Gambaran Status Gizi Balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Gandasuli
DOI:
https://doi.org/10.32662/gjph.v8i2.4477Keywords:
balita, posyandu, status giziAbstract
Masalah gizi pada anak balita masih menjadi isu serius di Indonesia, dengan prevalensi stunting, wasting (gizi buruk), underweight (kurus), dan overweight (gizi berlebih) yang masih tinggi. Semua kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara nutrisi yang masuk dan kebutuhan tubuh anak, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan dan perkembangan kognitifnya di masa depan. Lebih lanjut, hal ini juga dapat meningkatkan risiko anak terhadap penyakit dan kematian. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran status gizi balita dengan menggunakan indikator TB/U, BB/TB dan BB/U. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang dilakukan dengan cara mengambil seluruh responden yang berada pada saat penelitian dilakukan sebanyak 220 balita yang tersebar di Posyandu Kampung Makian, Gandasuli Mawar Merah & Anggrek, Panamboang Melati dan Papaloang Puncak Sibela. Dari 220 balita di 4 posyandu, ditemukan 5.9% status gizi pendek dan sangat pendek 15%, status gizi buruk 3.2% dan gizi kurang 11.8%, berisiko gizi lebih 5.5% dan 1.4%, status gizi berat badan sangat kurang 3.6%, berat badan kurang 15.9% dan risiko berat badan lebih 3.2%. Diharapkan adanya pelatihan khusus bagi petugas kesehatan dan kader posyandu terkait dengan pengukuran antropometri, pembuatan MP-ASI, dan penanganan masalah gizi.References
Anizah, H.I. (2021) ‘Gambaran Karakteristik Ibu Dan Status Gizi Bayi dibawah Usia 2 tahun di Desa Mojosari, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro’, Info Kesehatan, 11(2), pp. 367–374.
Berlina, E. (2021) Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Pada Balita Di Posyandu Desa Semen Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun.
Harwijayanti, B.P. et al. (2023) Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak. Available at: https://books.google.co.id/books?id=s7KpEAAAQBAJ.
Istiqomah, N., Nurul Widyawati, M. and Kurnianingsih (2024) ‘Gambaran Status Gizi Balita Usia 0-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang’, Health Information : Jurnal Penelitian, 16(2), p. e1487. Available at: https://doi.org/10.36990/hijp.v16i2.1487.
KDPDTT (2017) Buku Saku Desa Dalam Penanganan Stunting, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Jakarta: Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Kemenkes RI (2020) Peraturan Menteri Kesehatan republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
Kemenkes RI (2021) Kader Pintar Cegah Stunting. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Kemenkes RI (2022) Buku Saku Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi, kabupaten/Kota Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Available at: https://doi.org/10.36805/bi.v2i1.301.
Kemenkes RI (2023) Profil Kesehatan Indonesia 2022, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Available at: https://www.kemkes.go.id/downloads/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-2021.pdf.
Kemenkes RI (2024) Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lontaan, A. et al. (2023) Program Kesehatan Dalam Peningkatan Status Kesehatan Ibu dan Anak. Padang Sumatera Barat: PT Global Eksekutif Teknologi.
PKM Gandasuli (2024) Laporan Data Status Gizi Balita. Kabupaten Halmahera Selatan.
PPN/Bappenas, K. (2018) ‘Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten/Kota’, Rencana Aksi Nasional dalam Rangka Penurunan Stunting: Rembuk Stunting, (November), pp. 1–51. Available at: https://www.bappenas.go.id.
Supriyatni, N. et al. (2021) ‘Kolaborasi Cegah Stunting Dengan Mempersiapkan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Jambula’, Jurnal Biosainstek, 3(2), pp. 2018–2021. Available at: https://doi.org/10.52046/biosainstek.v3i2.735.
UNICEF (2023) Laporan Tahunan 2023.





