Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Depo Medroxyprogesterone Acetate dengan Kenaikan Berat Badan di Bidan Praktek Mandiri (BPM) di Kota Pontianak

Authors

  • Agustina Nona Program Studi Kebidanan, Akademi Kebidanan St. Benedicta Pontianak
  • Susanna Susanna Program Studi Kebidanan, Akademi Kebidanan St. Benedicta Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjph.v4i2.1823

Keywords:

Alat Kontrasepsi, Depo Medroxy Progesterone Acetate, Keluarga Berencana, Pasangan Usia Subur

Abstract

Demi menekan lajunya pertumbuhan penduduk di Indonesia, pemerintah dengan program Keluarga Berencana (KB) meluncurkan banyak metode dalam menggunakan alat kontrasepsi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi depo medroxyprogesterone acetate dengan kenaikan berat badan di Bidan Peraktek Mandiri, di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pasangan Usia Subur (PUS) di Kota Pontianak yang menggunakan alat kontrasepsi suntik depo medroxyprogesterone acetate dan seluruh populasi tersebut digunakan sebanyak 54 orang digunakan sebagai sampel penelitian dengan teknik total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas responden (87,04%) menggunakan alat kontrasepsi suntik depo medroxyprogesterone acetate dengan ≥ 4 kali penyuntikkan dan 68,51% mengalami kenaikan berat badan. Hasil uji bivariat menunjukan terdapat hubungan penggunaan kontrasepsi Depo Medroxy Progesterone Acetate dengan Kenaikan Berat Badan berdasarkan dari nilai signifikasi 5% dan d.b = 1, maka dalam tabel terdapat nilai ð‘¥Â² yaitu 3,481. Hasil uji statistik Chi-square diperoleh nilai ð‘¥Â² hitung = 19,387. Kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan pada penggunaan kontrasepsi suntik Depo Medroxy Progesterone Acetate dengan kenaikan berat badan. Meskipun demikian, masih banyak PUS masih menggunakan alat kontrasepsi tersebut. Untuk mengurangi kenaikan berat badan akibat dari penggunaan kontrasepsi suntik Depo Medroxy Progesterone Acetate, pengguna harus melakukan olahraga rutin dan mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari

References

Afriani, A. I., Khayati, N., & Utama, J. E. P. (2021). Pengaruh Serbuk Kunyit (Curcuma Domestica Valet) Terhadap Kecepatan Reversibilitas Kesuburan Wanita Pasca Menggunakan KB Suntik DMPA. Jurnal SMART Kebidanan, 8(1), 13–16.

Arum, D. N. S. (2019). Panduan lengkap pelayanan KB terkini.

Damailia, H. T., & Saadati, K. (2016). Hubungan Lama Pemakaian Kb Suntik DMPA (Depo Medroxyprogesterone Acetate) Dengan Penurunan Libido Pada Akseptor KB DMPA. Bhamada: Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan (E-Journal), 7(2), 11.

Dinata, S. R. (2020). Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Pertumbuhan Ekonomi, Jumlah Penduduk dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan di Provinsi Riau Tahun 2003-2018. JURNAL AL-IQTISHAD, 16(2), 116–137.

Febriani, R., & Ramayanti, I. (2020). Analisis Perubahan Berat Badan pada Pemakaian KB Suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA). Jurnal Aisyiyah Medika, 5(1), 113–121.

Handayani, R., Fajarsari, D., & Suryani, E. S. (2010). Hubungan Lamanya Pemakaian Kontrasepsi Suntik DMPA Dengan Kembalinya Kesuburan Pada Post Akseptor KB Suntik DMPA. Jurnal Bidan Prada, 1(01).

Hartati, T. (2012). Kadar trigliserid pada pemakaian depomedroksi progesteron acetat peserta kb diwilayah jatisari. FIKkeS, 3(2).

Herowati, D. (2019). Hubungan antara Kemampuan Reproduksi, Kepemilikan Anak, Tempat Tinggal, Pendidikan dan Status Bekerja pada Wanita Sudah Menikah dengan Pemakaian Kontrasepsi Hormonal di Indonesia Tahun 2017. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 22(2), 91–98.

Kamariyah, N. (2014). Pemakaian Kontrasepsi Suntik Akan Mempengaruhi Berat Badan Akseptor KB Suntik Di Kota Baru Driyorejo. Journal of Health Sciences, 7(2).

Khoiriah, A. (2016). Hubungan penambahan berat badan pada akseptor kontrasepsi hormonal di BPM Zuniawati Palembang. Jurnal Kesehatan, 7(2), 271–276.

Kurniawati, K., & Andrie, W. (2015). Pengaruh Penggunaan Kb Suntik 3 Bulan terhadap Peningkatan Nilai Indeks Massa Tubuh pada Akseptor Kbdidesa Kepuhkembeng Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang. Jurnal EduHealth, 5(1), 245523.

Manuaba, I. B. G. (1998). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan & keluarga berencana untuk pendidikan bidan.

Mulyani, N. S., & Rinawati, M. (2013). Keluarga berencana dan alat kontrasepsi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Pratiwi, N. L., & Basuki, H. (2014). Health seeking behavior dan aksesibilitas pelayanan keluarga berencana di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 17(1), 45–53.

Rahayu, T. B., & Wijanarko, N. (2017). Efek Samping Akseptor Kb Suntik Depo Medroksi Progesterone Acetat (Dmpa) Setelah 2 Tahun Pemakaian. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu, 8(1), 32–38.

Sari, I. R. N. (2015). Kontrasepsi hormonal suntik Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) sebagai salah satu penyebab kenaikan berat badan. Jurnal Majority, 4(7), 67–72.

Susila, I., & Oktaviani, T. R. (2018). Hubungan Kontrasepsi Suntik Dengan Peningkatan Berat Badan Akseptor (Studi Di BPS Dwenti KR Desa Sumberejo Kabupaten Lamongan 2015). Jurnal Midpro, 7(2), 8.

Wahyuningsih, I. R., & Putri, A. K. (2015). Studi Komparasi Kenaikan Berat Badan Pada Akseptor Kb Suntik 1Bulan Dan 3 Bulan Di Klinik Griya Husada Karanganyar. Placentum. Vol, 1, 1–6.

Zuhriyah, A., Indarjo, S., & Raharjo, B. B. (2017). Kampung Keluarga Berencana dalam Peningkatan Efektivitas Program Keluarga Berencana. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 1(4), 1–13.

Downloads

Published

2021-10-01

Issue

Section

Articles