Status Gizi, Tekanan Darah dan Kadar Glukosa Darah Pada Peserta Majelis Taklim Di Kota Ambon
Abstract
Abstract
Â
Nutritional status is a balance between nutrient intake from food and the nutrients needs for body metabolism. In adulthood, body growth (height) is maximum and will not increase. Malnutrition can influence the incidence of noncommunicable desease which increase morbidity and mortality. Degenerative diseases are health problem, not only in urban areas but also in rural areas. The purpose of the study was to describe the nutritional status, blood pressure, and blood glucose levels of the taklim assembly participants in Ambon City. The type of research was quantitative with a descriptive design approach. The number of research samples that fullfill the requirements were 19 people. The variabel analysis was nutritional status, blood pressure, and level blood glucose. The results showed that the age of respondents between 19 to 72 years old, 52.6% had normal nutritional status, 26.3% had severe obesity, and 21.1% had mild obesity. A total of 84.2% had normal blood pressure and 15.8% had hypertension blood pressure, 89.5% had normal blood glucose levels, 10.5% had high blood glucose levels. It was concluded that among all respondents, respondents were found in the category obese base on BMI, hypertension and high blood glucose. It was suggested the important to control weight gain, blood pressure and blood glucose for prevention of noncommunicable desease.
Â
Keywords: blood glucose; nutritional status; blood pressure
Â
Abstrak
Â
Status gizi merupakan keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan yang diperlukan untuk metabolism tubuh. Pada usia dewasa pertumbuhan tubuh (tinggi badan) yang maksimal dan tidak akan bertambah lagi. Masalah gizi akan berpengaruh pada kejadian penyakit tidak menular sehingga meningkatkan angka kesakitan maupun angka kematian. Penyakit degeneratif menjadi masalah kesehatan, bukan hanya di daerah perkotaan tetapi juga di wilayah pedesaan. Tujuan dari penelitian adalah untuk menggambarkan status gizi, tekanan darah, dan kadar glukosa darah pada peserta majelis taklim di Kota Ambon. Jenis penelitiannya adalah kuantitatif dengan pendekatan descriptive design. Jumlah sampel penelitian yang memenuhi kriteria adalah 19 orang. Analisis variabel penelitian meliputi status gizi, tekanan darah, dan kadar glukosa darah. Hasil penelitian menunjukkan umur responden bervariasi antara 19 – 72 tahun, sebanyak 52,6% yang memiliki status gizi normal, 26,3% yang memiliki status gizi gemuk tingkat berat, dan 21,1% yang memiliki status gizi gemuk tingkat ringan. Sebanyak 84,2% yang memiliki tekanan darah normal dan sebanyak 15,8% yang memiliki tekanan darah hipertensi, 89,5% yang memiliki kadar glukosa darah sewaktu yang normal, 10,5% dengan kadar glukosa darah tinggi. Disimpulkan bahwa diantara seluruh responden, didapatkan responden dengan kategori IMT gemuk, hipertensi dan glukosa darah sewaktu yang tinggi. Disarankan pentingnya pengendalian berat badan, tekanan darah dan glukosa darah guna pencegahan penyakit tidak menular.
Â
Kata kunci: glukosa darah; status gizi; tekanan darahReferences
Adriansyah LP. 2015. Gambaran Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Mahasiswa Angkatan 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. (Naskah Publikasi). Universitas Sam Ratulangi. Manado.
Budhyanti W. 2017. Status Gizi Dan Status Tanda Vital Mahasiswa Akfis UKI. (Naskah Publikasi). Universitas Kristen Indonesia. Jakarta.
Fox C dan Kilvert A. 2010. Bersahabat dengan Diabetes Tipe 2. Penebar Plus. Jakarta.
Kemenkes RI. 2020. Tetap Produktif, Cegah, dan Atasi Diabetes Melitus. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. Jakarta. https://pusdatin.kemkes.go.id.
Kemenkes RI. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Kemenkes RI. 2019. Tabel Batas Ambang indeks Massa tubuh (IMT). P2PTM Kemenkes RI. Jakarta. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/tabel-batas-ambang-indeks-massa-tubuh-imt.
Kemenkes RI. 2018. Cek Tekanan Darah Anda Untuk Mendeteksi Dini Risiko Hipertensi, Stroke dan Penyakit Jantung. P2PTM Kemenkes RI. Jakarta. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/2/cek-tekanan-darah-anda-untuk-mendeteksi-dini-risiko-hipertensi-stroke-dan-penyakit-jantung.
Kemenkes RI . 2020. Yuk, Mengenal Apa Itu Penyakit Diabetes Melitus (DM). P2PTM Kemenkes RI. Jakarta. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-diabetes-melitus/page/5/yuk-mengenal-apa-itu-penyakit-diabetes-melitus-dm.
Lewa PR. 2010. Faktor- Faktor Resiko Hipertensi Sistolik Terisolasi pada Lanjut Usia di Yogyakarta. Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat. 26(44).
Nuryani dan Sandalayuk M. 2020. Hubungan riwayat penyakit keluarga, kebiasaan merokok dan konsumsi alcohol dengan factor risiko sindrom metabolic. Media ilmu kesehatan. 9(1): 85 – 94.
Priadi PA. (2016). Pengaruh Senam Jantung Sehat Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi di PSTW Budi Mulia 03 Margaguna Jakarta Selatan. (Skripsi). Universitas Islam Negeri Universitas Syarif Hidayatulah. Jakarta.
Pritasari, Didit D, Nugraheni TL. 2017. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Edisi Tahun 2017. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
Rasmika D. 2008. Pemeriksaan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Masyarakat Dusun Samu Mambal Kabupaten Badung. (Naskah Publikasi). Universitas Udayana. Denpasar.
Rochman W, 2006. Diabetes Melitus Pada Usia Lanjut. Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III. FK UI. Jakarta.
Sadeli I. 2016. Tekanan Darah Tinggi.. http://p2tm.kemkes.go.id.
Sugiharto A. 2007. Faktor-faktor Resiko Hipertensi Grade II Pada Masyarakat. (Tesis). Universitas Diponegoro. Semarang.
Suharsa H dan Sahnaz. 2014. Status Gizi Lebih dan Faktor-faktor Lain Yang Berhubungan pada Siswa Sekolah Dasar Islam Tirtayasa Kelas IV Dan V di Kota Serang Tahun 2014. Jurnal Lingkar Widyaiswara. 3(1): 53-76.
Tandra H. 2009. Kiss Diabetes Goodbye. Jaring pena. Surabaya.
Thamaria N. 2017. Penilaian Status Gizi. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Edisi Tahun 2017. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.