PENDUGAAN POPULASI DAN PERILAKU BERTELUR BURUNG MALEO (Macrochepalon maleo) DI TWA DANAU TOWUTI KABUPATEN LUWU TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.32662/gjfr.v3i2.1191Keywords:
maleo, populasi, perilaku, danau towutiAbstract
Burung Maleo (Macrocephalon maleo) merupakan satwa endemik dan dilindungi karena keberadaannya yang terancam punah, sehingga dikategorikan endangered oleh IUCN dan termasuk appendix I CITES. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui dugaan populasi dan perilaku bertelur burung maleo. Metode yang digunakan adalah consentration count dilakukan pada 2 lokasi stasiun pengamatan yaitu sarang bertelur dan sarang tidur yang meliputi data perjumpaan langsung (visual) seperti waktu, lokasi, jumlah individu, nisba kelamin dan aktifitas satwa dan data non visual meliputi jumlah sarang dan produksi telur, sedangkan untuk pengamatan perilaku bertelur menggunakan metode Focal Animal Sampling. Pengamatan di habitat sarang peneluran diperoleh dugaan populasi burung maleo sebesar 2 individu/pengamatan dengan kepadatan populasi 8,57 individu/ha. Sedangkan Non visual dihabitat sarang peneluran ditemukan 1 telur burung maleo. Pada pengamatan perilaku bertelur, teramati 5 perilaku burung maleo yang teramati selama berada dilokasi bertelur yaitu observasi, menggali, bertelur, menutup lubang, dan membuat lubang tipuan. Durasi bertelur burung maleo selama berada dilokasi bertelur berlangsung selama 1-3 jam.
References
Budiansyah K. 2016. Karakteristik Sarang Dan Tingkah Laku Bertelur Burung Maleo (Macrochepalon maleoSal Muller 1846) Di Hutan Maligano Kecamatan Maligano Kabupaten Muna. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Halueleo, Kendari.
CITES. 2017. Convention On International Trade In Endangered Species Of Wild Fauna and Flora. Appendices I, II, and III. Valid from 4 October 2017. Available at: www.cites.org. (Accessed: 15 June 2020).
Coates, B. J. dan K. D. Bishop. 2000. Panduan Lapangan Burung-burung di Kawasan Wallaceae. Penerbit Bird Life Indonesia. Bogor.
Gunawan H. 2000. Strategi Burung Maleo (Macrocephalon maleo Sal. Muller 1846) Dalam Seleksi Habitat Tempat Bertelur Di Sulawesi. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.
Irawati, Diah Dwi arin. 2011. Keanekaragaman Avivauna di beberapa kawasan konservasi di Provinsi Sulawesi utara dan Gorontalo.
Kuswanda W. 2007. Ancaman Terhadap Populasi Orangutan Sumatera (Pongo abelii Lesson). Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 4 (4): 409-417.
Jamili. Analuddin. Rudia L.O.A.P. 2015. Studi Karakteristik Mikro-Habitat Burung Maleo (Macrocephalon maleo) Pada Kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) Sulawesi Selatan. 2(1) : 182-195.
Laban L.M. 2007. Pendugaan Populasi, Preferensi Habitat Peneluran Dan Pola Sebaran Maleo (Macrocephalon maleo Sal. Muller 1846) Berdasarkan Keberadaan Sarang Di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. skripsi. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Nurhalim. 2013. Karakteristik Habitat dan Tingkah laku Bertelur Burung Maleo (macrocephalon maleo sal. Muller 1846) di Blok Hutan Pampaea Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Skripsi, Jurusan Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Halu Oleo, Kendari
Poli, Z. Polii, B. Paputungan, U. 2016. Tingkah Laku Bertelur Burung Maleo (Macrocephalon maleo) Di Muara Pusian Di Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Kecamatan Dumoga Timur Kabupaten Bolaang Mongondow. 36(2) : 289 – 301.
Qiptiyah M, Setiawan H. 2012. Kepadatan Populasi Dan Karakteristik Habitat Tarsius (Tarsius Spectrum Pallas 1779) Di Kawasan Patunuang, Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 9 (4): 363-371.
Samana J.Y. 2015. Estimasi Populasi Dan Karesteristik Fisik Burung Maleo (Macrocephalon Maleo) Di Resort Saluki Desa Tuva Kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) Fakultas Geografi Universitas Tadulako



