PENGARUH DAYA MICROWAVE TERHADAP PRODUKSI DAN KARAKTERISTIK SENYAWA BIO-OIL AMPAS SAGU MENGGUNAKAN METODE PIROLISIS DAN GAS CHROMATOGRAPHY (GC)

Darlyanto Darlyanto

Abstract

This study examines the effect of microwave power with the pyrolysis method on the volume and composition of sago waste bio-oil. Sago waste is obtained from Sampara Village, Sampara District, Konawe Regency, Southeast Sulawesi. The dried sago waste is then hydrolyzed using a microwave at varying power, namely 300 watts, 450 watts, 600 watts, and 800 watts. Each pyrolysis process is carried out as much as 50 grams for 60 minutes. One of the products of sago waste pyrolysis is condensed smoke. This condensed smoke is called bio-oil. The volume of bio-oil from sago pulp was measured using a measuring cup and its constituent compounds were characterized using GC – MS Gilent. When the pyrolysis power is 300 watts, 450 watts, and 600 watts, the volume of sago waste bio-oil increases. Meanwhile, at 800 watts the volume of sago waste bio-oil decreased. The results of GC-MS characterization showed that the pyrolysis power of 450 watts produceds 12 compounds. Meanwhile, at the pyrolysis power of 300 watts (8 compounds), 600 watts (10 compounds), and 800 watts (4 compounds). The content of sago waste bio-oil compounds is dominated by 2-propanol, 1-methoxy.

Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh daya microwave dengan metode pirolisis terhadap volume dan senyawa penyusun bio-oil ampas sagu. Ampas sagu diperoleh dari Desa Sampara, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Ampas sagu yang telah dikeringkan, kemudian dipirolisis menggunakan microwave pada daya yang divariasikan yaitu 300 watt, 450 watt, 600 watt dan 800 watt. Proses pirolisis masing-masing dilakukan sebanyak 50 gram selama 60 menit. Salah satu produk pirolisis ampas sagu adalah asap terkondensasi. Asap yang telah terkondensasi ini disebut bio-oil. Volume bio-oil ampas sagu diukur menggunakan gelas ukur dan senyawa penyusunnya dikarakterisasi menggunakan GCMS Gilent. Ketika daya pirolisis 300 watt, 450 watt dan 600 watt volume bio-oil ampas sagu meningkat. Sementara itu pada daya pirolisis 800 watt volume bio-oil ampas sagu menurun. Hasil karakterisasi GC-MS menunjukkan bahwa pada daya pirolisis 450 watt menghasilkan 12 senyawa. Sementara pada daya pirolisis 300 watt (8 senyawa), 600 watt (10 senyawa) dan 800 watt (4 senyawa). Kandungan senyawa bio-oil ampas sagu didominasi oleh 2-propanol,1-methoxy.

Keywords

Bio-Oil; Gas Chromatography; Microwave; Pyrolysis; Sago Dregs;Ampas Sagu; Bio-Oil; Gas Chromatography; Microwave; Pirolisis;

Full Text:

PDF

References

. Departemen Pertanian, 2004, Produktivitas Perkebunan, Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan, Semarang.

. Direktoral Jenderal Perkebunan, 2011, Sumber Daya Genetik Sagu Mendukung Pengembangan Sagu Di Indonesia, Manado.

. BPS Sultra, Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara, 2013, Produksi hasil pertanian, BPS, Kendari.

. Saputra,E., S., Bahri, Edward, 2007, Bio-Oil dari Limbah Padat Sawit, Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan, Vol. 6, No. 2, hal. 45-49.

. Ratnasari. Fera, 2011, Processing Oil Palm Shells with Engineering Pyrolysis for Production of Bio-Oil, Skripsi.Universitas Diponegoro, Semarang.

. Aripin, S., Mitsudo, I. N. Sudiana, S. Tani, K. Sako, Y. Fujii, T. Idehara, T. Saito, 2011, Rapid sintering of silica xerogel derived from sago waste ash using submillimeter waves, J. of Infrared, millimeter and terahertz waves, 37, pp. 453-462.

. Febriyanti F., Fadila N., Sanjaya A.S., Bindar Y., Irawan A., 2019. Pemanfaatan limbah tandang kosong kelapa sawit menjadi bio-char, bio-oil, dan gas dengan metode pirolisis.Jurnal Chemurgy, Vol 3 No 2. pp. 12-17

. Ayudiarti D.L., Sari R.N., 2010, Asap Cair dan Aplikasinya Pada Produk Perikanan, Vol. 5 No.3.

. Fernandez, Y., Arenillas, A., Diez, M.A., Pis, J.J., Menendez, J. A., 2009, Pyrolisis glycerol over activated carbons for syngas production. J. Anal Appl. Pyrolysis, 84, 145-150.

. Haji, A. G., Mas’ud, Z. A., Lay, B. W., Sutajhjo, S. H., Pari. G., 2007, Karakterisasi asap cair hasil pirolisis sampah organik padat. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, Bogor.

. Wijaya, M., 2008, Perubahan Suhu Pirolisis Terhadap Struktur Kimia Asap Cair dari Serbuk Gergaji Kayu Pinus, dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 1(2): 73-77.

. Stein, Y.S., and Antal, Jr, M.J. 1983, A study of the gas-phase pyrolysis of glycerol. Journal of Analytical and Applied Pyrolysis, Vol 4,pp. 283-296.

. Ratnawati, Hartanto S., 2010, Pengaruh Suhu Pirolisis Cangkang Sawit Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Asap Cair. Jurnal Teknik Kimia.

. Swastawati, F., 2008, Quality and Safety of Smoked Catfish (Aries talassinus) Using Paddy Chaff and Coconut Shell Liquid, J. Of Coast Dev, 12(1), 47-55.

. Budijanto, S., Rokhani, H., Sulusi, P., Setyadjit., Sukarno., dan Ita, Z., 2008, Identifikasi dan Uji Keamanan Asap Cair Tempurung Kelapa untuk Produk Pangan, J.Pascapanen, 5(1), 32-40.

. Gabriel, C., Sami Gabriel, S., Grant, E.H., Ben, S. J., Halstead, B.S.J., Mingos, D.M.P. 1998, Dieletric parameters relevant to microwave dielectric heating Chemical Society Reviews, Vol. 27, pp.213-223.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.