PUTUSAN ULTRA PETITA SEBAGAI KONSEKUENSI PENERAPAN ASAS DOMINUS LITIS DALAM PERADILAN TATA USAHA NEGARA (STUDI PUTUSAN NOMOR 144/PK/TUN/2012)

Authors

  • Dania Rizky Nabilla Gumilar Gumilar

DOI:

https://doi.org/10.32662/golrev.v7i1.3284

Keywords:

Asas Dominus Litis, Ultra Petita, Peradilan Tata Usaha Negara

Abstract

Asas keaktifan hakim (dominus litis principle) merupakan salah satu asas utama dalam lingkup Peradilan Tata Usaha Negara. Penggunaan asas dominus litis memiliki peran yang kuat dalam penyelesaian sengketa tata usaha negara dengan memberikan hakim kebebasan untuk meneliti secara lengkap dan menyeluruh terkait objek yang dipersengketakan. Tulisan ini bertujuan melihat penggunakan asas dominus litis sebagai konsekuensi terhadap penerapan putusan ultra petita dalam Peradilan Tata Usaha Negara. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis normatif.Pandangan mengenai larangan penerapan ultra petita dalam praktik Peradilan Tata Usaha Negara seharusnya dapat diluruskan dengan adanya yurisprudensi Putusan MA RI No. 5 K/TUN/1992 dan telah diterapkannya ultra petita dalam beberapa putusan Peradilan TUN salah satunya dalam Putusan PTUN Makassar No. 38/G.TUN/2010/PTUN.Mks dan telah berkekuatan hukum tetap melalui Putusan Mahkamah Agung RI No. 144/PK/TUN/2012.

References

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang tentang Peradilan Tata Usaha Negara. UU No. 5 Tahun 1986. LN No. 77 Tahun 1986, TLN No. 3344.

Putusan Pengadilan

Putusan Mahkamah Agung RI. Putusan No, 5/K/TUN/1992.

Putusan Mahkamah Agung RI. No. 144/PK/TUN/2012.

Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar. Putusan No. 58/G.TUN/2010/PTUN.

Buku

Black, Henry Campbell. Black’s Law Dictionary. 6th ed. St. Paul: West Publishing Co., 1990.

Bruggink, J.J. H. Refleksi Tentang Hukum. diterjemahkan Arief Sidharta. Bandung: Citra Aditya Bakti, 1999.

Fachruddin, Irfan. Pengawasan Peradilan Administrasi Terhadap Tindakam Pemerintah. Bandung: Alumni, 2004.

Indroharto. Usaha Memahami Undang-Undang Tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Buku II: Beracara di Pengadilan Tata Usaha Negara. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2004.

Khairo, Fatria. Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara. Jakarta: Penerbit Cintya Press, 2016.

Lotulung, Paulus Effendie. Himpunan Makalah Azas-azas Umum Pemerintahan Yang Baik (A.A.U.P.B). Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 1994.

Mahkamah Agung RI. Perkembangan Peradilan Tata Usaha Negara dan Pokok-Pokok Hukum Tata Usaha Negara Dilihat Dari Beberapa Sudut Pandang. Jakarta: Mahkamah Agung RI, 2011.

Marbun, SF. Peradilan Administrasi Negara dan Upaya Adminstratif di Indonesia. Yogyakarta: UII Press, 2003.

Mujiburohman, Dian Aries. Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara. Yogyakarta: STPN Press, 2022.

Tjandra, W. Riawan. Peradilan Tata Usaha Negara: Mendorong Terwujudnya Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya, 2009.

Yuslim. Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara. Jakarta: Sinar Grafika, Jakarta, 2015.

Artikel Ilmiah

Asmorojati, Anom Wahyu. “The Urgency to Establish State Administrative Court Actualize the Concept of State Law in Indonesia.†Advances in Economics, Business and Management Research. Vol. 121. (2020). Hlm. 54-58.

Bimasakti, Muhammad Adiguna. “Meninjau Kekuatan Pembuktian Pengakuan Pihak Dalam Sistem Pembuktian Pada Peradilan Tata Usaha Negara.†Jurnal Hukum Peratun. Vol. 2 No. 1. (Agustus 2019). Hlm. 98-118.

Blegur, Spyendik Bernadus. “Asas-Asas Hukum Utama Dalam Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara.†Jurnal Hukum Peratun. Vol. 5 No. 1 (Februari 2022). Hlm. 39-56.

Chandranegara, Ibnu Sina. Ultra Petita Dalam Pengujian Undang-Undang dan Jalan Mencapai Keadilan Konstitusi.†Jurnal Konstitusi. Vol. 9 No. 1 (Maret 2012). Hlm. 27-48

Christin, Nelvy. “Ultra Petita dalam Putusan Peradilan Tata Usaha Negara.†Majalah Hukum Varia Peradilan. Vol. 26, No. 304 (Maret 2011). Hlm. 60-69.

Hapsari, Elisabeth Putri. “Kewenangan Hakim Peradilan Tata Usaha Negara Menggunakan Asas Ultra Petita Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No. 5 K/TUN/1992 (Studi Kasus Putusan No. 32/G/2012/PTUN.SMG).†Diponegoro Law Journal. Vol. 6 No. 2 (2017). Hlm. 1-18.

Martitah. “Anotasi Putusan Ultra Petita Dalam Lingkup Peradilan Administrasi Di Indonesia.†Jurnal MMH, Jilid 43 No. 1. (Januari 2014) Hlm. 115-124.

Putrijanti, Aju. “Prinsip Hakim Aktif (Domini Litis Principle) Dalam Peradilan Tata Usaha Negara.†Jurnal MMH. Jilid 42, No. 3 (Juli 2013). Hlm. 320-328.

Subagyono, Bambang Sugeng Ariadi, et al. “Kajian Penerapan Asas Ultra Petita Pada Petitum Ex Aequo Et Bono.†Yuridika. Vol. 29 No. 1. (Januari-April 2014). Hlm. 100-112.

Vieru, Simona. “Aristotle’s Influence on the Natural Law Theory of St. Thomas Aquinas.†The Western Australian Jurist. Vol. 1 (2010). Hlm. 115-122.

Wairocana, I Gusti Ngurah, et al. “Kendala dan Cara Hakim Peradilan Tata Usaha Negara Pasca UU Administrasi Pemerintahan: Suatu Pendekatan Atas Penanganan Perkara Fiktif Positif.†Jurnal Hukum & Pembangunan. No. 3 (2020). Hlm. 563-585.

Weda, Ni Komang Dewi Novita Indriyani, et al. “Penerapan Asas Hakim Aktif (Dominis Litis) Dalam Persidangan Di Pengadilan Tata Usaha Negara (Studi Kasus Putusan No. 1/G/2017/PTUN.DPS).†Jurnal Preferensi Hukum. Vol. 2 No. 1 (Februari 2021. Hlm. 27-32.

Weinrib, Ernest J. “Corrective Justice in a Nutshell,†The University of Toronto Law Journal. Vol. 52, No. 4 (2002). Hlm. 349-356.

Wells, Catharine Pierce. “Tort Law as Corrective Justice: A Pragmatic Justificaion for Jury Adjudication.†Michigan Law Review. Vol. 88 Issue 8 (1990). Hlm. 2348-2413.

Downloads

Published

2024-04-30