NILAI EKONOMI SIMPANAN KARBON KEBUN RAYA JOMPIE KOTA PAREPARE

Authors

  • Muhammad Ichwan Kadir Universitas Islam Makassar

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjfr.v4i2.1779

Keywords:

Kebun Raya Jompie Parepare, nilai karbon, nilai ekonomi karbon

Abstract

Keberadaan  Kebun Raya Jompie Pare-Pare memiliki manfaat bagi masyarakat sekitarnya dan masyarakat Kota Pare-Pare, baik secara ekonomi maupun ekologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) berapa nilai manfaat simpanan karbon Kebun Raya Jompie Parepare, dan (2) berapa besar Nilai Ekonomi simpanan karbon Kebun Raya Jompie . Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Soreang Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan. Pengumpulan data lapangan, pengolahan dan analisis data serta penyusunan tesis berlangsung pada bulan Maret s.d September 2015. Data dianalisis melalui pendekatan pasar proksi dengan Teknik Barang Proksi (proxy good technique). Hasil penelitian menunjukkan tingakat ketergantungan masyarakat pada areal Kebun Raya Jompie Parepare (KRJP) sangat tinggi baik secara langsung maupun tidak langsung. Nilai manfaat simpanan karbon yang di peroleh adalah 60,67 ton/tahun dengan nilai ekonomi simpanan karbon Rp. 7.845.899/tahun 

ABSTRACT

The existence of Botanical Garden Jompie Parepare benefits the peoplein Parepare and surrounding areas, both economically and ecologically. This rearch aimed (1)to calculate the total carbon value of the Jompie Botanical Gardens, Parepare (2) calculate the economic value of the carbon of the Jompie Botanical Gardens, Parepre. The research, i.e. the collection, the processing and the analysis of the data, was conducted in Soreang Sub-District, Parepare City, South Sulawesi Province from March through September 2015. The data were then analyzed through the proxy market approach with the proxy goods technique. The research results indicated that the direct and indirect dependency level of the society on the area of Jompie Botanical Garden, Parepare (KRJP) was very high. The benefit obtained from the values of the carbon was 60,67 ton/year or the carbon economical value of Rp. 7.845.899/year. 

References

Basri S. (2010). Pencemaran Udara dalam Antisipasi Teknis Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan. Jurnal SMARTEK Untad, 8(2):383-446.

Brown, S., 1997. Estimating biomass and biomass change of tropical forests: a primer. FAO. Forestry Paper 134, Rome, 87 pp.

Bahruni. 1999. Diktat Penilaian Sumberdaya Hutan dan Lingkungan. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Forest Watch Indonesia. (2009). Perhitungan Potensi Kandungan Karbon di Kawasan Hutan. Bogor: Wetlands International Indonesia Programme.

Hairiah. (2007). Pengukuran karbon tersimpan di berbagai macam penggunaan lahan. World Agroforestry Centre ICRAF. Bogor.

Kementrian Lingkungan Hidup. (2009). Bahan Ajar Pelatihan Penilaian AMDAL : Ekonomi Lingkungan. Jakarta.

Khairil A. (2012). Potensi Cadangan Karbon Permukaan Pada Ruang Terbuka Hijau Di Hutan Kota Jompie Kecamatan Soreang Kota Parepare. (Skripsi). Makassar: Universitas Hasanuddin.

Muthmainnah, 2012. Kajian tentang Nilai Hutan Catchment Area Bendung Lekopancing terhadap Masyarakat Kabupaten Maros. [Tesis]. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Situmorang. (2010). http://respository. usu. ac.id/bitstream/123456789/3/chapter%20III-V.pdf. Diakses Tanggal 25 Desember 2015. Pukul 13.00 WITA.

Suparmoko. (2006). Panduan & Analisis Valuasi Ekonomi Sumber Daya Alam Dan Lingkungan. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi UGM.

Supratman. (1998). Pengkajian Nilai Hutan Studi Kasus Alih Fungsi Areal HTI Menjdi Fungsi Lindung Pada PT. Inhutani I Gowa-Maros. (Tesis). Samarinda: Universitas Mulawarman.

Tigor. (2009). Inovasi manajemen kehutanan untuk solusi perubahan iklim di Indonesia. Jurnal Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan. Vol. 6 No. 2, Agustus 2009 : 121 – 129.

Wahyu C., Indrawan A., Supriyanto, & Hadi S. (2010). Kontribusi sistem agroforestri terhadap cadangan karbon di hulu Das Kali Bekasi. Bekasi.

Downloads

Published

2021-10-01