Penguatan Gender dalam Pengambilan Kebijakan Birokrasi di Kota Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.32662/gjpads.v1i2.393Keywords:
Strengthening Gender, Decision Making, Bureaucracy.Abstract
ABSTRACT
Â
The long-term objective of this research is the birth of a process of describing women's involvement in the bureaucratic decision-making process, and the model of gender strengthening in bureaucratic decision-making in Gorontalo City. The research method used is qualitative research with data collection techniques through: interviews, documentation, and FGD. Then the collected data will be analyzed by triangulation data. The results show that: first, so far the existence of women in the Gorontalo City government in the bureaucratic decision-making process is still less than optimal, although the potential quantity of women is 3,023 (66.97%) compared to 1,491 men (33.03%). The progress of the role of women in the bureaucratic leadership only 6 people occupied the heads of regional apparatus organizations and 24 others were men. This symptom certainly has an impact on demands. women must play their role in realizing democracy that is not gender biased as well as proof of the maturity of a nation. Keuda, the Gender Strengthening Model in the decision making of the bureaucracy in Gorontalo City is the zero-sum and positive-sum models.
References
Atmosudirjo.2008. Pengambilan Keputusan. Jakarta: Pustaka Utama.
Budi, H. S. (1988). Kapulaga. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Desmita. 2008. Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ibnu, syamsi,. 2008. Pengambilan Keputusan dan Sistem Informasi; Jakarta: Bumi Aksara
Karram, Azza (2003) “Partisipasi Politik Perempuan : Tinjauan Strategi dan Kecenderungan, dalam Partisipasi Politik Perempuan dan Tata Pemerintahan yang Baik : Tantangan Abad 21, Jakarta : UNDP
Manar, Dzunuwanus Ghulam (2010) “Perempuan Di Ranah Politik: Ancaman Atau Peluangâ€, Dalam OPINI FISIP UNDIP Edisi 36/I/2010 (Hal. 01-05)
Mehra, Rekha and Gupta Geet Rao (2006), Gender Mainstreaming: Making it Happen, ICRW
Novrizal, Mohammad (2008), Panduan Kerja Parlemen (DPD-RI) dan UNDP Indonesia, Jakarta
Norman K. and Yvonna S. Lincoln. (2003). Handbook of Qualitative. Research. Thousand Oaks, California.
Ollenburger. Jane C., Helen A. Moore, 2002. Sosiologi Wanita, Jakarta: Rineka Cipta.
Parawansa, Indar Khofifah (2009) Meningkatkan Partisipasi Politik Perempuan di Indonesia, Jakarta
Pierson (2002) dalam Munggoro, Dani. 2010, Teori Eksklusi Sosial, diakses pada 23 September 2013, Buku, E-book, Jurnal, dan Working Paper Adisasmita, Sakti A.
Przeworski, Adam. (1993). Sejumlah Masalah dalam Studi Transisi Demokrasi;dalamO’Donnel, et.al.,Transisi Menuju Demokrasi, Tinjauan Berbagai Perspektif. Jakarta : LP3ES
Reason, James. 1990. Human Eror. Ashgate. ISBN I-84014-104-2
Seda, Fransisia SSE (2003) â€Memperkuat Partisipasi Politik Perempuan : Bukan Jumlah Semataâ€, dalam Laporan Konferensi : Memperkuat Partisipasi Politik Perempuan di Indonesia, Jakarta : International IDEA.
Sondang P. Siagian, 2008, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara, Jakarta
Soerjono Soekanto, 1996, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Soetjipto, Ani Widyani (2005) “Perempuan “Teraniaya†di Partai Politik†dalam Politik Perempuan Bukan Gerhana, Jakarta : Penerbit Buku Kompas
------------------------------(2003) “Meningkatkan Partisipasi Politik Perempuan melalui Reformasi Konstitusi dan Pemilu di Indonesia†dalam Laporan Konferensi :Memperkuat Partisipasi Politik Perempuan di Indonesia, Jakarta : International IDEA
Sugiyono. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABET.