Keberlanjutan Civil Society dalam Pengolahan Sampah Organik Melalui Budidaya Maggot di Desa Bengle Kabupaten Karawang

Authors

  • Muhammad Ilham Aziz Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Dadan Kurniansyah Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Mochamad Faisal Rizki Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjgops.v4i1.1322

Keywords:

keberlanjutan, pengolahan sampah organik, budidaya maggot, desa bengle, kabupaten karawang

Abstract

This research was motivated by the interest of researchers related to the innovation in organic waste processing through the cultivation of Black Soldier Fly (maggot) fly larvae or the so-called bioconversion method, and waste which is still a problem, especially in Karawang Regency. In its implementation, there are several problems faced, such as: 1. Lack of human resources from KUEM circles, 2. There has been no training and coaching carried out in Bengle Village, and 3. Lack of support from the Karawang Regency Government. The purpose of this study was to determine the sustainability of organic waste processing through maggot cultivation in Bengle Village, Majalaya District, Karawang Regency. In this study, researchers used qualitative methods in the form of observation, interviews, documentation, and triangulation to support this research process. The number of informants in this study were 10 (ten) people using purposive sampling technique. In looking at the sustainability of organic waste processing through maggot cultivation in Bengle Village, the research uses the theory of governance innovation from Sumarto which consists of dimensions of new leadership types, civil society strength, technical management innovation, and participation space. The results showed that there is sustainability in organic waste processing through maggot cultivation in Bengle Village in the aspect of civil society strength, namely by the innovation of maggot which can be used as animal feed and maggot flour.

 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti terkait adanya inovasi dalam pengolahan sampah organik melalui budidaya larva lalat Black Soldier Fly (maggot) atau disebut dengan metode biokonversi, dan sampah yang sampai saat ini masih menjadi masalah khususnya di Kabupaten Karawang. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa masalah yang dihadapi seperti : 1. Kurangnya sumber daya manusia dari kalangan KUEM, 2. Belum ada pelatihan dan pembinaan yang dilakukan di Desa Bengle, dan 3. Kurangnya daya dukung dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberlanjutan dalam pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi untuk menunjang dalam melakukan proses penelitian ini. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 10 (sepuluh) orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam melihat keberlanjutan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot di Desa Bengle penelitian menggunakan teori inovasi tata kelola pemerintahan dari Sumarto yang terdiri dari dimensi tipe kepemimpinan baru, kekuatan civil society, inovasi teknis manajemen, dan ruang partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya keberlanjutan (sustainability) dalam pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot di Desa Bengle pada aspek kekuatan civil society yaitu dengan adanya inovasi dari maggot yang dapat dijadikan pakan ternak dan tepung maggot.

References

Black Soldier Fly (BSF) & Maggot BSF. (n.d.). https://maggotbsf.com/index.php

Desa Bengle. (2017). Profil Desa Bengle. https://desabenglemajalaya.wordpress.com/2017/03/29/profil-desa-bengle/

Diener, S., Studt Solano, N. M., Roa Gutiérrez, F., Zurbrügg, C., & Tockner, K. (2011). Biological treatment of municipal organic waste using black soldier fly larvae. Waste and Biomass Valorization, 2(4), 357–363. https://doi.org/10.1007/s12649-011-9079-1

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang. (2017). Laporan Akhir : Survey Potensi Sampah Kabupaten Karawang 2017. PT. UTA ENGINEERING

Gabler, F. (2014). Using Black Soldier Fly for waste recycling and effective Salmonella spp . reduction. Swedish University of Agricultural Sciences, October, 1–26.

Mahendra. (2019). Setiap Hari, Ratusan Ton Sampah di Karawang Tidak Terangkut ke TPA. https://jabar.idntimes.com/news/jabar/mahendra/setiap-hari-ratusan-ton-sampah-di-karawang-tidak-terangkut-ke-tpa/4

Monita, L. H. S. A. A. R. F. (2017). PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK PERKOTAAN MENGGUNAKAN LARVA BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens). Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan, 7, 227–234.

Nguyen, T. T. X., Tomberlin, J. K., & Vanlaerhoven, S. (2015). Ability of Black Soldier Fly (Diptera: Stratiomyidae) Larvae to Recycle Food Waste. Environmental Entomology, 44(2), 406–410. https://doi.org/10.1093/ee/nvv002

Ranncak, G. T., Alawiyah, T., & Hadi, T. (2017). Kajian Pengolahan Sampah Organik dengan BSF (Black Soldier Fly) di TPA Kebon Kongok. Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 1(1), 1–6.

Sapari, Selintung, M., Rahim, I. R., & Lando4, A. T. (2019). SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH SECARA BERKELANJUTAN DI KOTA JAYAPURA. 59.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cet. 26). Alfabeta. CV.

Sumarto, H. S. (2009). Inovasi, Partisipasi, dan Good Governance : 20 Prakarsa Inovatif dan Partisipatif di Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indo.

Suyanto, E., Soetarto, E., Sumardjo, S., & Hardjomidjojo, H. S. (2015). Model Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Green Community Mendukung Kota Hijau. MIMBAR, Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 31(1), 143. https://doi.org/10.29313/mimbar.v31i1.1295

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang. (2017). Laporan Akhir : Survey Potensi Sampah Kabupaten Karawang 2017. PT. UTA ENGINEERING

Leanza Mediaproduktion GmbH. (2017). Proses Pengolahan Sampah Organik dengan Black Soldier Fly (BSF) Panduan langkah-langkah lengkap (P. Donahue (Ed.)). Eawag – Swiss Federal Institute of Aquatic Science and Technology Department of Sanitation, Water and Solid Waste for Development (Sandec) Überlandstrasse 133, 8600 Dübendorf, Switzerland.

Peraturan Pemerintah :

Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah

Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenis sampah rumah tangga

Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah

Peraturan Desa Bengle Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pelestarian Lingkungan Hidup Desa Bengle Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang

Downloads

Published

2021-04-02