Mutu Fisikokimia dan Organoleptik Kerupuk Ikan Nike (Awaous melanocephalus) dengan Penambahan Pewarna Alami Ekstrak Daun Bayam Hijau

Authors

  • Sri Devi Suna Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gorontalo
  • Nancy Kiay Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gorontalo
  • Sofyan Abdullah Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gorontalo
  • Fadhil Abdullah Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gorontalo
  • Bayu Setiawan Basri Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gorontalo
  • Desak Nyoman Riastutik Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.32662/gatj.v0i0.3829

Keywords:

Kerupuk, Ikan Nike, Ekstrak Daun Bayam

Abstract

Ikan nike merupakan salah satu spesies ikan yang ditemukan diperairan Gorontalo yang berasal dari kelompok gobiidae. Produksi ikan nike cukup melimpah dan memiliki rasa daging yang khas namun memiliki harga yang murah jika musimnya tiba. Sedangkan pemanfaatannya masih terbatas hanya untuk konsumsi sehari-hari.  Oleh sebab itu, salah satu upaya untuk memaksimalkan pemanfaatnnya adalah dijadikan olahan seperti kerupuk dengan penambahan pewarna alami dari ekstrak daun bayam hijau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penambahan ekstrak daun bayam hijau terhadap mutu fisikokimia dan organoleptik kerupuk ikan nike yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (K0 : kontrol, K1: Ekstrak Daun Bayam Hijau 4,5%, K2: Ekstrak Daun Bayam Hijau 6,5%, K3: Ekstrak Daun Bayam Hijau 8,5%) dengan 3 kali ulangan. Kerupuk yang dihasilkan kemudian di uji kandungan kadar air, kadar abu, kadar lemak, warna, daya kembang, daya serap minyak dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerupuk ikan nike berpengaruh nyata terhadap uji warna a* dengan warna putih ke abu-abuan. Sedangkan uji kimia yaitu kadar abu dan kadar lemak perlakuan kontrol tanpa penambahan pewarna daun bayam memiliki nilai terbaik. Sedangkan nilai organoleptik semua perlakuan tidak menujukkan adanya pengaruh nyata di mana semua perlakuan memiliki kriteria agak suka.

References

[BSN] standar nasional indonesia. 2009. Sni01-2713-2009. Tentang syarat mutu kerupuk. Badan standarisasi nasional. Jakarta.

Agustina, s., akbar, y., aprita, i. R., anwar chairil, & irmayanti. (2023). Pengaruh penambahan ekstrak daun bayam (amaranthus hybridus l.) Terhadap kualitas kerupuk tempe. Serambi journal of agricultural technology, 5(1), 7–16.

Andarwulan, et.al, 2011, analisis pangan, dian rakyat, jakarta.

Engelen, A. (2017). Analisis sensori dan warna pada pembuatan telur asin dengan cara basah. Jurnal of technopreneur vol.5(1):8-12.

Anik Fadlilah, A., Rosyidi, D., dan Susilo, A. 2022. Karakteristik Warna L* a* b* Dan Tekstur Dendeng Daging Kelinci Yang Difermentasi Dengan Lactobacillus plantarum. JWP. 6. (1): 30-37. DOI: 10.37090/jwputb.v6i1.533.

Fitriyani. (2013). Eksperimen pembuatan roti tawar dengan penggunaan sari bayam (amaranthus spp). Food science and culinary education, 2(2):16-23.

Hadinoto, S. dan Fasa, L.R. 2019. Karakteristik fisikokimia dan analisis logam berat kerupuk ikan komersial di kota ambon. Hal. A28-a36. Prosiding seminar nasional ke-2. Balai riset dan standardisasi industri samarinda.

Kartika, b., p. Hastuti, dan w. Supartono. (1998). Pedoman uji inderawi bahan pangan. Pusat antar universitas pangan dan gizi universitas gadjah mada.yogayakarta.

Masuku, M., Bahri, S., dan Rahman, I.A. 2022. Pembuatan kerupuk kamplang dengan penambahan ekstrak daun bayam hijau. Jurnal Agribisnis perikanan, 15(2):474-482. https://doi.org/10.30598/j.agrosilvopasture-tech.2023.2.1.166

Melda. 2020. Karakteristik mutu kerupuk ikan bandeng. Jurusan teknologi pengolahan hasil perikanan. Politeknik pertanian. Pangkep.

Murib, P., dan kartikawati, D. (2022). Sifat fisik dan organoleptik kerupuk denganpewarna hijau alami dari sari daun suji, sari daun katuk dan sari daun sawi. Jurnal agrifoodtech, 1(1), 72–86. Https://doi.org/10.56444/agrifoodtech.v1i1.105

Mustofa, K.A dan Agus Suyanto, A. 2011. Kadar kalsium, daya kembang, dan sifat organoleptikkerupuk onggok singkong dengan variasi penambahantepung cangkang rajungan (Portunus Pelagicus). Jurnal Pangan dan Gizi 02(03):1-12. https://doi.org/10.26714/jpg.2.1.2011.%25p

Paryanto, a. Purwanto, e. Kwartiningsih, dan e. Mastuti. 2012. Pembuatan zat warna alami dalam bentuk serbuk untuk mendukung industri batik di indonesia. Jurnal rekayasa proses. 6(1): 26-29. https://doi.org/10.22146/jrekpros.2454

Rieuwpassa, F., santoso J., dan Trilaksana T. (2013). Karakterisasi sifat fungsional kosentrat protein telur ikan cakalang (katsuwonus pelamis). Jurnal ilmu dan teknologi kelautan tropis, 5(2), 299–309.

Rosiani, N., Basito, dan Widowati, E. (2015). Kajian karakteristik sensoris fisik dan kimia kerupuk fortifikasi daging lidah buaya (aloe vera) dengan metode pemanggangan menggunakan microwave. Jurnal teknologi hasil pertanian, 8(2), 84–98. https://dx.doi.org/10.20961/jthp.v0i0.12896

Suwoto., Anita, S., Gita, P. 2017. Ekstrak pektin pada kulit buah naga super merah (hylocereus constaricencis) dengan variasi suhu ekstraksi dan jenis pelarut. Jurnal ilmiah teknik kimia unpam 1(2), 1-10.

Zulfahmi, Nova, A., & Swastawati, S. (2014). Pemanfaatan dagingikan tenggiri (scomberomorus commersoni) dengan konsentrasi yang berbeda pada pembuatan kerupuk ikan. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. 3(4):133-139 Http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jpbhp

Downloads

Published

2024-10-30

Issue

Section

Articles