PERAN KELEMBAGAAN NAGARI DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI NAGARI SIRUKAM, KABUPATEN SOLOK

Authors

  • Christine Wulandari Universitas Lampung
  • Susni Herwanti Universitas Lampung
  • Indra Gumay Febryano Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjfr.v1i2.368

Keywords:

Lembaga lokal, norma, nagari.

Abstract

Peran kelembagaan lokal penting untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang sedang dikembangkan oleh pemerintah.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran kelembagaan lokal Nagari Sirukam di Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai kearifan lokal dalam pemanfaatan lahan atau sumberdaya alam di Nagari Sirukam yang dikenal dengan falsafah Nan Bancah Jadiakan Sawah, Nan Lereang Jadikan Parak†yang artinya lahan yang dialiri air berada di dataran lebih rendah digarap dijadikan sawah, sedangkan lahan miring dijadikan kebun dan ladangâ€. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum didapatkannya izin pengelolaan hutan desa/hutan nagari, masyarakat nagari Sirukam sudah dapat melakukan pengelolaan lahan miring yang umumnya berupa hutan.  Kelembagaan lokal mempunyai peranan yang penting hal itu dilihat dari dampak positif yang didapatkan oleh masyarakat setelah adanya hutan nagari.  Dampak positif tersebut diantaranya, bertambahnya keterampilan dan pendapatan masyarakat.  Selain itu, adanya pengelolaan yang dilakukan oleh lembaga lokal nagari memberikan penjaminan atas ketersediaan air bagi masyarakat, tidak hanya masyarakat Nagari Sirukam tetapi juga nagari-nagari di sekitarnya.

References

Ariyanto, I. Rachman, dan B. Toknok. 2014. Kearifan Masyarakat Lokal dalam Pengelolaan Hutan di Desa Rano Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala. Jurnal Warta Rimba. 2(2): 84-91.

Bungin, B. 2003. Analisis Data Penelitian Kualitatif. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Febryano, I. G., D. Suharjito, D. Darusman., C. Kusmana, dan A. Hidayat. 2015. Aktor dan Relasi Kekuasaan dalam Pengelolaan Mangrove di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Indonesia. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan. 12(2): 125-142.

Hamzah, D. Suharjito, dan Istomo. 2015. Efektivitas Kelembagaan Lokal dalam Pengelolaan Sumber Daya Hutan pada Masyarakat Nagari Simanau, Kabupaten Solok. Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan. 2(2): 117-128.

Hanafie, R. 2010. Pengantar Ekonomi Pertanian. Andi. Yogyakarta.

Iqbal, M. dan A.D. Septiana. 2018. Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu oleh Masyarakat Lokal di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa. 4(1): 19â€34.

Kusnandar, D. Padmaningrum, W. Rahayu, dan A. Wibowo. 2013. Rancang Bangun Model Kelembagaan Agribisnis Padi Organik dalam Mendukung Ketahanan Pangan. Jurnal Ekonomi Pembangunan. 14(1): 92-101.

Mardhiah, A., Supriatno, dan Djufri. 2016. Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal dan Pengembangan Hutan Desa di Mukim Lutueng Kecamatan Mane Kabupaten Pidie Provinsi Aceh. Jurnal Biotik. 4(2): 128-135.

Maryudi, A. 2014. An Innovative Policy for Rural Development? Rethinking Barriers to Rural Communities Earning Their Living from Forest in Indonesia. Jurnal Ilmu Kehutanan. 8(1): 50-64.

Masria, Golar, dan M. Ihsan. 2015. Persepsi dan Sikap Masyarakat Lokal terhadap Hutan di Desa Labuan Toposo Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. Jurnal Warta Rimba. 3(2): 57-64.

Ohorella, S., D. Suharjito, dan I. Ichwandi. 2011. Efektivitas kelembagaan lokal dalam pengelolaan sumber daya hutan pada masyarakat Rumahkay di Seram Bagian Barat, Maluku. Jurnal Manajemen Hutan Tropika. 17(2) : 49-55.

Palmolina, M. 2014. Peranan Hasil Hutan Bukan Kayu dalam Pembangunan Hutan Kemasyarakatan di Perbukitan Menoreh (Kasus di Desa Hargorejo, Kokap, Kulon Progo, D.I Yogyakarta). Jurnal Ilmu Kehutanan. 8(2): 117-125.

Qurniati, R., Duryat, dan H. Kaskoyo. 2018. Penguatan Kelembagaan Pengelolaan Hutan Desa di Sekitar Gunung Rajabasa, Lampung. Jurnal Sakai Sambayan. 1(3): 80-86.

Sari, N., Golar, dan B. Toknok. 2013. Kelembagaan kelompok tani hutan program pendampingan SCBFWM disekitar sub daerah aliran Sungai Miu (Kasus Desa Pakuli Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi). Jurnal Warta Rimba. 1(1): 9-16.

Sugiyono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta. Bandung

Wulandari, C. dan P. Budiono. 2015. Social Capital Status on HKm Development in Lampung. International Conference of Indonesia Forestry Researchers. 21-22 Oktober 2015. Bogor. Indonesia

Downloads

Published

2018-10-31