STRATEGI KEBERLANJUTAN AGROFORESTRY DI DESA ULUSADDANG KABUPATEN PINRANG

Authors

  • Rahmat Ariandi Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar http://orcid.org/0009-0003-0761-6385
  • Jauhar Mukti Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjfr.v6i2.3192

Keywords:

-

Abstract

ABSTRAK

Seiring dengan perluasan luas lahan yang rentan, timbul berbagai isu sosial karena kerusakan sumber daya hutan yang merupakan penopang kehidupan. Dalam upaya menggabungkan manfaat ekonomi, ekologi, dan sosial, model agroforestri muncul sebagai cara untuk optimalisasi pemanfaatan lahan, menggabungkan berbagai tanaman kayu, tanaman pertanian, peternakan, dan unsur lainnya pada satu area. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan alternatif strategi untuk menjaga keberlanjutan agroforestri di Kabupaten Pinrang, khususnya di Desa Ulusaddang. Riset ini berlangsung di Desa Ulusaddang, melibatkan KTH Sipatuo sebagai subjek penelitian. Langkah pertama mencakup analisis tingkat keberlanjutan agroforestri menggunakan pendekatan RAP-AFS dan teknik analisis Multidimensional Scaling (MDS). Selanjutnya, dilakukan perumusan strategi alternatif untuk menjaga keberlanjutan agroforestri dengan memanfaatkan metode AHP melalui perangkat lunak Expert Choice 11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan agroforestri di KTH Sipatuo, Desa Ulusaddang, sebagian besar tergolong dalam kategori kurang berkelanjutan dengan indeks nilai 48,28. Strategi yang diutamakan dalam menjaga keberlanjutan agroforestri di Desa Ulusaddang adalah kemitraan melalui skema program Forest IV, memiliki bobot prioritas 0,610 (61%). Sedangkan, strategi kedua adalah subsidi modal dengan bobot 0,390 (39%).

Kata Kunci: Agroforestri, Multidimensonal Scalling (MDS), RAP-AFS

ABSTRACT

Alongside the expanding vulnerable land area, various social issues arise due to the degradation of forest resources, which are the foundation of life. In an effort to integrate economic, ecological, and social benefits, the agroforestry model emerges as a way to optimize land utilization by combining various wood plants, crops, livestock, and other elements in a single area. The aim of this research is to formulate alternative strategies for maintaining agroforestry sustainability in Pinrang Regency, particularly in Ulusaddang Village. This study took place in Ulusaddang Village, involving KTH Sipatuo as the research subject. The initial steps include analyzing the sustainability level of agroforestry using the RAP-AFS approach and Multidimensional Scaling (MDS) analysis technique. Subsequently, the formulation of alternative strategies for sustaining agroforestry is conducted using the AHP method through Expert Choice 11 software. The research findings indicate that the sustainability of agroforestry in KTH Sipatuo, Ulusaddang Village, mostly falls under the less sustainable category with an index value of 48.28. The prioritized strategy for maintaining agroforestry sustainability in Ulusaddang Village is partnership through the Forest IV program scheme, with a priority weight of 0.610 (61%). Meanwhile, the second strategy is capital subsidy with a weight of 0.390 (39%).

 

Keywords: Agroforestry, Multidimensonal Scalling (MDS), RAP-AFS

Author Biography

Rahmat Ariandi, Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar

forest and society

References

Amirullah & Harjanto. (2005). Pengantar Bisnis (Edisi 1). Graha Ilmu, Yogyakarta

Bukhari, & Febryano, I. G. (2010). Desain Agroforestry Pada Lahan Kritis (Studi Kasus Di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar). Perennial, 6(1), 53–59. https://doi.org/10.24259/perennial.v6i1.198

Fauzi, a., & anna, s. (2002). Evaluasi status keberlanjutan pembangunan perikanan: aplikasi pendekatan rapfish (studi kasus perairan pesisir dki jakarta). European journal of biochemistry, 4(3), 43–55. Https://doi.org/10.1111/j.1432-1033.1968.tb00410.x

Fauzi Dzikrillah, G., Anwar, S., & Hadi Sutjahjo, S. (2017). Analisis Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung Sustainable of Rice Farming in Soreang District of Bandung Regency. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 7(2), 107. https://doi.org/10.19081/jpsl.2017.7.2.107

Ferianto, Sudhartono, A., & Ningsih, S. (2017). Analisis Keberlanjutan Sistem Agroforestry Tradisional Di Desa Salua Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Mitra Sains, 5(1), 53-63.

