Hubungan Efektivitas Pengaturan Diet dengan Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
DOI:
https://doi.org/10.32662/gjph.v5i1.1841Keywords:
diabetes melitus, obesitas, pengaturan dietAbstract
Diabetes Melitus adalah kondisi kronis yang terjadi bila ada peningkatan kadar glukosa dalam darah karena tubuh tidak dapat menghasilkan insulin atau menggunakan insulin secara efektif. Diabetes melitus sangat berhubungan dengan pola konsumsi makanan terutama sumber karbohidrat yang banyak terdapat dalam kelompok serealia. Menurut laporan Studi Diet Total tahun 2014, Gorontalo menduduki peringkat kesebelas tertinggi konsumsi serealia. Perilaku makan masyarakat Gorontalo tersebut merupakan faktor risiko Diabetes Melitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan efektivitas pengaturan diet dengan kadar glukosa darah puasa pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Limboto. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu semua pasien penderita penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 yang tergolong obesitas dan sudah mendapatkan pengaturan diet di wilayah kerja Puskesmas Limboto. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu kuesioner. Hasil analisis data menggunakan analisis bivariat menggunakan uji alternatif t-independet sample yaitu uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai yang tidak signifikansi (p-value = 0,741) atau < 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara efektivitas pengaturan diet dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Limboto. Bagi penderita diabetes melitus agar kiranya menjaga diet dan melakukan pengaturan dietReferences
Ahmad, F., & Bialangi, S. (2021). SEDENTARI TERHADAP KEJADIAN DIABETES MELITUS RELATIONSHIP OF FAMILY HISTORY AND SEDENTARI BEHAVIOR TO THE INCIDENCE OF DIABETES MELLITUS Berdasarkan data Riset Kesehatan Berdasarkan data sekunder Dinas Kesehatan Kesehatan Kota Gorontalo tahun. Jambura Journal, 3(1), 103–114.
Arda, Z. A., & Ngobuto, A. R. (2019). Gambaran Karakteristik Penderita Diabetes Mellitus Pada Beberapa Puskesmas di Kabupaten Gorontalo. Kampurui Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(1), 26–30.
Arfina, A., 2019. Pengaruh Edukasi Pengaturan Diet Terhadap Perilaku Pengelolaan Diet pada penderita Diabetes Melitus Di Keluarahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. Indonesian Trans Health Journal, 2(2), pp. 246-251.
Bialangi, S., 2021. HUBUNGAN RIWAYAT KELUARGA DAN PERILAKU SEDENTARI TERHADAP KEJADIAN DIABETES MELITUS. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 3(1), pp.103-114.
Dafriani, P., 2017. Hubungan Obesitas dan umur dengan kejadian diabetes mellitus tipe II. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 8(2).
Edwina, D. A., 2015. Pola Komplilasi Kronis Penderita Diabetes Melitus tipe 2 Rawat Inap di bagian Penyakit Dalam RS. Dr. M. Djamil Padang Januari 2011-Desember 2012. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(1), pp. 102-106.
Ernawati, D. H. I. G. N. A., 2020. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Diet pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas. Jurnal of Bionursing, 2(1), pp. 63-67.
Fatimah, N., 2015. Diabetes Melitus Tipe 2. J MAJORITY, 4(5), pp. 93-101. P, D., 2015. Efektivitas Edukasi Diabetes dalam meningkatkan kepatuhan Pengaturan Diet pada Diabetes Melitus yipe 2. Mutiara Medika, 15(1), pp. 37-41.
Infodatin, 2020. Diabetes Melitus. s.l.:Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.
Karim, A. H., 2013. Proporsi dan Gambaran kepatuhan terhadap terapi diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di RSUD kota Cilegon Periode Januari-Mei 2013. pp. 1-45.
Kemenkes R.I. 2019. Laporan Provinsi Gorontalo Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kemenkes, R.I., 2014. Buku Studi Diet Total: Survei Konsumsi Makanan Individu Indonesia 2014. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Konsensus, 2015. PENGELOLAAN DAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INDONESIA. s.l.:Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.
Kurniawan, I., 2010. Diabetes Melitus Tipe 2 pada Usia Lanjut. Maj Kedokt Indon, 60(12), pp. 576-584.
Maesarah, D. (2019). Eating Patterns and The Incidence of Obesity in Elementary School Children in Gorontalo. Ghidza: Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 3(2), 55–58.
Masi, G., Oroh, W. (2018) Hubungan Obesitas Dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Ranomut Kota Manado. e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 1.
Monginsidi, G. Hubungan Antara Status Sosio-ekonomi Dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Poli Klinik Interna BLU RSUP Prof. Dr. R.D Kandou Manado.
Nugoroho, S., 2012. Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Melitus Melalui Olahraga. MEDIKORA, IX(1), pp. 1-15.
P, B., 2008. Epidemiology of Type 2 diabetes mellitus. Diabetes Mellitus a Fundamental and Clinical Text, 43(1), pp. 544-547.
Perkeni., 2019. PEDOMAN Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. Pb. Perkeni.
Pramayudi, N. (2020). Gambaran Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat.
Pratiwi, S., Prihandhani S. I., dan Pradiptha I. D. G. A. F., (2020). HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA UNIT PELAYANAN TEKNIS DAERAH (UPTD) PUSKESMAS IDINAS KESEHATAN KECAMATAN DENPASAR BARAT. Jurnal Medika: Karya Ilmiah Kesehatan, 5(2).
Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Stiyohadi B, Syam AF. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I. Edisi VI. Jakarta: Interna Publishing.
Yanita, E. B., 2016. Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Kejadisn Diabetes.





