STUDI KEBERADAAN MAMALIA DI HUTAN PENDIDIKAN, TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN

Authors

  • Gustian Zulkarnain Universitas Lampung
  • Guhardi D Winarno Universitas Lampung
  • Agus Setiawan Universitas Lampung
  • Sugeng D Harianto Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjfr.v1i2.362

Keywords:

hutan pendidikan, mamalia, keberadaan mamalia

Abstract

Mamalia memiliki peranan yang sangat penting untuk mendukung ekosistem  di kawasan konservasi terutama Tahura WAR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan mamalia di Hutan Pendidikan, Tahura WAR. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 spesies mamalia dari 6 famili. Tanda-tanda keberadaan mamalia ditemukan secara langsung maupun secara tidak langsung. Mamalia yang ditemukan secara langsung, yaitu: tupai (Tupaia sp), mamalia yang ditemukan secara tidak langsung, yaitu: babi hutan (Sus scrofa), beruang madu (Helarctos malayanus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), dan siamang (Hylobates syndactylus), sedangkan mamalia berdasarkan wawancara dengan masyarakat, yaitu: napu (Tragulus napu) dan beruk (Macaca nemestrina). Perjumpaan secara tidak langsung ditandai dengan ditemukannya jejak kaki, kotoran, dan suara. Jenis mamalia yang banyak ditemukan yaitu babi hutan (Sus scrofa). Penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan menggunakan kamera trap dan penelitian mengenai keberadaan mamalia nokturnal perlu dilakukan untuk mengetahui lebih banyak spesies mamalia selain yang sudah teridentifikasi.

References

Aldrich, B. 1980. “Long-Tailed Macaques†in Malayan Primates. Ten Years Study in Tropical Rain Forest. By David J. Chievers. Plenum press. New York.

Alikodra, H. S. 1990. Pengelolaan Satwa Liar Jilid I. Fakultas Kehutanan IPB Bogor.

Anwar, J., S.J. Damanik, N. Hisyam, dan Whitten, A. J. 1984. Ekologi Ekosistem Sumatera. Gajdah Mada University Press. Yogyakarta.

CITES. 2012. Convention on the Internatioonal Trade in Endangered Species of Wild Flora and Faunda Appendise I, II, and III. (online), (http://www.cites.org/index.html, diakses pada tanggal 7 Juli 2018).

Departemen Kehutanan. 2005. Rencana Strategis Kehutanan 2006-2025. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Dixon, A.F. 1981. The Natural History of The Gorilla. The New York Columbia University Press. London.

Erwin, A. Bintoro, A. dan Rusita. 2017. Keragaman vegetasi di blok pemanfaatan Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu (HPKT) Tahura Wan Abdul Rachman, Provinsi Lampung. Jurnal Sylva Lestari. 5 (3): 1-11.

Fonseca, G., T. E. Lacher, dan P. Batra. 2003. Camera Trapping Protocol Team Initiative. Conservation International. USA.

Gittin, S.P. dan J.J. Raemaekers. 1980. Siamang, Lar, and Gibbon. Malayan Forest Primates.

Gumert, M.D., D, Rachmawan, E. Iskandar, dan J. Pamungkas. 2012. Populasi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Taman Nasional Tanjung Putting, Kalimantan Tengah. Jurnal Primatologi Indonesia. 9 (1): 3-12.

Gusnia, N.A., A.P. Kartono, dan H. Arief. 2013. Penggunaan ruang oleh beruang madu di areal konservasi IUPHHK-HTI PT RAPP Estate Meranti. Jurnal Biologi Indonesia. 9 (2): 289-300.

IUCN. 2000. IUCN Red List of Treatened Species. International Union for The Conservation of Nature and Natural Resources.

Lariman. 2010. Studi keanekaragaman mamalia di Kebun Raya Unmul Samarinda (Krus) sebagai bahan penunjang mata kuliah Mamalogi. Bioprospek. 7(1): 51-68.

Lekagul, B. dan McNeely. 1977. Mamals of Thailand. Bangkok: The Association for the Conservation of Wildlife.

Lekagul, B. dan McNeely. 1988. Mamals of Thailand 2nd edition. Kurusapha Ladprao Press. Bangkok.

Mustari, A.H., A. Setiawan, dan D. Rinaldi. 2015. Kelimpahan jenis mamalia menggunakan kamera jebakan di Resort Gunung Botol Taman Nasional Gunung Harimun Salak. Jurnal Media Konservasi. 20 (2) : 93-101.

Ngabekti, S. 2013. Konservasi beruang madu di KWPLH Balikpapan. Journal of Bilogy and Biology Education. 5(2): 114-120.

Nur, M. 2011. Modul Keterampilan-keterampilan Proses Sains. Universitas Negeri Surabaya. Surabaya.

Rasyid, A. 2007. Perilaku makan siamang dewasa (Hylobates syndatylus Raffles, 1821) yang hidup di hutan terganggu dan tidak terganggu. Jurnal Agroland. 14 (3): 237-240.

Utami, F.M. 2015. Sebaran Spasial Jejak Aktivitas Babi Hutan (Sus scrofa) di Taman Nasional Gunung Ciremai. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

UPTD Tahura WAR. 2009. Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman. Bandar Lampung. Tidak dipublikasikan.

Van Lavirien, L.P. 1983. Wildlife Management in the Tropies with Special Emphasis on South East Asia: A guide book for the warden part two. School of Environmental Conservation Management. Bogor.

Van Strien, N.J. 1983. A Guide to the Tracks of Mammals of Westren Indonesia. Scholl of Environmental Conservation Management. Ciawi. Indonesia.

Wahyudi, A., S.P. Harianto, dan A. Darmawan. 2014. Keanekaragaman jenis pohon di Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura Wan Abdull Rachman. Jurnal Sylva Lestari. 2 (3): 1-10.

Wulandari, Y. 2012. Parameter Genetik Performans Babi Silangan. Universitas Sebelas Maret. Solo.

Downloads

Published

2018-10-31

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.