Pengaruh Penambahan Tepung Labu Kuning terhadap Kandungan Karbohidrat dan Protein Cookies
DOI:
https://doi.org/10.32662/gjph.v3i1.892Keywords:
cookies, carbohydrate, yellow pumkin, protein, karbohidrat, labu kuningAbstract
Yellow pumpkin is a commodity that is easily damaged so it needs for off harvest handling including preservation and processing. This study was aimed to determine the carbohydrate, protein content of pumpkin flour and get the best formulation in making cookies from pumpkin flour. The research method used was true experimental design using with completely randomized design (CRD) with variations in the addition of pumpkin flour in the treatment of P0 (60 gr), P1 (100 gr), P2 (150 gr), P3 (150 gr), P4 (250 gr) with two replications. Based on the results of the cookie test, the highest carbohydrate content in P0 treatment was 59.12% in treatment 1 and 57.61% in treatment 2 while the lowest in P4 treatment was 51.36% in replication 1 and 51.83% in replications 2, analysis of variance showed that carbohydrates in cookies significantly affected with addition of pumpkin flour, based on further analysis Duncan's test results (p < 0.00). Protein analysis test results showed that the highest protein content in treatment P4 was 8.44% replications 1 and 7.46% in replications 2, while the lowest in treatment P0 was 7.17% replications 1 and 7.44% in replications 2, analysis the variance showed that the protein in cookies had a very significant effect on the addition of pumpkin flour, based on further analysis Duncan's test results (p < 0.00). It was concluded that the addition of pumpkin flour significantly affected in carbohydrate and protein levels in cookies.
Labu kuning adalah komoditas yang mudah rusak sehingga perlu adanya penanganan lepas panen termasuk pengawetan dan pengolahan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan karbohidrat, protein dari tepung labu kuning serta mendapatkan formulasi terbaik dalam pembuatan cookies dari tepung labu kuning. Metode penelitian yang digunakan adalah true experimental design menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan variasi penambahan tepung labu kuning pada perlakuan P0 (60 gr), P1 (100 gr), P2 (150 gr), P3 (200 gr), P4 (250 gr) dengan perlakuan dua kali ulangan. Berdasarkan hasil uji kue cookies menunjukkan kandungan karobohidat tertinggi pada perlakuan P0 sebesar 59,12% pada pengulangan 1 dan 57,61% pada pengulangan 2 sedangkan terendah pada perlakuan P4 sebesar 51,36% pada pengulangan 1 dan 51,83% pada pengulangan 2, analisa sidik ragam menunjukkan bahwa karbohidrat pada cookies berpengaruh nyata terhadap penambahan tepung labu kuning, berdasarkan hasil uji lanjut Duncan (p < 0,00). Hasil uji analisa protein menunjukkan bahwa kandungan protein tertinggi pada perlakuan P4 sebesar 8,44% pengulangan 1 dan 7,46% pada pengulangan 2, sedangkan terendah pada perlakuan P0 sebesar 7,17% pengulangan 1 dan 7,44% pada pengulangan 2, analisa sidik ragam menunjukkan bahwa protein pada kue cookies berpengaruh sangat nyata terhadap penambahan tepung labu kuning, berdasarkan hasil uji lanjut Duncan (p < 0,00). Disimpulkan bahwa penambahan tepung labu kuning berpengaruh nyata terhadap kadar karbohidrat dan protein pada cookies.
References
Agusman. 2013. Pengujian Bahan Pangan. Universitas Muhamadiyah Semarang. Semarang.
Andarwulan N, Feri K dan Dian I. 2011. Analisis Pangan. Dian Rakyat. Jakarta.
Apandi. 2013. Teknologi Buah dan Sayur. Penerbit Alumni. Bandung.
Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. 2012. Gorontalo Dalam Angka. Gorontalo: Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo.
Basito, Yanuwarda, Dimas RA. 2013. Kajian Karakteristik Fisikokimia Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) Termodifikasi dengan Variasi Lama Perendaman dan Konsentrasi Asam Laktat. Jurnal Teknosains Pangan. 2(2): 75-83.
Estiasih T dan Ahmadi. 2011. Teknologi Pengolahan Pangan. Bumi Aksara. Jakarta.
Faridah A, Kasmita SP, Yulastri A. Yusuf L. 2008. Patiseri Jilid 3. Jakarta. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Hendrasty. 2003. Tepung Labu Kuning : Pembuatan dan Pemanfaatannya. Yogyakarta. Karnisium.
Lestario LN, Maria S, Yohanes M. 2012. Pemanfaatan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata duch) sebagai Bahan Fortifikasi Mie Basah. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Pendidikan Sains VII. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.
Martunis. 2015. Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan terhadap Kualitas dan Kuantitas Pati Kentan Varietas Granola. Jurnal Teknologi Industri dan Pertanian Indonesia. 4(3): 26-30.
Miyasto. 2013. Meningkatkan Produktivitas Pertanian Guna Mewujudkan Ketahanan Pangan dalam Rangka Ketahanan Nasional, Pengkajian Bidang Ekonomi. Edisi 15.
Murdianto W, Syahrumsyah H, Yanti S. 2014. Formulasi Labu kuning (Cucurbita Moschata) dan Kelapa Parut terhadap Karakteristik Kimia dan Sensoris pada Pembuatan Cookies. Prosiding Seminar Nasional Kimia. Samarinda: Universitas Mulawarman.
Prabasini H, Ishartani D, Rahadian D. 2013. Kajian Sifat Kimia dan Fisik Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) dengan Perlakuan Blanching dan Perendaman Natrium Metabisulfit (Na2S2O5). Jurnal Teknosains Pangan. 2(2): 93-102.
Purwanto CC, Ishartani D, Muhammad DRA. 2013. Kajian Fisika Kimia Tepung Labu Kuning (Cucurbita Maxima) dengan Perlakuan Blaching dan Perendaman Natrium Metabisulfit. Jurnal Teknologi Pangan. 2(2): 121–130.
Rahmi SL, Indriyani, Suharini. 2011. Penggunaan Buah Labu Kuning sebagai Sumber Antioksidan dan Pewarna Alami pada Produk Mie Basah. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains. 13(2): 29-36.
Sukarsih. 2011. Pembuatan Dodol Labu Kuning. Jurusan Teknik Kerumah Tanggaan UNM. 4(1): 98-99.
Suratno YD, Palupi NS, Astawan M. 2014. Pola Konsumsi Pangan Fungsional dan Formulasi Minuman Fungsional Instan Berbasis Antioksidan. Jurnal Mutu Pangan. 1(1): 56-64.
Thenir R, Ansharullah, Djukrana W. 2017. Pengaruh Substitusi Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) terhadap Penilaian Organoleptik dan Analisis Proksimat Kue Bolu Mangkok. Jurnal Sains dan Teknologi Pangan. 2(1).
Trisnawati W, Suter K, Suastika K, Putra NK. 2014. Pengaruh Metode Pengeringan terhadap Kandungan Antioksidan, Serat Pangan dan Komposisi Gizi Tepung Labu Kuning. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan.3(4): 135-140.