Pengembangan Produk Makaroni Dari Tepung Talas Beneng Dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera L)

Authors

  • Tuti Rostianti Maulani Program studi Teknologi Pangan, Universitas Mathla’ul Anwar Banten
  • Retno Utami K Program studi Teknologi Pangan, Universitas Mathla’ul Anwar Banten
  • Anah Mulyanah Program studi Teknologi Pangan, Universitas Mathla’ul Anwar Banten

DOI:

https://doi.org/10.32662/gatj.v2i2.723

Keywords:

daun kelor, formulasi, makaroni, talas beneng

Abstract

Pembuatan pasta makaroni dari tepung talas beneng sebagai pengisi pengganti tepung terigu dengan penambahan daun kelor merupakan salah satu alternatif produk pangan yang dapat menjadi produk biodisversifikasi pangan lokal Kabupaten Pandeglang. Menggunakan berbagai formulasi bahan dan pengaturan penggunaan daun kelor pada makaroni untuk melihat kualitas yang  paling baik. Hasil uji  proksimat produk makaroni tepung talas beneng  dengan penambahan daun kelor adalah kadar air 10,95%, kadar abu 1,82%, lemak 1,27%, protein 23,55% dan karbohidrat 62,41%. Secara organoleptik hasil makaroni yang dihasilkan  semakin banyak penggunaan daun kelor akan mempengaruhi warna dan rasa pada makaroni. Talas beneng dapat dijadikan berbagai macam produk olahan sebagai alternatif  pangan.

References

[BSN] Badan Standarisasi Nasional., 1992. SNI-01-2891-1992: Cara Uji Makanan dan Minuman. JakaStandar Nasional Indonesia.

[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 1995. SNI-01-3777-1995: Makaroni. Jakarta (ID): Standar Nasional Indonesia.

Alkham, F.F., 2014. Uji Kadar Protein dan Organoleptik Biskuit Tepung Terigu dan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dengan Penambahan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus). Program Studi Pendidikan Biologi.Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah. Surakarta.

Andarwulan, N., 2011.Analisis Pangan. Dian Rakyat.jakarta.

Ariska, A., 2017. Karakterisasi Fisikomia Tepung Talas Beneng (Xanthosoma undipes K.Koch). Skripsi.Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Mathla’ul Anwar. Banten

Budianto, A. K., 2009. Dasar-dasar Ilmu Gizi. Cetakan keempat. Malang: Penerbit UMM Press.

Cahyani, K.D., 2011. Kajian Kacang Merah (Phaseolus vulgaris) Sebagai Bahan Pengikat dan Pengisi Pada Sosis Ikan Lele. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Fitriani., 2013. Pengembangan Produk Makaroni dari Campuran Jewawut (Setaria italic L), Ubi Jalar Ungu (Ipomoca batatas var.Ayamurasaki) dan Terigu (Triticum aestivum L). Dinas Pertanian dan Peternakan Poliwali Mandar. Sulawesi Barat.

Haliza W., Kailaku, S. I., Yuliani, S., 2012. Penggunaan Mixture Response Surface Methodologi pada Optimasi Formula Brownis Berbasis Tepung Talas Banten (Xantoshoma undipes K. Koch) sebagai Alternatif pangan sumber serat. J.Pascapanen, Vol 9(2) : 96-106.

Hidayat, B., 2008. Pengembangan Formulasi Produk Mie Berbahan Baku Pati Ubi Kayu. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008. Lampung. Universitas Lampung. (VII) 311-319.

Irena, Florensia., 2016. Mempelajari Tekstur Makanan. Fakultas eknologi Industri Pertanian. Universitas Padjadjaran. Jatinangor.

Manggara, B. A., dan M. Shofi., 2018. Analisis Kandungan Mineral Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) Menggunakan Spektrometer XRF (X-Ray Fluorescence). Program Studi Kimia. Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata. Kediri.

Meilgaard, M., Civille G.V., Carr B.T., 2000. Sensory Evaluation Technique. Bca ratn, Florida :CRC Press. Dalam Pika Fusita. 2014. Identifikasi aroma. Fakultas Pertanian. Universitas Jenderal Soedirman.

Muchtadi. 1989. Petunjuk Laboratorium: Evaluasi Nilai Gizi Pangan. Depdikbud-Dirjen Dikti, PAU Pangan dan Gizi. IPB: Bogor.

Muchtadi, D.2009. Pengantar Ilmu Gizi.Alabeta. Bandung

Puspasari K., 2007. Aplikasi Teknologi dan Bahan Tambahan Pangan pada Mi Basah. Skripsi. Bogor :FTP IPB.

Rauf, R., 2015. Kimia Pangan. Penerbit Andi. Jogjakarta

Rauf, A. W., dan Lestari, M. S., 2009. Pemanfaatan Komoditas Pangan Lokal sebagai Sumber Pangan Alternatif di Papua. Jurnal Litbang Pertanian, Vol 28 (2) : 54-62.

Rostianti T, Nur Hakiki D, Sumantri 2018. Karakterisasi Sifat Fisikokimia Tepung Talas Beneng sebagai Biodisversitas Pangan Lokal Kabupaten Pandeglang. Departemen Teknologi Pangan. Universitas Mathla’ul Anwar Banten. Gorontalo Agriculture Journal, Vol 1 (2).

Rukmana dan H.Rahmat. 2005. Bertanam Sayuran di Pekarangan.Yogyakarta: Kanisius.

Saleh, 2004. Evaluasi Gizi pada Pengolahan Bahan Pangan. Penerbit: Institut Teknlogi Bandung. Bandung.

Sandjaja. 2009. Kamus Gizi. Jakarta. PT Kompas Media Nusantara.

Downloads

Published

2019-10-29

Issue

Section

Articles