Model Kebijakan Implementasi Rekrutmen Pejabat Struktural pada Jabatan Karir Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

Authors

  • Nur Istiyan Harun Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Gorontalo
  • Ferdi Gani Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjgops.v1i2.439

Keywords:

Model Implementasi Kebijakan, Rekrutmen Pejabat Struktural, Pegawai Negeri Sipil

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan serta menganalisis bagaimana pola penataan jabatan struktural yang ada di kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Adapun aspek yang dilihat dalam konteks penataan jabatan struktural ini ada tiga aspek yakni; kompetensi dari pejabat struktural, proses rekrutmen pejabat struktural dan kendala yang dihadapi dalam rekrutmen pejabat struktural di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 13 tahun 2002 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 100 tahun 2000 tentang pengangkatan pegawai negeri sipil dalam jabatan struktural pada bab III tentang pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural pasal 5 dan 6 serta bab V tentang penilaian dan pertimbangan pengangkatan dalam jabatan dijelaskan bahwa pengangkatan pejabat struktural didasarkan pada senioritas dalam kepangkatan, usia, pendidikan dan pelatihan jabatan dan pengalaman yang dimiliki. Dalam hal ini, peneliti ini menggambarkan sejauh mana Pemerintah Daerah Bolaang Mongondow Utara menerapkan aturan tersebut dalam proses rekrutmen pejabat struktural. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus sebagai langkah untuk membantu peneliti dalam merekam dan dalam pengambilan data. Karena spesifik penelitian ini ingin menjelaskan bagaimana pola penataan jabatan struktural yang ada di kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Dengan metode ini peneliti dapat mengakrabkan diri dengan subyek penelitian secara langsung dalam waktu tertentu dengan menerapkan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumenter dan wawancara mendalam. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa: 1). Terkait dengan kompetensi dan keahlian yang dimiliki oleh setiap pegawai, dapatlah dikatakan masih rendah, alasannya adalah sejauh ini banyak pegawai Golongan III yang direkruit, tetapi didominasi oleh tenaga fungsional, seperti guru dan dokter serta keperawatan. Sehingga ada beberapa jabatan yang harus diisi level struktural belum ditempati, karena belum ada pegawai yang memenuhi syarat untuk posisi tersebut, khususnya terkait dengan kepangkatan. 2). Proses perekrutan pejabat eselon secara teknis tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 yang mengatur tentang mekanisme pengangkatan pejabat struktural. 3) Terdapat 3 kendala utama didalam pelaksanaan rekrutmen pejabat struktural di Kabupaten Bolmong Utara , yaitu sumber daya manusia (SDM), kondisi fasilitas kerja, dan program kerja yang memberikan dampak yang begitu besar terhadap kinerja institusi. Kabupaten Bolmong Utara adalah kabupaten yang sementara membangun karena baru dimekarkan pada tahun 2007,sebagai daerah pemekaran terdapat keterbatasan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, yakni banyaknya aparatur pemerintah daerah yang di rekrut tidak berdasarkan analisis kebutuhan masing-masing di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di tambah pula kompetensi dan keterampilan tidak menjadi pertimbangan utama di dalam proses perekrutan.

References

Adolberto.L, 1974. The Beginning of Colonization: Puerto Rico 1493-1800. In Adolbertolopez (ed). Puerto Rico and Puerto Ricons. Studies In History and Society. Schenkman Publishing Company. New York.

Afan.G, 1988. Partai Politik, Elit dan Masa dalam Pembangunan Nasional. Fisipol- UGM. Yogyakarta.

