DEVELOPMENT OF SUPERIOR COMMODITIES IN THE AGRICULTURAL SECTOR IN AN EFFORT TO IMPROVE THE ECONOMY (Pengembangan Komoditas Unggulan Sektor Pertanian Dalam Upaya Peningkatan Perekonomian)
DOI:
https://doi.org/10.32662/golder.v2i1.466Keywords:
Agricultural Leading Commodities, Komoditas Unggulan Sektor PertanianAbstract
ABSTRACT
Agricultural development with superior commodities is expected to create a balance and harmony of the environment and can regulate the pattern of land use in accordance with agricultural commodities optimally and finally manage the region of agricultural commodities well, especially the superior commodities of the agricultural sector in Gorontalo Regency. The leading sector will be able to attract the development of other sectors. If the development between the superior and non-superior sectors occurs together, there will be an intensity of economic activity that can increase the economy in Gorontalo Regency.
The object of research is all agricultural sector commodities in the Gorontalo Regency region. The analysis model used is LQ Analysis, Shift-Share, Klasen Typology and Overlay.
Based on the results of research that the main commodities of rice are in Asparaga, Batudaa, Boliyohuto, Bongomeme, West Limboto, Limboto, Mootilango, Tabongo, Telaga Biru, Telaga, Telaga Jaya and Tolangohula. The main commodities of maize are in Asparaga, Batudaa, Bilato, Bongomeme, Dungaliyo, West Limboto, Mootilango, Pulubala, Tabongo, and Tibawa, Tilango. Peanut commodities are found in Boliyohuto and Tabongo. Cassava commodities are found in the Districts of Batudaa, Batudaa Pantai, Biluhu, Bongomeme, Pulubala and Telaga Biru. Sweet Potato commodities are superior in five sub-districts in Gorontalo Regency such as Asparaga District, Batudaa Pantai, Biluhu, Bongomomeme and Telaga Biru. Soybean commodities are in Batudaa Pantai District, Mootilango, Tabongo and Tibawa. Green bean commodities in Batudaa District, Limboto, Pulubala. Coconut commodities in Batudaa, Batudaa Pantai, Biluhu, Boliyohuto, Bongomeme, Limboto Barat, Limboto, Pulubala and Tibawa Subdistricts. Cocoa Commodities are in Asparaga, Boliyohuto and Tolangohula, For superior beef and goat commodities in all Districts in Gorontalo RegencyÂ
Â
ABSTRAK
Â
Pengembangan pertanian dengan pewilayahan komoditas unggulan yang diharapkan akan tercipta suatu keseimbangan dan keserasian lingkungan dan dapat mengatur pola penggunaan lahan sesuai dengan komoditas pertanian secara optimal dan akhirnya dapat tertata wilayah komoditas pertanian secara baik khususnya komoditas unggulan sektor pertanian di Kabupaten Gorontalo. Sektor unggulan akan dapat menarik perkembangan sektor lainnya. Apabila perkembangan antara sektor unggulan dan non unggulan terjadi secara bersama-sama, maka akan terjadi intensitas kegiatan ekonomi yang dapat meningkatkan perekonomian di Kabupaten Gorontalo.
Objek penelitian adalah seluruh komoditas sektor pertanian yang ada di wilayah Kabupaten Gorontalo. Model analisis yang digunakan yakni Analisis LQ, Shift-Share, Tipologi Kalasen serta Overlay.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa komoditas unggulan padi terdapat di Kecamatan Asparaga, Batudaa, Boliyohuto, Bongomeme, Limboto Barat, Limboto, Mootilango, Tabongo, Telaga Biru, Telaga, Telaga Jaya dan Tolangohula. Komoditas unggulan jagung terdapat di Kecamatan Asparaga, Batudaa, Bilato, Bongomeme, Dungaliyo, Limboto Barat, Mootilango, Pulubala, Tabongo, dan Tibawa, Tilango. Komoditas kacang tanah terdapat di Boliyohuto dan Tabongo. Komoditas Ubi Kayu terdapat di Kecamatan Batudaa, Batudaa Pantai, Biluhu, Bongomeme, Pulubala dan Telaga Biru. Komoditas Ubi Jalar unggul di lima kecamatan di Kabupaten Gorontalo seperti Kecamatan Asparaga, Batudaa Pantai, Biluhu, Bongomomeme serta Telaga Biru. Komoditas kedelai terdapat di Kecamatan Batudaa Pantai, Mootilango, Tabongo dan Tibawa. Komoditas kacang hijau di Kecamatan Batudaa, Limboto, Pulubala. Komoditas kelapa di Kecamatan Batudaa, Batudaa Pantai, Biluhu, Boliyohuto, Bongomeme, Limboto Barat, Limboto, Pulubala dan Tibawa. Komoditas Kakao terdapat di Asparaga, Boliyohuto dan Tolangohula, Untuk komoditas sapi potong dan kambing unggul di semua Kecamatan yang ada di Kabupaten GorontaloReferences
Buku :
Arsyad, L. 2015. Ekonomi Pembangunan. Edisi 5. UPP STIM YKPN. Yogyakarta
BPS Kabupaten Gorontalo. 2016. PDRB Kabupaten Gorontalo Menurut Lapangan Usaha 2010-2015. Gorontalo: BPS Kabupaten Gorontalo.
Burhanuddin R., 2006. Perwilayahan Komoditas Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur. Kerjasama CV. Timur.
Mubyarto, 1989. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3ES : Jakarta
Mutiara, E. 2011. Perencanaan Pengembangan Sektor Pertanian Dalam Upaya Peningkatan Perekonomian Kabupaten Temanggung. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarag
Suharyadi dan Purwanto. 2008. Statiska Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern. Salemba Empat : Jakarta.
Suyatno, 2000. Analisa Economic Base terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah.
Warpani, Suwardjoko. 1984. Analisis Kota dan Daerah. Penerbit ITB :Bandung
Penelitian :
Dai, Sri Indriyani S., 2016. Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal Untuk Menguatkan Daya Saing Daerah Di Provinsi Gorontalo. Penelitian Kolaboratif. Gorontalo: Fakultas Ekonomi UNG.
Jurnal :
Charles, Fredinata, Adi Suyatno, Hamid A. Yusra. 2018. Determination of Agriculture Sector’s Superior Commodities in Landak District. Jurnal Agribisnis
Dai, Sri Indriyani S., 2015. Analisis Pertumbuhan PDRB Sektor Pertanian Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Gorontalo. Jurnal Kajian Ekonomi Dan Bisnis, Vol.8 No.3
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work under licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC-BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.

