Evaluasi Kinerja Keuangan: Kemandirian dan Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah

Authors

  • Roy Budiharjo Universitas Telkom
  • Triyani Budiyastuti Universitas Mercu Buana
  • Dwi Urip Wardoyo Universitas Telkom
  • Asrarul Rahman Telkom University

DOI:

https://doi.org/10.32662/gaj.v8i2.3810

Keywords:

Independence Ratio, Growth Ratio, Regional Income

Abstract

This study aims to analyze the financial independence of Cilacap Regency during the 2019–2023 period, with a specific focus on the regional financial independence ratio and the growth of Locally-Generated Revenue (PAD). The approach used in this study is a quantitative method with ratio analysis techniques. The results indicate that the average financial independence ratio of Cilacap Regency only reached 26%, placing it in the low category. The fluctuations in PAD growth over the past five years also demonstrate notable dynamics, with an average growth rate of 20%. The financial relationship pattern between the Central Government and Cilacap Regency tends to be instructive, reflecting a high dependence on central government transfers. The implications of these findings highlight the importance of diversifying PAD sources, improving budget management efficiency, and optimizing local potential to enhance regional financial independence.

References

Akhmad, A., Romadhoni, B., & Diana, F. (2020). Tingkat Kemandirian Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Dan Kota Di Provinsi Sulawesi Selatan. Patria Artha Journal Of Accounting & Financial Reporting, 4(1), 1–12.

Cilacap.go.id. (2023). BPPKAD Sebut Kinerja Keuangan Daerah ‘Tidak Baik Baik Saja. https://cilacapkab.go.id/v3/bppkad-sebut-kinerja-keuangan-daerah-tidak-baik-baik-saja/

Cilacap, P. K. (2024). Laporan Keuangan Daerah Tahun 2019-2023.

Fatoni, A., & Nurhayati, S. (2013). Efisiensi Belanja Daerah dalam Meningkatkan Kemandirian Fiskal. Jurnal Ekonomi Pembangunan Daerah, 5(3), 78–89.

Halim, A. (2012). Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.

Halim, A., & Kusufi, M. S. (2014). Akuntansi Sektor Publik Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.

Haryanto, T. (2019). Strategi Peningkatan Kemandirian Keuangan Daerah melalui Optimalisasi PAD. Jurnal Manajemen Keuangan Daera, 11(2), 101–115.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. SAGE Publications.

Nuraeni, S., & Suryandari, R. (2023). Pengaruh Rasio Kemandirian Keuangan Daerah dan Rasio Efektivitas terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 15(1), 341–350.

Nurhayati, S. F., & Ulumudin, I. (2021). Evaluasi Kinerja Keuangan Daerah Se Karesidenan Pekalongan Tahun 2007-2011.

Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (2019).

Pilat, J. J., & Morasa, J. (2017). Analisis rasio keuangan anggaran APBD Kota Manado untuk menilai kinerja keuangan pemerintah Kota Manado tahun anggaran 2011-2015. Jurnal Accountability, 6(1).

Pratama, A., & Nugroho, B. (2022). Analisis Tingkat Rasio Kemandirian Keuangan Daerah dan Pertumbuhan Keuangan di Kota Bandung. Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Publik, 9(2), 96–111.

Rahayu, S., & Hidayat, T. (2023). Analisis Kemandirian Fiskal dan Belanja Daerah terhadap Kemiskinan di Papua. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 11(2), 1813–1825.

Sari, M., & Putri, D. (2022). Analisis Pendapatan Asli Daerah untuk Mengukur Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Publik, 9(2), 96–111.

Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah (1999).

Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah (2004).

Undang-Undang No 23 RI Tentang Pemerintahan Daerah (2014).

Downloads

Published

2025-09-29

How to Cite

Budiharjo, R., Budiyastuti, T., Wardoyo, D. U., & Rahman, A. (2025). Evaluasi Kinerja Keuangan: Kemandirian dan Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah. Gorontalo Accounting Journal, 8(2), 245–252. https://doi.org/10.32662/gaj.v8i2.3810

Issue

Section

Articles