Sifat Fisikokimia Jagung Hibrida (Zea mays L.) Pada Beberapa Waktu Pemanenan

Muh Arsyad

Abstract

Panen yang dilakukan sebelum atau setelah masak fisiologis akan berpengaruh terhadap kualitas fisik dan kimia biji jagung. Salah satu aspek penanganan pasca panen yaitu pemanenan pada waktu yang tepat dan dimaksudkan agar jagung yang dipanen dapat bertahan lama, tidak mengalami kerusakan serta kandungan gizi yang terdapat pada bahan pangan tidak banyak mengalami perubahan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh umur pemanenan terhadap sifat fisikokimia jagung hibrida dari segi kadar air, berat biji jagung dan kandungan kadar abu dan mengetahui umur pemanenan yang optimal terhadap fisikokimia jagung hibrida. Penelitian dilakukan dengan mengukur kadar air, kadar abu dan berat biji jagung dengan umur panan yang berbeda  yaitu 100 HST, 110 HST, dan 120 HST dan dilakukan pengolahan data dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sifat fisikokimia jagung hibrida saat pemanenan berpengaruh sangat nyata baik terhadap kadar air dan berat jagung maupun pada kadar abu jagung hibrida. Jagung yang dipanen pada waktu lama secara umum mengalami penurunan kadar air, kadar abu dan berat biji jagung. Pemanenan 100 HST memiliki kadar abu dan berat biji yang optimum sedangkan untuk kadar air pada umur pemanenan 120 HST.

Keywords

jagung; kadar air; umur panen.

Full Text:

PDF

References

Apriyantono,1988 Analisis Pangan. PAU Pangan dan Gizi IPB : Bogor

Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Aceh, 2009. Budidaya Tanaman Jagung. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NAD. Aceh.

BPS Pohuwato, 2017. Pohuwato Dalam Angka. Kabupaten Pohuwato. Provinsi Gorontalo.

Darun, Sukierman., 2012. Pengaruh Suhu Pengeringan dan Lama Pengeringan terhadap Mutu Jagung Pipilan. Universitas Sumatera Utara

Firmansyah, I.U., S. Saenong, B. Abidin, Suarni, dan Y. Sinuseng. 2005. Proses pasca panen untuk menunjang perbaikan Produk Biji Jagung Berkala Industri. Laporan Hasil Penelitian Tanaman Serealia.

Gaga, amran., 2017. Pengaruh Pengeringan Terhadap Laju Penurunan Kadar Air dan Berat Jagung (Zea mays L.) Untuk Varietas Bisi 2 dan Nk22. Skripsi. Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Ichsan Gorontalo. Gorontalo.

Nurba, D. 2010. Analisis Distribusi Suhu Aliran Udara, RH dan Kadar Air dalam Instor Dryer ISD untuk Biji Jagung. IPB ( Bogor Agricultural Universitas).

Parajuli, Rahim., 2016. Pengaruh waktu pengeringan terhadap Laju Penurunan kadar air dan berat jagung hibrida (Zea mays l.). Skripsi Universtas Ichsan Gorontalo, Gorontalo.

Sinurat Ellya dan Mulyati. 2014. Pengaruh Waktu dan Suhu Pengeringan terhadap Kualitas Permen Jeli. JPB Perikanan Vol. 9 No. 2 Tahun 2014: 133–142.

Suarni , S. Widowati 2007. Struktur, Komposisi dan Nutrsi Jagung. Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros. Akses Tanggal 28 Oktober 2017.

Taufiq, M. 2004. Pengaruh Temperatur Terhadap Pengeringan Jagung Pada Pengeringan Konvensional. Fakultas Teknik. Universitas Sebelas Maret.

Winarno, F. G. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.