Kurang Energi Kronis pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo

Authors

  • Yeni Paramata Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Gorontalo
  • Marselia Sandalayuk Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjph.v2i1.390

Keywords:

kurang energi kronis, wanita usia subur, pendidikan, pekerjaan, status kehamilan, chronic energy malnutrition, women reproductive age, education, employement, pregnancy status

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah keadaan dimana remaja putri/wanita mengalami kekurangan gizi (kalori dan protein) yang berlangsung lama atau menahun. Pada tahun 2013 berdasarkan data riset kesehatan dasar prevalensi KEK di kabupaten Gorontalo sebesar 12,5% pada wanita usia 15-49 tahun yang sedang hamil dan 15,1% pada wanita usia 15-49 tahun yang tidak hamil. Untuk mencegah risiko KEK pada ibu hamil sebelum kehamilan, wanita usia subur (WUS) sudah harus mempunyai gizi yang baik, misalnya dengan LILA tidak kurang dari 23,5 cm. Berdasarkan permasalahan diatas penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan kejadian kurang energi kronik pada wanita usia subur (15-49 tahun) di kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan  di kelurahan Tilihuwa, dengan jumlah sampel sebanyak 162 WUS usia 15-49 tahun yang dipilih secara Accidental sampling. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kejadian KEK terbanyak pada kelompok Wanita Usia 15-24 tahun yaitu 13 orang (81,3%), tingkat pendidikan hanya tamatan SD yaitu 7 orang (43,8%), status pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga saja yaitu 10 orang (62,5%) dan seluruhnya yang menderita KEK tidak sedang hamil yaitu 16 orang (100%). Untuk mengurangi risiko KEK pada Wanita Usia Subur agar lebih memperhatikan kesehatan dan konsumsi makanan bergizi terutama pada kelompok usia remaja.

References

Djamilah A. 2008. Faktor Factor yang Berhubungan dengan Kekurangan Energy Kronik di puskesmas jembatan serong Depok. FKM UI. Jakarta.

Handayani S dan Suci B. 2011. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil di wilayah Puskesmas Klaten. Involusi, Jurnal Ilmu Kebidanan. 1(1).

Helena. 2013. Gambaran Pengetahuan Gizi Ibu Hamil Trimester Pertama dan Pola Makan dalam Pemenuhan Gizi. http://www.repository.usu.ac.id. [diakses 10 Desember 2017].

Indriany. 2014. Hubungan antara Tingkat Sosial Ekonomi dengan Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil Di Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul Provinsi Yogyakarta. [Tesis]. Universitas Gadja Mada. Yogyakarta.

Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013). Kemenkes RI. Jakarta.

Kristiyanasari W. 2010. Gizi Ibu Hamil. Nuha Medika. Yogyakarta.

Mboi N. 2013. Gizi Seimbang atasi Masalah Gizi Ganda. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. http://www.depkes.go.id/article/view/2239/gizi-seimbang-atasi-masalah-gizi-ganda.html.

Najoan. 2011. Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Dengan Kurang Energi Kronik Pada Ibu Hamil di Kelurahan Kombos Barat. [Laporan Penelitian]. Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Notoatmodjo. 2003. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Rineka Cipta: Jakarta.

Pomalingo A, Misnati, Setiawan DI. 2017. Karakteristik Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK) di Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo. Health and Nutritions Journal. 4(1).

Supariasa ID, Bachyar B dan Fajar I. 2013. Penilaian Status Gizi. EGC. Jakarta.

Waryono. 2009. Gizi Reproduksi. Pustaka Rihama. Yogyakarta.

Wuryani. 2007. Aspek Kesehatan dan Gizi. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

Downloads

Published

2019-04-01

Issue

Section

Articles