Analisis Fisikokimia Sambal Ikan Teri (Stelephorus sp)
DOI:
https://doi.org/10.32662/gatj.v3i2.1210Keywords:
ikan teri, sambal, vitamin CAbstract
Sambal adalah produk olahan dari cabai (Capsicum sp) yang dilumatkan dan ditambahkan bahan tambahan lainnya yang memiliki cita rasa pedas dan berfungsi sebagai pelengkap dalam menyantap makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi sambal ikan teri yang terbaik, berdasarkan karakteristik fisikokimia (kadar air, vitamin C, dan pH) produk sambal ikan teri yang disimpan selama 3 minggu Tahapan metodologi penelitian ini dimulai dengan melakukan formulasi produk sambal yang ditambahkan ikan teri kemudian di lakukan analisis fisikokimia. Formulasi perlakuan yang dilakukan adalah : A. Konsentrasi ikan teri 10%, B. Konsentrasi ikan teri 15%, C. Konsentrasi ikan teri 20%, D. Konsentrasi ikan teri 25%, dan E. Konsentrasi ikan teri 30%. Hasil dari penelitian Formulasi sambal ikan teri yang terbaik berdasarkan hasil analisa vitamin C, pH dan kadar air adalah pada formulasi (A) yaitu penambahan ikan teri 10% yang disimpan selama 3 minggu. Rata-rata hasil analisa karakteristik vitamin C adalah 0,12%, pH adalah 5,96 dan kadar air adalah 35,16% yang disimpan selama 3 minggu.
References
Barlina, R Steivie Karouw, Juni Towaha, dan Ronald Hutapea., 2004. Pengaruh Perbandingan Air Kelapa dan Penambahan Daging Kelapa Muda Serta Lama Penyimpanan Terhadap Serbuk Minuman Kelapa. Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain Menado.
Gheisari, H.R. Nejati, R., & Shamsei H.A. (2011). Effects of Temperature, Light, Butaylated Hydroxy Anisole an Methods of Analysis on The Ascorbic Acid Content of Un-Pasteurized Iranian Sour Orange (Citrus aurantium L) Juice During Storage. Valahia University Press. Annals Food Science and Technology.
Hernando, D., Dian, S, dan Kusuma A. 2015. Kadar Air dan Total Mikroba pada Daging Sapi di Tempat Pemotongan Hewan (TPH) Bandar Lampung (Water Content and Microbial Quality of The Meat in Bandar Lampung Abbatoirs).Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. Vol. 3(1): 61-67
Nikhah, E., M. Khayamy, R. Heidari dan R. Jamee. 2007. Effect of Sugar Treatment on Stability of Anthocyanin Pigments in Berries.Urmia University. Iran. Journal of Biological Sciences 7 (8): 1412-1417
Nur, W.I., 2018. Pengaruh Penyimpanan Terhadap Mutu Saus Berbahan Dasar Cabai Merah (Capsicum Annum L.) Dan Cabai Rawit (Capsicum Frutences L.) Yang Difermentasi. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. Makassar
Rampengan, V.J. Pontoh dan D.T. Sembel., 1985. Dasar-dasar Pengawasan Mutu Pangan. Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Bagian Timur. Ujung Pandang
Santos, L.E. & Riascos , A.V. 2010. Effect of Processing and Storage Time on The Vitamin C and Lycopene Contents of Nectar of Pink Guava (Psidium guajava L). Archivos Latinoamericanos de Nutricion Vol. 60 No. 3.
Sudarmadji, S., B. Haryono dan Suhardi. 1997. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Penerbit Liberty.Yogyakarta
Sudrajat, G. 2007. Sifat fisik dan organoleptik bakso daging sapi dan daging kerbau dengan penambahan karagenan dan khitosan. Skripsi. Fakultas Peternakan : In