Bajo yang berada di Desa Torosiaje Kabupaten Pohuwato dengan karakter Bangsa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun target khusus yang ingin dicapai oleh peneliti yakni ingin mengetahui secara mendalam nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi etnik Suku Bajo yang berada di Desa Torosiaje  dan korelasinya dengan pembangunan karakter bangsa di Pohuwato, serta Gorontalo dan Indonesia pada umumnya.

References

Budimansyah, D dan Suryadi, K. (2008). PKn dan Masyarakat Multikultural. Bandung: Sekolah Pascasarjana Program Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia.

Creswell, W.J. (2010). Reseach Design Qualitative and Quantitative Approach. Penerjemah Achmad Fawaid. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Koentjaraningrat. (2009). Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: UI Press.

(1985). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Lickona, T. (1992). Educating For Character How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York-Toronto-London-Sydney-Auckland: Bantam Books.

Lincoln, S.Y dan Denzin, K.N. (2009). Hanbook of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Miles, M dan Huberman, A.M. (2007). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Moleong, L.J. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nasution, S. (2002). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.

Nazir, M. (2011). Metode Penelitian. Jakarta: Gahlia Indonesia.

Pakaya, R. (2019). Suku Bajo di Lemito Dalam Persfektif Sejarah Sosial. Skripsi, 1(231413047).

Pemerintah Republik Indonesia. (2010). Desain Induk Pembangunan Karakter Bangsa Tahun 2010-2025.

Rahardjo K. Toto (2006). Bung Karno, Islam, Pancasila dan NKRI. Jakarta: Komunitas Nasional Religius Indonesia.

Sapriya. (2008). “Perspektif Pemikiran Pakar tentang Pendidikan Kewarganegaraan dalam Pembangunan Karakter Bangsa (Sebuah Kajian Konseptual-Filosofis dalam Pendidikan Kewarganegaraan dalam Konteks Pendidikan IPSâ€. Jurnal Acta Civicus. “Vol†1, ( 2).

Satori, D dan Komariah, A. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suryanegara, E., & Nahib, I. (2015). Perubahan Sosial Pada Kehidupan Suku Bajo: Studi Kasus Di Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Majalah Ilmiah Globe, 17(1), 67-78.

Wahab A. Azis (2009). Memantapkan Kembali Jati Diri Bangsa dalam Rangka Penguatan Dasar-Dasar Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia. Makalah disampaikan pada Seminar Pendidikan Kewarganegaraan. UPI Bandung, tanggal 12 Desember 2009.

Yunus, Rasid. (2013). Transformasi Nilai-Nilai Budaya Lokal sebagai Upaya Pembangunan Karakter Bangsa (Studi Kasus Budaya Huyula di Kota Gorontalo). Jurnal Penelitian Pendidikan, Vol. 14 No.1, April 2013: LPPM UPI Bandung.

Zacot, R. Francois. (2002). Orang Bajo Suku Pengembara Laut. Jakarta Selatan: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).

Downloads

Published

2021-04-02