Kejadian Preeklampsia dan Faktor Risiko yang Mempengaruhinya
DOI:
https://doi.org/10.32662/gjph.v1i2.320Keywords:
umur, jarak kehamilan, pendidikan, paritas, preeklmpsiaAbstract
AbstractOne cause of maternal morbidity and mortality is preeclampsia. The purpose of this research was to determine the risk factors of preeclampsia. The type of research was observational analytic using a case control study to determine risk factors for the incidence of preeclampsia in pregnant women. The population in this study as many as 1182 people and the sample size of 168 people consisting of case and control samples. Sampling technique was used purposive sampling. Results was showed that analysis unvariate parity 1 and > 3 as many as 62,5%, the distance of pregnancy < 2 years and > 5 years as many as 35,7% and education < 9 years as many as 33,3%. Analysis bivariate with odds ratio values obtained OR = 1.052, with a lower limit value (0.563) and the upper limit (1.965) then parity was significant risk factor on the incidence of preeclampsia. Results of statistical bivariate analysis OR = 2.088, with a lower limit value (1.096) and the upper limit (3.978) then the distance pregnancy was significant risk factor on the incidence of preeclampsia. Results of statistical bivariate analysis odds ratio values obtained OR = 1.239, with a lower limit value (0.652) and the upper limit (2.354) then education was a significant risk factor on the incidence of preeclampsia. The conclusion of this study was the parity, gap of pregnancy and education were the risk factor for preeclampsia in pregnant women.
Keywords; age, education, gap of pregnancy, parity, preeclampsia
Abstrak
Salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu adalah preeclampsia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian preeclampsia. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan rancangan case control study untuk mengetahui faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1182 orang dan jumlah sampel 168 orang yang terdiri dari sampel kasus dan kontrol. Tehnik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan analisis univariat paritas 1 dan > 3 sebanyak 62,5%, jarak kehamilan < 2 tahun dan > 5 tahun sebanyak 35,7% dan pendidikan < 9 tahun sebanyak 33,3%. Analisis bivariat dengan uji odds ratio diperoleh nilai OR=1,052, dengan nilai lower limit (0,563) dan upper limit (1,965) maka paritas merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap kejadian preeklampsia. Hasil analisis statistik bivariat dengan uji odds ratio dengan nilai OR=2,088, dengan nilai lower limit (1,096) dan upper limit (3,978) maka jarak kehamilan merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap kejadian preeklampsia. Hasil analisis statistik bivariat dengan uji odds ratio diperoleh nilai OR=1,239, dengan nilai lower limit (0,652) dan upper limit (2,354) maka pendidikan merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap kejadian preeklampsia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah paritas, jarak kehamilan dan pendidikan merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil.
Kata kunci; umur, jarak kehamilan, pendidikan, paritas, preeklmpsia
References
Asrianti, Tanti. Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia pada Ibu Melahirkan di RSIA Siti Fatimah Makassar (Skripsi). Makassar: Universitas Hasanuddin; 2009.
Betty Faizah, dkk, 2009. Hubungan karakteristik ibu dengan kejadian preeklampsia di RSUI Yakssi Sragen. Akademi Kebidanan estu Utomo boyolali.
Departemen kesehatan republik Indonesia. Laporan nasional riset kesehatan dasar 2007. Departemen kesehatan republik Indonesia. Jakarta: 2008.
Fibriana, A. I. Faktor-Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kematian Maternal (Studi Kasus di Kabupaten Cilacap) (Skripsi). Semarang: Universitas Diponegoro; 2007.
Hadjiko Y., Kadir S., Mursyidah A. Hubungan karakteristik ibu hamil dengan kejadian preeklampsia. (Skripsi) Universitas Negeri Gorontalo. Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahraagaan: 2014.
Hutabarat RA., Suparman E., Wagey F. Karakteristik pasien dengan preeklampsia di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal e-Clinic (eCl). 2016: Vol 4(1); 31-35.
Ika, Kun N.R. 2009. Hubungan antara preeklamsia dengan bayi berat lahir rendah (BBLR). Jurnal penelitian Stikes Hang Tua Surabaya.
Kusika SY., Masni., Syafar M. Faktor risiko kejadian preeklampsia di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu. (Tesis). Universitas Hasanuddin: Makassar; 2014.
Kiondo P., Maina GW., Bimenya GS, Tumwesigye NA., and Wandabwa J. risk factors for pre-eclampsia in mulago hospital, kampala,uganda. Tropical Medicine and International Health. 2012: Vol 17(4); 480–487.
Nuryani., Magfirah AA., Citrakesumasari, Alharini S. Hubungan pola makan, sosial ekonomi, antenatal care dan karaktersitik ibu hamil dengan kasus preeklampsia di kota Masakkasr. Media gizi masyarakat Indonesia. 2013: vol 2(2); 103-113.
Martaadisoebrata. Obstetri dan ginekologi sosial. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta; 2005.
Rahmadani A dkk. 2013. Faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya preeklampsia / eklampsia. 2013
Rozikhan. Faktor-Faktor Terjadinya Preeklampsia Berat (Tesis). Semarang : Universitas Diponegoro ; 2007.
Senden IG. Severe early onset preeclampsia. Thesis the Erasmus Medical Center Rotterdam, the Netherlands: Department of Obstetrics and Gynaecology, Division of Obstetrics and Prenatal Medicine: 2011.





