KARAKTERISTIK PELAKU USAHA DAN PENGUNJUNG DI KAWASAN EKOWISATA TANGKAHAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19
DOI:
https://doi.org/10.32662/gjfr.v4i2.1697Keywords:
Pelaku usaha, Pengunjung, Ekowisata Tangkahan, COVID-19.Abstract
Pandemi COVID-19 yang mewabah di Indonesia menjadikan suatu permasalahan yang dihadapi sehingga berdampak terhadap Kawasan Ekowisata Tangkahan untuk menekan pencegahan penyebaran virus COVID-19. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik pelaku usaha dan pengunjung di kawasan Ekowisata Tangkahan selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan di Ekowisata Tangkahan yang terletak di dua wilayah desa yaitu Desa Namu Sialang dan Desa Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan cara kuesioner, wawancara, dan observasi, serta dianalisis dampak sosial akibat COVID-19 yang terjadi terhadap Kawasan Ekowisata Tangkahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat pandemi COVID-19 menyebabkan kunjungan wisatawan lokal pada tahun 2020 berkurang sebanyak 68% dibanding tahun 2019 serta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2020 berkurang sebanyak 52% dibanding pada tahun 2019. Pelaku usaha melakukan penutupan sementara kegiatan usaha selama penutupan Ekowisata Tangkahan yang menyebabkan pelaku usaha sebanyak 36% menjadi pengangguran.
Â
References
Agung, T.A., Herwanti, S. dan Hidayat, W. 2020. Kajian persepsi dan motivasi pengunjung untuk pengembangan wisata alam di penangkaran rusa Tahura Wan Abdul Rachman. Jurnal Hutan Tropis. 8(1): 57-65.
Astriyantika, M. Arief, H. dan Sunarminto, T. 2015. Potensi daya tarik dan persepsi pengunjung terhadap ekowisata laut di Pulau Harapan, Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Jurnal Media Konservasi. 20(3): 235-241.
Badan Pusat Statistik. 2020. Perkembangan parawisata dan transportasi nasional mei 2020. Diunduh dari file:///C:/Users/windows%2010/Downloads/BRSbrsInd-20200701113309.pdf.
Badan Pusat Statistik. 2018. Rasio ketergantungan. Diunduh dari https://sirusa.bps.go.id/sirusa/index.php/indikator/1154.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Langkat. 2020. Kecamatan Batang Serangan dalam angka.
Bramsah, M. dan Darmawan, A. 2017. Potensi lansekap untuk pengembangan ekowisata di hutan lindung register 25 Pematang Tanggang Kabupaten Tenggamus. Jurnal Sylva Lestari. 5(2): 12-22.
Dwiputra, R. 2013. Preferensi wisatawan terhadap sarana wisata di kawasan wisata alam erupsi Merapi. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. 24(1): 35-48.
Febryano, I.G. dan Rusita. (2018). Persepsi wisatawan dalam pengembangan wisata pendidikan berbasis konservasi gajah sumatera. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 8(3): 376-382.
Hartati, F., Qurniati, R., Febryano, I.G. dan Duryat. 2021. Nilai ekonomi ekowisata mangrove di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Belantara. 4(1): 01-10.
Kaur, P. 2010. Peranan masyarakat lokal dalam pengembangan objek wisata alternatif Tangkahan. Skripsi. Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara.
Lalika, H.B., Herwanti, S., Febryano, I.G. dan Winarno, G.D. 2020. Persepsi pengunjung terhadap pengembangan ekowisata di Kebun Raya Liwa. Jurnal Belantara. 3(1): 25-31.
Larasati, A.L. dan Haribowo, C. 2020. Penggunaan desinfektan dan antiseptik pada pencegahan penularan COVID-19 di masyarakat. Jurnal Masalah Farmasetika. 5(3): 137-145.
Prasetyo, D., Darmawan, A. dan Dewi, B.S. 2019. Persepsi wisatawan dan individu kunci tentang pengelolaan ekowisata di Lampung Mangrove Center. Jurnal Sylva Lestari. 7(1): 22-29.
Pratiwi, W., R. 2015. After class XXI specialization SMAN 1 Kuok. Jurnal Jom FISIP. 2(2): 1-16.
Prenada, A., Bakri, S. dan Herwanti, S. 2017. Penilaian jasa wisata Kebun Binatang Bumi Kedaton Resort di Bandar Lampung dengan pendekatan metode biaya perjalanan. Jurnal Sylva Lestari. 5(2): 102-112.



