Pengaruh Kadar Air Awal pada Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Susut Bobot dan Tingkat Kekerasan Selama Penyimpanan pada Suhu Rendah

A.Khairun Mutia

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu jenis komoditas penting bagi masyarakat yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga perlu diimbangi dengan ketersediaan di pasaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun bawang merah sangat mudah mengalami perubahan mutu seperti susut bobot, dan penurunan tingkat kekerasan karena memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga umur simpan bawang merah menjadi pendek. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan faktor yaitu kadar air awal penyimpanan. Kadar Air awal yang digunakan adalah 76%, 80% dan 85% dan disimpan dengan suhu 5ºC selama 12 minggu. Parameter yang diamati adalah susut bobot dan tingkat kekerasan. Hasil Penelitian menunjukkan bawah kadar air memberikan pengaruh yang nyata terhadap susut bobot dan tingkat kekerasan dari bawang merah selama penyimpanan. Kadar air awal yang mampu mempertahankan mutu bawang merah selama penyimpanan adalah 80%.

 

 

 

Keywords

bawang merah; penyimpanan suhu rendah; susut bobot; kekerasan; kadar air.

Full Text:

PDF

References

Ahmad U. 2013. Teknologi Penanganan Pascapanen Buahan dan Sayuran. Yogyakarta (ID): Graha Ilmu.

Aziz A, Ete A dan Bahrudin. 2013. Karakterisasi Sumber Benih Bawang Merah dari Berbagai Daerah Sentra Produksi di Lembah Palu. J.Agrotekbis 1(3):221-227.

Darmawidah A, Dewayani, Cicu dan Purwani. 2010. Teknologi Pengolahan Bawang Merah. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Inovatif Pascapanen (ID). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan.

Hawa, L. C. (2006). Pengembangan Model Tekstur Dan Umur Simpan Buah Sawo (Achras sapota L) dengan Variasi Suhu Dan Tekanan Pada Penyimpanan Hipobarik. Jurnal Teknologi Pertanian, 7(1), 10-19

Mutia, A. K., Purwanto, Y. A., & Nugroho, L. P. E. (2015). Penyimpanan bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada suhu rendah dan tingkat kadar air awal yang berbeda. Jurnal Pascapanen, 11(2), 108–115.

Nugraha S, Resa S A dan Yulianingsih. 2012. Inovasi Teknologi Instore Drying Untuk Mempertahan Mutu Dan Nilai Tambah Bawang Merah. Bogor (ID). Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pascapanen (ID). Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian.

Nurkomar, Rakhmadion S dan Kurnia L. 2001. Teknik Penyimpanan Bawang Merah Pasca Panen di Jawa Timur. J Teknologi Pertanian, 2(2) : 79-95.

Priyantono E, Ete A dan Adrianton. 2013. Vigor Umbi Bawang Merah (Allium Ascallonicum L.) Varietas Palasa Dan Lembah Palu Pada Berbagai Kondisi Simpan. E-J. Agrotekbis 1 (1) : 8-16.

Purwanto Y A, Oshita S, Makino Y, Kawagoe Y. 2012. Indikasi kerusakan dingin pada mentimun Jepang (Cucumis sativus L.) berdasarkan perubahan ion leakage dan pH. J.Keteknikan Pertanian, 26(1) : 33-37.

Rustini S dan Prayudi B. 2011. Teknologi Produksi Benih Bawang Merah Varietas Bima Brebes. Risalah Hasil Pengkajian Inovasi Hortikultura di Jawa Tengah. Jawa Tengah (ID). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah.

Surhaini dan Indriyani, 2009. Pengaruh Jenis Plastik dan Cara Kemas terhadap Tomat Selama dalam Pemasaran. J.Agronomi 13(2):117-124.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.