Pengetahuan, Status Hidrasi, Persen Lemak Tubuh, Kadar Hemoglobin, dan Kebugaran Atlet Senam
DOI:
https://doi.org/10.32662/gjph.v2i2.737Keywords:
hemoglobin, physical fitness, hydration knowledge, percent body fat, hydration status, kebugaran, pengetahuan hidrasi, persen lemak tubuh, status hidrasiAbstract
Abstract
Physical fitness is the ability of a person body to do a day work without feeling significant fatigue, that the body has a reserve of energy to overcome the excessive workload. The purpose of this study was to determine the relationship between hydration knowledge, hydration status, body composition, hemoglobin level with physical fitness in gymnastics athletes. This study was design a cross sectional study at GOR Raden Inten East Jakarta. Independent variables were hydration knowledge, hydration status, body composition (percent of body fat) and hemoglobin level, while the dependent variable was physical fitness. The statistical test used in this study was the spearman correlation test, because the dependent variable in this study was abnormally distributed. The results of this study were that there was no significant relationship between hydration knowledge and physical fitness (r = 0.181; p > 0.05), there was no significant relationship between hydration status and physical fitness (r = -0,440; p = 0,052), there was no relationship significant between body composition (percent of body fat) and physical fitness (r = 0,351; p > 0.05), and there was a significant relationship between hemoglobin level and physical fitness (r = 0,600; p < 0.05). The conclusion in this study, there was a significant relationship between hemoglobin level and physical fitness.
Kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan sehari-hari tanpa merasakan kelelahan yang cukup berarti, sehingga tubuh itu sendiri memiliki cadangan energi untuk mengatasi beban kerja yang berlebih. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan hidrasi, status hidrasi, komposisi tubuh, kadar hemoglobin dengan kebugaran pada atlet senam. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional yang dilakukan di GOR Raden Inten Jakarta Timur. Variabel independen yaitu pengetahuan hidrasi, status hidrasi, komposisi tubuh (persen lemak tubuh)dan kadar hemoglobin, sedangkan variabel dependen yaitu kebugaran. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi spearman, karena variabel dependen pada penelitan berdistribusi tidak normal. Hasil dari penelitian yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan hidrasi dan kebugaran (r=0,181; p>0,05), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status hidrasi dan kebugaran (r=-0,440; p>0,05), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komposisi tubuh dan kebugaran (r=0,351; p>0,05) dan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dan kebugaran (r=0,600; p<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan kebugaran atlet.
References
Anggraeni L dan Wirjatmadi RB. 2019. Status Hemoglobin, Kebiasaan Merokok dan Daya Tahan Kerdiorespirasi (VO2 maks) pada Atlet Unit Kegiatan Mahasiswa Bola Basket. Media Gizi Indonesia. 14(1): 27 – 34.
Bernadot D. 2014. Gymnastics In W. Blackwell Sport Nutrition (pp. 596-606). Medical Commision Publication. New Delhi.
Bryantara OF. 2016. Faktor yang Berhubungan dengan Kebugaran Jasmani (VO2 Maks) Atlet Sepak Bola. Jurnal Berkala Epidemiologi. 237-249.
Decher NR, Yeargin A, Douglas C, Susan WY. 2008. Hydration Status, Knowledge and Behavior in Youth at Summer Sports Camps. International Journal of Sports Physiology and Performance. 3(3): 262-278.
Fachri RL. 2017. Pengetahuan Tentang Kesdaran Hidrasi Pada Atlet Sepakbola SSB Hizbul Wathan U-17 Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. (Skripsi). Universitas Negeri Surabaya. Surabaya.
Giriwijoyo S dan Sidik DZ. 2013. Ilmu Kesehatan Olahraga. PT Remaja Rordakarya. Bandung.
Hadi NS. 2017. Air Dalam Hardinsyah dan Supariasa ID. Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi (pp. 99-105). EGC. Jakarta.
Hampl J dan Garrdlaw G. 2007. Perspective in Nutrition Seventh Edition. McGraw-Hill. New York.
Indrianti E. 2010. Antropometri untuk Kedokteran, Keperawatan, Gizi, dan Olahraga. PT. Citra Aji Parama. Yogyakarta.
Jessri M, Maryam J, Bahram R, Caryn Z. 2010. Evaluation of Iranian College Athletes Sports Nutrition Knowledge. International Journal of Sports Nutrition and Exercise Metabolism. 20: 257–263.
Karabudak E, Eda K, Yasemin E, Ozge K. 2016. Dietary Intake of Turkish Gymnast and Non-Gymnast Children. Nutrition and Dietetics. 73: 184–189.
Kemenkes RI. 2014. Pedoman Gizi Olahraga Prestasi. Kementrian Kesehatan RI: Jakarta.
Kemenkes RI. 2013. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta. Kemenkes RI.
Kemenkes RI. 2019. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta. Lembaga penerbit badan penelitian dan pengembangan kesehatan.
Kemenpora RI. 2016. Laporan Kinerja Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Kementrian Pemuda dan Olahraga. Jakarta.
Kusuma RD, Agustina ATT, Syarifah NYR. 2016. Hubungan Tingkat Pengetahuan Asupan Cairan terhadap Status Hidrasi pada Lansia di Posyandu Lansia Keluarahan Banjar Serasan Kecamatan Pontianak Timur. Jurnal Cerrebellum. 360–370.
Maemun P. 2017. Pengetahuan tentang Cairan, Asupan Cairan, Status Hidrasi, Status Gizi, Aktifitas Fisik, dan Tingkat Kebugaran Fisik Pada Atlet Rugby di Universitas Negeri Jakarta. (Skripsi). Universitas Esa Unggul. Jakarta.
Mahastuti F, Zen R, Suroto. 2018. Hubungan Tigkat Kecukupan Gizi, Aktifitas Fisik, dan Kadar Hemoglobin dengan Kebugaran Jasmani (Studi pada Atlet Basket di Universitas Negeri Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 458–466.
Murbawani EA. 2017. Hubungan Persen Lemak Tubuh dan Aktivitas Fisik dengan Tingkat Kesegaran Jasmani Remaja Putri. Journal of Nutrition and Health. 5(2): 69 – 84.
Murray B. 2007. Hydration and Physical Performance. Journal of the American College of Nutrition. 542–548.
Mustaqim EY dan Endang SW. 2013. Hubungan Kadar Hemoglobin (Hb) dengan Kebugaran Jasmani Pada Siswa Ekstrakulikuler Sepakbola SMA Negeri 1 Bangsal. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. 637–640.
Notoatmodjo S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.
Pratama AWP dan Cerika R. 2018. Hubungan Status Hidrasi dengan VO2 max Pada Atlet Sepak Bola. Medikora. 61–72.
Rahmaniar A dan Dewi RC. 2018. Tingkat Konsumsi Karbohidrat, Status Hidrasi Serta Cairan Pada Atlet Bola Basket. Medikora. 53–61.
Rahmawati, Nur H, Setyowati. 2017. Hubungan Asupan Energi dan Status Hidrasi dengan Kebugaran Atlet Voly Putri Club Voly Baja 78 Bantul Yogyakarta. Jurnal Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. 56–60.
Ramdhan RI dan Rismayanti C. 2016. Hubungan Antara Status Hidrasi Serta Konsumsi Cairan Pada Atlet Bola Basket. Medikora. 53–61.