Arini.H, 2003. Analisis Jabatan pada Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Pada Jabatan Struktural Era Otonomi Daerah (Studi di Sekertariat Kabupaten Kutai Timur). Tesis. Program Pascasarjana Universitas Brawijaya. Malang

Asnawaty, 2003. Pemberdayaan Sumber Daya Aparatur Pemerintah dalam Perspektif Otonomi Daerah. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Brawijya. Malang

Bottomore, TB. 1965. Elites and Society. Basic Books Inc. Publisher. New York

Colle, M. and G Boyne. 1995. Presidential Leadership and the Rerurgence of Trust in Government British Journal of Political Science.No 16

Creswell, J.W, 1994. Research Design: Qualitative & Quantitative Approaches New Delhi. Sage Publication inc Thousand Oaks. London

Dimock., Marshall E., and Gladys O. D. 1978. Administrasi Negara. Penerbit Aksara Baru. Jakarta

Drucker, P. F. 1985. Inovation and Entrepreneurship. New York Harper and Row.

Fernando.C, 1979. “On the Charecerization of Authoritarian in Latin America “In Davit Collier (ed) The New Authorianism in Latin America, Prencetion Univercity Press. New Jersey

Gabriel. A.1996. Comparative Politics Today: A Word View, Six edition: Harper Colins College Publishers. New York.

Haedar.A, 2002. Pokoknya Kualitatif, Dasar-Dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif. Pustaka Jaya. Jakarta.

Hanafiah, M.A. 2003. Mekanisme Anggota Legislatif (DPRD). Samarinda. Tesis. Pascasarjana Universitas Brawijaya. Malang.

Harold D.L, 1974. The Future of Word Politics and Society in Wilbur Schramm and Daniel Lemer (ed). Communication and Change the Last Ten Years and the Next. The University Press of Hawai

Heryanto.M, 2010. Rekruitmen Pejabat Struktural Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur pemerintah Daerah (Studi di Kabupaten Bolmong Utara). Tesis. Program Pascasarjana Universitas Brawijaya. Malang

Ichsan, M, 1995. Peningkatan Kualitas Manusia yang Berwawasan Kelautan ,Ginnanjar Kartasasmita dkk, Manejemen Sumber Daya Manusia, Masalah, Tantangan, dan Strategi Pengembangan. FIA Unibraw dan IKIP. Malang.

Irfan.M.I, 2000. Prinsip-Prinsip Perumusan Kebijakan Negara, Bumi Aksara. Jakarta.

.............................., 2001. Policy Analysis. Program Pascasarjana Universitas Brawijaya.Malang

................................2002. Manajemen Sumber Daya Aparatur. Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Malang

................................1998. Agenda Kebijakan Reformasi Administrasi Negara, Pidato Pengukuhan Guru Besar Ilmu Kebijakan Publik pada Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Malang.

Kartasasmita, G. 1995. Manajemen Sumber Daya Manusia, Ginanjar Kartasasmita dkk, Manajemen Sumber Daya Manusia, Masalah, Tantangan, dan Stategi Pembangunan. FIA Unibaw dan IKIP. Malang

LAN-RI dan BPKP. 2000. Akuntabilitas Kinerja Istansi Pemerintah (AKIP), LAN-RI dan PBKP. Jakarta.

Milless, MB dan Huberman, M. 1992. Analisis Data Kualitatif. UI Pres. Jakarta

Minto.H, 2003. Rekruitmen Elit Birokrasi Studi tentang Implementasi Kebijakan Rekruitmen Elit Birokrasi di Pemerintah Kota Malang. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Brawijaya. Malang

Moleong, L. J. 1985. Metodelogi Penelitian Kualitatif, Remaja Karya, Bandung

.................................2008. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi.PT Remaja Rosadakarya.Bandung

Sedarmayanti. 2017. Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung:Refika Aditama

Winarno,Budi.2014. Kebijakan Publik(Teori,Proses, dan Studi Kasus).Yogyakarta:CAPS(Center of Academic Publishing Service)

Yuniarsih,Tjutju,dkk.2016.Manajemen Sumber Daya Manusia.Bandung:Alfabeta

Wawancara dengan Tetriko Talibo

Wawancara dengan Faridudin Gumohung

Wawancara dengan Maskun Antongio

Wawancara dengan Lexi Talibo

Downloads

Published

2018-12-03