Gambaran Kejadian Karies Gigi pada Anak SD Negeri di Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.32662/gjph.v5i1.2005Keywords:
Kabupaten Gorontalo, Karies Gigi, Sekolah DasarAbstract
Karies adalah penyakit yang paling banyak dijumpai di rongga mulut, sehingga merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut. Karies dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah ekonomi, konsumsi makanan dengan kandungan gula tinggi dalam jumlah besar, serta sikap mengabaikan kebersihan gigi dan mulut, karena kurangnya pengetahuan akan pentingnya pemeliharaan gigi dan mulut. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kejadian karies gigi pada anak SD Negeri di kecamatan Telaga kabupaten gorontalo. Yakni 3, SDN 5, SDN 6, SDN, 7, SDN 8, SDN 10. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study. Adapun fokus responden adalah siswa kelas 4, 5, dan 6, dengan total jumlah reponsden 310 siswa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Indeks gigi yang karies (D) pada Siswa yang memiliki masalah karies pada satu gigi adalah 107 orang, yang memiliki masalah karies pada dua gigi berjumlah 96 orang, yang memiliki masalah pada tiga gigi adalah sebanyak 63 orang. yang memiliki masalah pada empat gigi adalah sebanyak 11 orang, yang memiliki masalah pada lima gigi adalah satu orang dan yang tidak memiliki masalah karies adalah sebanyak 32 orang. Gigi yang hilang (M) dominan Siswa kehilangan satu gigi adalah 124 orang, yang kehilangan dua gigi berada di posisi kedua adalah sebanyak 89 orang. yang tidak kehilangan gigi adalah sebanyak 80 orang, dan Siswa yang kehilangan tiga gigi adalah sebanyak 17 orang. Gigi yang telah ditambal (F) tidak ada karena seluruh Siswa yang menjadi peserta belum pernah melakukan penambalan gigiReferences
Ambarwati, T., Fathonah, A, Samiaji., 2017. Perbedaan Menyikat Gigi Menggunakan Bulu Sikat Medium dan Soft terhadap Debris Index pada Mahasiswa Jurusan Keperawatan Gigi.Jurnal Actual Research Science Academic. 2(2). [e-journal]. Tersedia di: <http://edukasional.com/index.php/ARSA/article/view/79> [diakses tanggal 20 November 2017]. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan.
Dr. Drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.Bm (K)., Mm. Masalah Kesehatan Gigi Dan Mulut Anak Indonesia. Riskesdas 2018
Diyantini, Et Al.2015) “Konsep Anak Usia Sekolah,Pengertiaan Anak Usia Sekolahâ€.
Mukhbitin F. 2018. Gambarn kejadian karies gigi pada siswa kelas 3 MI AL – MUTHMAINNAH . Jurnal Promkes Vol. 6 No. 2 Desember 2018 : 155 – 166
Haryani W. 2003. Hubungan Antara Konsumsi Karbohidrat Dengan Tingkat Keparahan Karies Gigi Pada Anak Usia Prasekolah Di Kecamatan Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. : Diakses Pada Tanggal 10 Desember 2021
Jumriani. 2017. Gambaran Kejadian Karies Gigi Dengan Status Sosial Ekonomi Siswa Kelas Viii Di Smp Darul Hikmah Kota Makassar. Vol. 16 No. 2. Jurnal Media Kesehatan Gigi. Dharmalaksana D. 2017. Gambaran kejadian karies gigi berdasarkan body mass index pada anak-anak usia 48-60 bulan di TK Negeri Pembina Denpasar. Bali dental journal. Bdj Vol. 1 No.1, Januari-Juni 2017.
Nofalia. 2011. Penyuluhan Tingkatan Umur Anak Anak. Bandung : Alfabeta.
Putri Ariani. 2017. Gizi, Kesehatan Gigi Dan Mulut Anak Usia Sekolah. Bandung : Kencana Prenada Media Group
Sinaga, A. 2013. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Ibu dalam Mencegah Karies Gigi Anak. Bandung : Jurnal Darma Agung.