Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dengan Kunjungan ANC di Bidan Praktek Swasta (BPS) Kota Pontianak

Authors

  • Marice Marice Program Studi Kebidanan, Akademi Kebidanan St. Benedicta Pontianak
  • Agnes Dwina Astuti Program Studi Kebidanan, Akademi Kebidanan St. Benedicta Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjph.v4i2.1821

Keywords:

ANC, Ibu Hamil, Pengetahuan, Sikap

Abstract

Kehamilan adalah proses mata rantai dan berkesinambungan dan terdiri dari ovulasi, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan pertumbuhan zigot, nidasi (implantasi) pada uterus, pembentukan plasenta dan tumbuh kembang hasil konsepsi sampai persalinan aterm (cukup bulan) yaitu sekitar 280 sampai 300 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kunjungan ANC di Bidan Praktek Swasta (BPS) Kota Pontianak. Pada penelitian ini peneliti menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I, II, dan III yang memeriksa kehamilan di BPS Mariam Pontianak. Pengumpulan data yaitu dengan alat bantu kuisioner dan studi dokumentasi kebidanan tentang data kunjungan pemeriksaan kehamilan yang tertera pada buku KIA atau register kebidanan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ibu hamil yang mempunyai pengetahuan kurang memilki perilaku yang tidak taat dalam pemeriksaan ANC yaitu sebanyak 13 orang (36,1%). Setelah dilakukan uji statistic dengan metode chi square diperoleh hasil bahwa pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan (p value = 0,001) sedangkan sikap tidak memiliki hubungan yang signifikan. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa Ibu yang berpengetahuan kurang memiliki 3 kali berisiko untuk tidak taat terhadap kunjungan ANC. Bagi tenaga kesehatan khususnya bidan dapat memberikan informasi mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan kehamilan yang dapat berupa penyuluhan, poster, spanduk, serta memotivasi ibu untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.

References

Aini, N., Fatmaningrum, W., & Yusuf, A. H. (2011). Upaya meningkatkan perilaku pasien dalam tatalaksana diabetes mellitus dengan pendekatan teori model behavioral system Dorothy E. Johnson. Jurnal Ners, 6(1), 1–10.

Armaya, R. (2018). Kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan antenatal care dan faktor yang mempengaruhi. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(01), 43–50.

Bulahari, S. N., Korah, H. B., & Lontaan, A. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi. JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan), 3(2), 15–20.

Cahyani, I. S. D. (2020). Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 4(1), 76–86.

Fatahilah, F. (2020). Program Antenatal Care Terpadu dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 4(Special 4), 759–767.

Frelestanty, E., & Sari, L. P. (2018). Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Hamil Tentang Antenatal Care (ANC). Jurnal Kebidanan, 8(1).

Indrawati, S. K., Ns, M., Elfira, E., Ns, M. K., Yufdel, S. K., & Ns, M. K. (2021). Terapi Komplementer pada Kehamilan. Media Sains Indonesia.

Kemenkes, R. I. (2018). Hasil utama RISKESDAS 2018. Online) Http://Www. Depkes. Go. Id/Resources/Download/Info-Terkini/Materi_rakorpop_2018/Hasil% 20Riskesdas, 202018.

Lidwina, A. (2021). Angka Kematian Ibu Indonesia Ketiga Tertinggi di Asia Tenggara. Katadata. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/04/21/angka-kematian-ibu-indonesia-ketiga-tertinggi-di-asia-tenggara

Lorensa, H., Nurjaya, A., & Ningsi, A. (2021). Hubungan tingkat pendidikan dan sikap ibu hamil dengan kunjungan antenatal care di puskesmas balla, kecamatan balla, kabupaten mamasa. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(5), 1491–1496.

Margareth, Z. H. (2013). Kehamilan, Persalinan, dan Nifas dilengkapi dengan patologi.

Ning Sulistiyowati, P. S. H., & Hapsari, D. (2017). Kesinambungan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Maternal di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, 45(3), 177–186.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.

Nuraini, E., & Parker, E. (2005). Improving knowledge of antenatal care (ANC) among pregnant women: a field trial in central Java, Indonesia. Asia Pacific Journal of Public Health, 17(1), 3–8.

Perumal, N., Cole, D. C., Ouédraogo, H. Z., Sindi, K., Loechl, C., Low, J., Levin, C., Kiria, C., Kurji, J., & Oyunga, M. (2013). Health and nutrition knowledge, attitudes and practices of pregnant women attending and not-attending ANC clinics in Western Kenya: a cross-sectional analysis. BMC Pregnancy and Childbirth, 13(1), 1–12.

Putri, S. D. K., Christiani, N., & Nirmasari, C. (2018). Hubungan usia ibu hamil dengan kepatuhan anc di puskesmas suruh kabupaten semarang. Jurnal Keperawatan Maternitas, 3(1), 33–41.

Riskesdas, T. (2018). Laporan nasional RISKESDAS 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan (LPBP).

Sinsin, L. (2013). Masa Kehamilan & Persalinan. Elex Media Komputindo.

Syamsiah, N., & Pustikasari, A. (2014). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kembangan Jakarta Barat tahun 2013. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 6(1), 15–18.

UNICEF. (2018). Kesehatan. UNICEF Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/id/kesehatan

Yani, D. F., & Duarsa, A. B. S. (2013). Pelayanan kesehatan ibu dan kematian neonatal. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal), 7(8), 373–377.

Yanti, Y. E. (2015). Hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami pada ibu hamil terhadap keteraturan kunjungan antenatal care (anc) di puskesmas wates lampung tengah tahun 2014. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati), 1(2).

Downloads

Published

2021-10-01

Issue

Section

Articles