NILAI EKONOMI KAYU KEBUN RAYA JOMPIE KOTA PAREPARE

Authors

  • Muhammad Ichwan Kadir Universitas Islam Makassar
  • Anwar Umar Universitas Hasanuddin
  • Supratman Supratman Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjfr.v2i1.519

Keywords:

Kebun Raya Jompie, nilai kayu, nilai ekonomi

Abstract

Keberadaan  Kebun Raya Jompie Pare-Pare memiliki manfaat bagi masyarakat sekitarnya dan masyarakat Kota Pare-Pare, baik secara ekonomi maupun ekologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) berapa nilai manfaat kayu Kebun Raya Jompie Parepare, dan (2) berapa besar Nilai Ekonomi kayu Kebun Raya Jompie . Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Soreang Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan. Pengumpulan data lapangan, pengolahan dan analisis data serta penyusunan tesisi berlangsung pada bulan Maret s.d September 2015. Data dianalisis melalui pendekatan pasar proksi dengan Teknik Barang Proksi (proxy good technique). Hasil penelitian menunjukkan tingakat ketergantungan masyarakat pada areal Kebun Raya Jompie Parepare (KRJP) sangat tinggi baik secara langsung maupun tidak langsung. Nilai manfaat kayu yang di peroleh adalah 47,28 m³/ha/tahun dengan nilai ekonomi kayu Rp. 218,112,927 m³/tahun

References

Basri S. (2010). Pencemaran Udara dalam Antisipasi Teknis Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan. Jurnal SMARTEK Untad, 8(2):383-446.

Forest Watch Indonesia. (2009). Perhitungan Potensi Kandungan Karbon di Kawasan Hutan. Bogor: Wetlands International Indonesia Programme.

Hairiah. (2007). Pengukuran karbon tersimpan di berbagai macam penggunaan lahan. World Agroforestry Centre ICRAF. Bogor.

Kementrian Lingkungan Hidup. (2009). Bahan Ajar Pelatihan Penilaian AMDAL : Ekonomi Lingkungan. Jakarta.

Khairil A. (2012). Potensi Cadangan Karbon Permukaan Pada Ruang Terbuka Hijau Di Hutan Kota Jompie Kecamatan Soreang Kota Parepare. (Skripsi). Makassar: Universitas Hasanuddin.

Situmorang. (2010). http://respository. usu. ac.id/bitstream/123456789/3/chapter%20III-V.pdf. Diakses Tanggal 25 Desember 2015. Pukul 13.00 WITA.

Suparmoko. (2006). Panduan & Analisis Valuasi Ekonomi Sumber Daya Alam Dan Lingkungan. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi UGM.

Supratman. (1998). Pengkajian Nilai Hutan Studi Kasus Alih Fungsi Areal HTI Menjdi Fungsi Lindung Pada PT. Inhutani I Gowa-Maros. (Tesis). Samarinda: Universitas Mulawarman.

Tigor. (2009). Inovasi manajemen kehutanan untuk solusi perubahan iklim di Indonesia. Jurnal Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan. Vol. 6 No. 2, Agustus 2009 : 121 – 129.

Wahyu C., Indrawan A., Supriyanto, & Hadi S. (2010). Kontribusi sistem agroforestri terhadap cadangan karbon di hulu Das Kali Bekasi. Bekasi.

Downloads

Published

2019-04-30

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.