Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting

Authors

  • Herman Hatta Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Gorontalo
  • Safrudin Tolinggi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Gorontalo
  • Wahyuni Hafid Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjph.v5i2.1771

Keywords:

pendidikan ibu, penyakit infeksi, stunting

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan fisik yang ditandai dengan penurunan kecepatan pertumbuhan dan merupakan dampak dari ketidakseimbangan gizi, stunting terjadi sejak ibu mengandung hingga anak usia 2 tahun (80% pembentukan otak terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan anak). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan ibu, jumlah anggota keluarga, penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Telaga Kabupaten gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik kuantitatif dengan studi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia satu tahun sampai lima tahun dengan jumlah sampel penelitian 90 anak. Metode pengambilan sampel digunakan dalam purposive sampling. Penelitian ini akan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo dan dilakukan pada bulan Mei tahun 2021. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ibu (p-value = 0,002), pendapatan kepala keluarga (p-value = 0,003), jumlah anggota keluarga (p-value = 0,011), penyakit infeksi (p-value = 0,000)  berhubungan dengan kejadian stunting. Disarankan perlunya di tingkatkan pendidikan, agar dapat mengatasi masalah gizi pada anak balita, agar dapat membelikan makanan secara teratur dan efisien yang sehat berdasarkan gizi seimbarang sesuai dengan prinsip keluarga sadar gizi serta memberikan penyuluhan KB di posyandu ,agar masyarakat mewujudkan kesejahteraan.

References

Apriluana, G. and Fikawati, S. (2018) ‘Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita (0-59 Bulan) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara’, Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 28(4), pp. 247–256.

Asikin, Z. et al. (2019) ‘Hubungan BBLR dan Pola Asuh Gizi Dengan Kejadian Stunting di Desa Tabumela Kabupaten Gorontalo’, Journal.Umgo. 8(2), pp. 66–76.

Dewi, N. T. and Widari, D. (2018) ‘Hubungan Berat Badan Lahir Rendah dan Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting pada Baduta di Desa Maron Kidul Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo, Amerta Nutr. pp. 24–33.

Evi Yunitasari, Riska Hediya Putri, A. D. L. (2020) ‘Faktor Faktor yang Berhubungan Kejadian Stunting Pada Balita 24-36 Bulan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Gadingrejo Kabupaten Pringsewu’, Wellness and healthy magazine, 2. pp. 309–313.

Heriari, N. S. et al. (2013) ‘Dampak Dari Ketidakseimbangan Antara Asupan Sebaliknya Dan Kesalahan Dalam Memilih Bahan Untuk Diterima Secara Menurunkan Kemampuan Produktif Suatu Bangsa Kronis , Berat Badan Lebih Dan Kurang , 392, pp. 0–5.

Hatta, H. Nuryani & Mikkie (2021) ‘Pengetahuan dan Sikap Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Baduta. Gorontalo Journal of Nutrition Dietetic, 1(1), pp. 7–15.

Hidayani, W. R. (2020) ‘Prosiding Seminar Nasional Kesehatan "Peran Tenaga Kesehatan Dalam Menurunkan Kejadian Stunting’, Jurnal Seminar Nasional, 2(01), pp. 1–8.

Kinanti, R. (2020) ‘Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Permasalahan Stunting dan Pencegahannya Pendahuluan’, Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), pp. 225–229.

Kusumawati, E., Rahardjo, S. and Sari, H. P. (2013) ‘Model Pengendalian Faktor Risiko Stunting pada Anak Usia di Bawah Tiga Tahun’, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(3), pp. 249–256.

Llahi, R. K. (2017) ‘Hubungan Pendapatan Keluarga, Berat Lahir, Dan Panjanjang Lahir Dengan Stunting Balita 24 -59 Bulan Di Bangkalan’, Jurnal Manajemen Kesehatan, 148, pp. 148–162.

Margawati, A. and Astuti, A. M. (2018) ‘Pengetahuan ibu, pola makan dan status gizi pada anak stunting usia 1-5 tahun di Kelurahan Bangetayu, Kecamatan Genuk, Semarang’, Jurnal Gizi Indonesia 6(2), pp. 82–89.

Mitra, M. (2015) ‘Permasalahan Anak Pendek (Stunting) Dan Intervensi Untuk Mencegah Terjadinya Stunting (Suatu Kajian Kepustakaan)’, Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(6), pp. 254–261.

Rahayu A, Khairiyati, L. (2014) ‘Risiko Pendidikan Ibu Terhadap Kejadan Stunting’, Penelitian Gizi Makanan. 3.7, pp. 129–136.

Ramadhani, F., Hatta, H. and Abidi, A. (2021) Determinan Status Gizi Balita Di Puskesmas Boilan Kabupaten Buol. Gorontalo Journal of Nutrition Dietetic, 1(1), pp. 1–6.

Setiawan, E., Machmud, R. and Masrul, M. (2018) ‘Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018’, Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2), p. 275.

Setiyani, R. (2010) ‘Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian’, Media Gizi Indonesia, 1(1), pp. 13–19

SSG1. (2021). Buku Saku Hasil Status Indonesia Tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota Tahun 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Downloads

Published

2022-10-01

Issue

Section

Articles