Collaborative Governance Dalam Menjalankan Sistem Keamanan Berbasis Closed Circuit Television (CCTV) di Kota Makassar

Ahmad Harakan, Ferawaty Ferawaty

Abstract

Artikel ini membahas tentang Collaborative governance dalam menjalankan sistem keamanan berbasis CCTV. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 6 orang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Ansell dan Gash pada bentuk collaborative governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelaksanaan collaborative governance antara Pemerintah Kecamatan Panakkukang, Dinas Kominfo Kota Makassar, Polrestabes Makassar, Pihak Swasta dan Masyarakat dilakukan dengan mengadakan dialog tatap muka disertai adanya rasa saling membangun kepercayaan, komitmen untuk memproses dan saling berbagi pemahaman antar aktor yang terlibat untuk mencapai tujuan bersama yaitu meningkatkan keamanan di wilayah kecamatan Panakkukang. Adapun faktor pendukung dalam proses collaborative governance ini adalah adanya peraturan walikota No. 4 Tahun 2017 Tentang Penyediaan dan Pemasangan CCTV Pada Bangunan Dan Gedung. Kemudian untuk faktor penghambatnya yaitu sumber daya manusia, keterbatasan dana dan kurangnya partisipasi pihak swasta.

Keywords

Collaborative Governance, Keamanan, CCTV

Full Text:

PDF

References

Alfian, A. (2018). Kejahatan di Makassar Didominasi Terjadi di Panakukang - Tribun Timur. Retrieved April 4, 2019, from http://makassar.tribunnews.com/2018/11/21/kejahatan-di-makassar-didominasi-terjadi-di-panakukang

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An Integrative Framework for Collaborative Governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29.

Hardi, R., & Gohwong, S. (2020). E-Government Based Urban Governance on the Smart City Program in Makassar, Indonesia. Journal of Contemporary Governance and Public Policy, 1(1), 12-17. http://doi.org/10.46507/jcgpp.v1i1.10

Haryono, N. (2012). Jejaring Untuk Membangun Kolaborasi Sektor Publik. Jurnal Jejaring Administrasi Publik, Nomor 01, hal 48.

McGuire, M. (2006). Collaborative Public Management: Assessing What We Know and How We Know It. Public Administration Review, 66(s1), 33–43.

Miles, Matthew, B., & A, M. H. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Moleong, & Lexy, J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sufianty, E. (2014). Kepemimpinan dan Perencanaan Kolaboratif pada Masyarakat Non Kolaboratif. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 25(1), 78–96. https://doi.org/10.5614/jpwk.2014.25.1.5

Sugiyono, S. (2016). Metode Penelitian Kualitatif dan R dan D. Bandung: Alfabeta.

Ucok, M. N., & Lawi, A. (2014). Kakas kolaborasi e-government berbasis cloud computing. Jurnal Sain dan Teknologi, 3(1), 87-91.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.