Dampak Fintech Terhadap Perkembangan Inklusi Keuangan Pada UMKM Di Jawa Timur
DOI:
https://doi.org/10.32662/gaj.v3i2.973Keywords:
Fintech, Inklusi Keuangan, Data ArsipAbstract
This study aims to determine how much influence fintech (risk and investment management, market provisioning, and cashless society) on financial inclusion (financial knowledge, financial behavior, and financial attitudes) on MSMEs in East Java. Research conducted includes the type of quantitative research. The population of this research is 80 MSME industries in East Java, where the data will be used more focused on archival methods available at BPS East Java. This study uses the dependent variable, Financial Inclusion, which consists of: financial knowledge, financial behavior and financial attitudes with independent variables, namely financial technology (risk and investment management, market provisioning, and cashless society). The conclusion of this study is the fintech variable (risk and investment management and market provisioning) does not affect financial inclusion (financial knowledge) while the fintech variable (cashless society) influences financial inclusion (financial knowledge); The fintech variable (risk and investment management and market provisioning) does not affect financial inclusion (financial behavior) while the fintech variable (cashless society) influences financial inclusion (financial behavior); The fintech variable (risk and investment management and market provisioning) does not affect financial inclusion (financial attitude) while the fintech variable (cashless society) influences financial inclusion (financial attitude).
Â
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fintech (risk and investment management, market provisioning, dan cashless society) terhadap inklusi keuangan (pengetahuan keuangan, perilaku keuangan, dan sikap keuangan) pada UMKM di Jawa Timur. Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah industri UMKM se-Jawa Timur sebanyak 80 UMKM yang mana data akan digunakan lebih berfokus kepada data arsip (archival method) yang tersedia di BPS Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan variabel dependen yaitu Inklusi Keuangan, yang terdiri dari: pengetahuan keuangan, perilaku keuangan dan sikap keuangan dengan variabel independennya, yaitu financial technology (risk and investment management, market provisioning, dan cashless society). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Variabel fintech (risk and invesment management serta market provisioning) tidak berpengaruh terhadap inklusi keuangan (pengetahuan keuangan) sedangkan Variabel fintech (cashless society) berpengaruh terhadap inklusi keuangan (pengetahuan keuangan); Variabel fintech (risk and invesment management serta market provisioning) tidak berpengaruh terhadap inklusi keuangan (perilaku keuangan) sedangkan Variabel fintech (cashless society) berpengaruh terhadap inklusi keuangan (perilaku keuangan); Variabel fintech (risk and invesment management serta market provisioning) tidak berpengaruh terhadap inklusi keuangan (sikap keuangan) sedangkan Variabel fintech (cashless society) berpengaruh terhadap inklusi keuangan (sikap keuangan).References
Drasch, B. J., Schweizer, A., dan Urbach., N. (2018). Integrating the ‘Troublemakers’: A taxonomy for cooperation between banks and fintechs. Journal of Economics and Business, 04(100): 26-42.
Financial Stability Board (FSB). 2017a. FinTech credit : Market structure, business model and financial stability implications.
Financial Stability Board (FSB). (2017b). Financial stability implications from fintech.
Hendrawan, A., Kuswantoro. F., dan Sucahyawati, H. (2019). Dimensi Kreativitas dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Jurnal HUMMANSI (Humaniora, Manajemen, Akuntansi), 2(1): 25-36.
Hidayatulloh, A dan Ainy. R. N. (2019). Peningkatan Akuntabilitas Keuangan Kelompok UMKM Aisyiah Bantul melalui pelatihan pembukuan dan perpajakan. Jurnal Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat. 681–686.
Husein, U. (2013). Research Methods for Thesis and Thesis. Rajawali. Jakarta.
Isnawati, M. R. M. A. K. W. (2019). Sistem Bagi Hasil Unit Usaha Ijab qabul. Jurnal Studi Kasus Inovasi Ekonomi, 03(02): 25–30.
Jaya, I. M. L. M. 2019. The Impact of Financial Inclusion on Public Financial Services Education through Financial Technology in Sleman Regency, Indonesia. Esensi: Jurnal Bisnis dan Manajemen. 9(2): 155 – 174.
Katadata, A. (2016). UMKM Serap 97 % Pekerja Indonesia . https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2016/11/23/umkmserap-97-pekerjaindonesia
Koperasi, S. K., dan UKM. D. (2017). Arah Kebijakan Bidang Koperasi Dan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah. MSP Arah Kebijakan Bidang Koperasi Dan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah.
Kunt, B. D dan. Peria. M. (2004,2005,dan 2006). Banking the Poor (2009c), Studi akses kepada jasa keuangan: Brazil (2004), India (2006c), Nepal (2007b), and Pakistan (2009b).
Kumala, A. N dan Susanti. (2017). Pengaruh Pembelajaran Manajemen Keuangan, Literasi Keuangan, Dan Risk Tolerance Terhadap Perilaku Berinvestasi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Pendidikan Akuntansi 7(2):197-203.
Manyika, J. (2015). The Internet of Things: Mapping The Value Beyond The Hype. McKinsey Global Institute.
Muzdalifa, I., Rahma., I. A. dan Novalia. B. G. (2018). Peran Fintech Dalam Meningkatkan Keuangan Inklusif Pada UMKM Di Indonesia (Pendekatan Keuangan Syariah). Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 3(1): 1-24.
OECD. (2012). PISA 2012 Results in Focus: What 15year-Olds Know And What They
Can Do With What They Know. Columbia University. New York.
Putra, I. P. S., Ananingtiyas. H., Sari. D. R., Dewi. A. S., dan Silvy. M. (2016). Pengaruh tingkat literasi keuangan, experienced regret, dan risk tolerance pada pemilihan jenis investasi. Journal of Business and Banking, 5(2): 271-282.
Rasyid, M. A.Z dan Setyowati, R. I. (2017). Crowdfunding Syariah Untuk Pengembangan Produk Perbankan Syariah Dari Perspektif Shariah Compliance. Diponegoro Law Journal 6(4), 1–16.
Saadiah, R. (2019). Peran Lembaga Keuangan Terhadap Pengembangan Umkm Di Kota Malang. Jurnal Pangripta, 2(1): 321–332.
Saptia, Y. (2018). Teknologi Finansial (Tekfin) Sebagai Alternatif Layanan Keuangan Bagi Umkm: Tantangan Ke Depan. Jakarta. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
In order to be accepted and published by Gorontalo Accounting Journal, author(s) submitting the article manuscript should complete all the review stages. By submitting the manuscript, the author(s) agreed to these following terms:
1. The copyright of the accpted for publication articles shall be assigned to Gorontalo Accounting Journal as the publisher of the journal. The intended copyright includes the rights to publish articles in various forms (including reprints) as evidenced by a Statement From the author.
2. Gorontalo Accounting Journal maintain the publishing rights of the published articles.Â
Authors are permitted to republish or disseminate published articles by sharing the link/DOI of the article at the Gorontalo Accounting Journal. Authors are allowed to use their articles for any legal purposes deemed necessary without written permission from the Gorontalo Accounting Journal with an acknowledgement of initial publication to this journal.
Users/public (https://jurnal.unigo.ac.id/index.php/gaj/index) use of this website will be licensed to the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC-BY)
2.png)