Guntur, A , Sayamar, E., &, Cepriadi. 2016. Kajian kearifan lokal petani padi sawah di desa hutan gurgur kecamatan Silaen kabupaten Toba Samosir. Jom Faperta UR Vol 3 No 2,hal 1-7.

Handayani, R. I. (2015). Pemanfaatan Aplikasi Expert Choice Sebagai Alat Bantu Dalam Pengambilan Keputusan (Studi Kasus: Pt. Bit Teknologi Nusantara). Jurnal Pilar Nusa Mandiri, XI(1).

Hasan, M., Sapei, A., Purwanto, J., & Sukardi (2011). Kajian kebijakan pengelolaan sumberdaya air pada Daerah Aliran Sungai Citarum. Jurnal Sumberdaya Air, 7(2), 105- 118.

Iswandono E., Zuhud E.A.M., Hikmat A., Kosmaryandi N., & Wibowo L.R. (2016). Traditional land practice and forest conservation: case study of the manggarai tribe in ruteng mountais, indonesia. International Journal of Indonesian Society and Culture, 8(2), 257-266.

Junaidi , Edi dan Yongky Indrajaya. 2018. Respon Hidrologi Akibat Penerapan Pola Agroforestry Pada Penggunaan Lahan Yang Tidak Ssesuai Kesesuaian Lahan. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea. Tangerang.

Kementerian Kehutanan. 2014. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor.P. 57/Menhut-II/2014 tentang Pedoman Pembinaan Kelompok Tani Hutan. Jakarta (ID): Kemenhut

Kuvaini, A., Hidayat, A., Kusmana, C., & Basuni, S. (2019). Teknik Penilaian Multidimensi untuk Mengevaluasi Keberlanjutan Pengelolaan Hutan Mangrove di Pulau Kangean Provinsi Jawa Timur. JURNAL WILAYAH DAN LINGKUNGAN, 7(3), 137-152.

Laporan Monitoring Pelaksanaan Penanaman Dalam Rangka Rehabilitasi Hutan Dan Lahan DAS PT Vale Indonesia.(2022). KPH Sawitto:Pinrang

Muthmainnah, I. S. (2018). Pendapatan Masyarakat pada Komponen Silvopasture dan Agrisilvikultur Kecamatan Parangloe Kabupaten gowa. Jurnal Hutan Dan Masyarakat, 10(1), 136–144.

Rahayu, A., Bambang, A.N., & Hardiman, G. (2013). Strategi peningkatan status keberlanjutan kota Batu sebagai kawasan agropolitan. Jurnal Ekosains, 5(1), 21-34.

Rian Setiawan, I. G. (2018). Partisipasi Masyarakat pada Pengembangan Agroforestry dalam Program Kemitraan di KPH Unit XIV Gedong Wani. Jurnal Silva Lestari, 6(3), 56-63.

Rimbawati , D. E., Fatchiya, A., & Sugihen, B. G. (2018). Dinamika Kelompok Tani Hutan Agroforestry di Kabupaten Bandung. Jurnal Penyuluhan, 14(1), 92-103.

Ruhimat, I. S. (2015). Status Keberlanjutan Usahatani Agroforestry Pada Lahan Masyarakat: Studi Kasus Di Kecamatan Rancah,Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 12(2), 99-110.

Ruhimat, I. S. (2017). Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Kelompok Tani. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 14(1), 1-17.

Soekartawi A, Suharjo, J.&J,B,H.D.(2006). Analisis Usahatani. Jakarta: Universitas Indonesia Pers.

Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABETA

Wollenberg E, Belcher B, Sheil D, Dewi S, Moeliono M.2004. Mengapa kawasan hutan penting bagi penanggulangan kemiskinan di Indonesia?. Governance Brief. CIFOR, Bogor.

Downloads

Published

2023-10-13