Pengetahuan, Asupan Energy dan Zat Gizi Berhubungan dengan Kekurangan Energy Kronis pada Wanita Prakonsepsi
DOI:
https://doi.org/10.32662/gjph.v1i1.144Keywords:
Preconception, Knowedge, Energy Intake, Protein IntakeAbstract
Choronic energy malnutrition is health problems in women reproductiveage. The purpose of this study was assessed association between
nutrition knowledge, energy and protein intake with chronic energy
malnutrition. Design study was observational study with cross sectional
design. The Sample were taken by exshautive sampling with collected
152 praconseption women. Study was conducted in Boalemo regency.
Data analysis using univariate and bivariate analysis which was chi
square test. The result showed that there were only 2,6% in age less
than 20 years, most of educational level les than nine years 66,4%,
92,8% had occupation as house wife, 28,8 % choronic energy
malnutrition, 52,6% low nutrition knowledge, 55,9% low energy intake
and 54,6% low protein intake. Bivariate analysis showed women who
had CEM with low nutrition knowledge 51,3% higher than high level of
nutrition knowledge 2,7%, low penergy intake 37,6% higher than
adequate energy intake 16,4%, low protein intake 36,1% higher than
adequate protein intake 18,8%. Chi square test showed there were
association between nutrition knowledge (p = 0,000), energy intake (p =
0,007) and protein intake (p = 0,029) with chronic energy malnutrition in
praconseption women. It was concluded tha low nutrition knowledge,
low energy and protein intake had association with chronic energy
malnutrion.
References
Acharya SR, Bhatta J, Timilsina DP. 2017. Factors associated with nutritional
status of women of reproductive age group in rural, Nepal. Asian fasific
journal of health sciences. vol 4 (4): 19 – 24.
Adiputra KP, Pinatih IGNI, Seriani L. 2018. Perbedaan persiapan prakonsepsi ibu
hamil primigravida yang mengalami kurang energi kronik dan tidak kurang
energi kronik di Puskesmas Gianyar 1 periode Januari-Agustus 2017. Ejurnal
medika udayana. Vol 7(3): 121 – 124.
Arnelia dan S Muljati. 1991. Status Gizi Anak Balita PengunjungPosyandu
Kecamatan Ciomas dan Samplak, Kabupaten Bogor. Universitas
Diponegoro.
Amelia AN. Hubungan pengetahuan, sikap dengan perilaku makan sumber
energy pada wanita prakonsepsi yang dilayani KUA KecamatanPamulang
Kota Tangerang Selatan Tahun 2016. Skripsi (tidak diterbitkan).
Universitas Islam Indonesia (UIN) Syarif Hidayatullah. Jakarta.
Celtin. 2009. Role of micronutrients in the pereinceptional period. Human Reprod.
Vol. 16.
Duley L, Henderson-Smart DJ, Meher S. 2012. Altered Dietary Salt for Preventing
Pre-Eclampsia, and Its Complications (Review). Intervention Review The
Cochrane Collaboration. JohnWiley & Sons Ltd. Nottingham.
Ernawati A. 2006. Hubungan Faktor Sosial Ekonomi, Higiene Sanitasi
Lingkungan, Tingkat Konsumsi dan Infeksi dengan Status Gizi Anak Usia
-5 Tahun di Kabupaten Semarang Tahun 2003. Universitas Diponegoro.
Semarang.
Eiland E, Nzerue C, Faulkner M. 2012. Review Article: Preeclampsia 2012. Journal
of Pregnancy: 1-7.
Fauziyah H. 2014. Analisis Faktor Risiko Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada
Wanita Prakonsepsi di Kota Makassar. (Skripsi) Universitas
Hasanuddin.Makassar.
Gibson RS. 2005. Principle Of Nutritional and Assesment. Oxford University Press.
New York.
Irawan AMS, Thaha AR, Virani D. 2014. Hubungan asupan energy dan protein
dengan status IMT dan LILA ibu prakonsepsional di Kecamatan Ujung
Tanah dan Biringkanaiyya Kota Makassar. Skripsi (Tidak diterbitkan).
Universitas Hasanuddin. Makassar.
Khomsan A. 2000. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. Rajawali Sport. Jakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Profil Kesehatan Indoensia
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Manjunath TL, Shilu MZ, Mahesh V, Muninarayana C, Ananya L. 2017.
Nutritional assessment of women in the reproductive age group (15-49
years) from a rural area, Kolar, Kerala, India. International Journal of
Community Medicine and Public Health. Vol 4(2): 542 – 546.
Nuryani, Thaha AR, Jafar N. 2015. Pengaruh pemberian multi gizi mikro terhadap
hematokrit, leukosit dan trombosit pada wanita prakonsepsi. (Thesis).
Universitas Hasanuddin. Makassar.
Osungbade KO and Ige OK. 2011. Public health perspectives of preeclampsia in
developing countries: Implication for health system strengthening. J
Pregnancy. 481095.
Proctor J. 2006. Preconception Nutrition Knowledge, Dietary Intakes And Lifestyle
Characteristics Of Auckland Women. Tesis. Massey University. New
Zealand.
Roberts JM and Bodnar LM. 2007. Report On The Wic Nutrition Risk Criterion For
Hypertension In Pregnancy. Prepared for the US Department of Agriculture,
Food and Nutrition Service July 2007. Magee-Womens Research Institute:
Pittsburgh.
Roeshadi RH. 2006. Upaya Menurunkan Angka Kesakitan dan Angka Kematian
Ibu pada Penderita Preeklampsia dan Eklampsia. Pidato Pengukuhan Guru
Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
http://repository.usu.ac.id/ bitstream/123456789/721/1/ Haryo no.pdf.
SDKI. 2009. Profil Kesehatan Indonesia 2008. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia Tahun 2009.
http://www.depkes.go.id/downloads/publikasi/Profil
%20Kesehatan%20Indonesia%202008.pdf.
Simarmata M. 2008. Hubungan Pola Konsumsi, Ketersediaan Pangan,
Pengetahuan Gizi dan status Kesehatan dengan Kejadian KEK pada Ibu
Hamil di Kabupaten Simalungun. (Tesis). Universitas Sumatera Utara.
Medan.
Supariasa. 2001. Penilaian Status Gizi. Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Umisah IN dan Puspitasari DI. 2017. Perbedaan pengetahuan gizi prakonsepsi
dan tingkat konsumsi energi protein pada wanita usia subur (WUS) usia
-19 tahun kurang energi kronis (KEK) dan tidak kek di SMA Negeri 1
Pasawahan. Jurnal kesehatan. Vol 10(2): 23 – 36.
Waryono. 2010. Gizi Reproduksi. Pustaka Rihama. Yogyakarta





