Pengaruh Paparan Iklan Junk food dan Konsumsi Junk food terhadap Kejadian Obesitas pada Remaja
DOI:
https://doi.org/10.32662/gjph.v6i1.3035Keywords:
obesitas, iklan junk food, konsumsi junk food, remajaAbstract
Usia remaja biasanya terjadi perubahan, termasuk pada pola makannya. Sehingga untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangan secara normal, remaja perlu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan tidak berlebihan. Seiring berkembangnya zaman, pengaruh budaya asing banyak yang masuk ke Indonesia, salah satunya konsep makan. Perubahan budaya makan yaitu Junk food atau makanan cepat saji. Jenis penelitian ini menggunakan case control study yang dilaksanakan di SMA Negeri dan swasta yang ada di Kotamobagu sejak bulan Februari sampai Maret tahun 2023. Populasi adalah seluruh remaja SMA Negeri dan swasta yang ada di Kotamobagu yang berstatus aktif yaitu sebanyak 10.314 orang dan sampel penelitian sebanyak 298 orang yang dibagi menjadi kelompok kasus 149 orang dan kontrol 149 orang yang ditentukan dengan rumus lemeshow. Hasil analisis data observasional analitik dengan menggunakan rancang case control study dipelajari dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan obesitas yang sering terpapar iklan junk food 109 (73,3%) dan remaja dengan obesitas yang sering mengkonsumsi junk food 102 (68,5%). Â Hasil Uji chi-square menunjukan bahwa ada hubungan antara paparan Iklan Junk food (p value= 0,000), dan Konsumsi Junk food (p value=0,001) dengan kejadian obesitas pada remaja di kotamobagu. Diharapkan penelitian ini bisa dijadikan acuan dalam membuat kebijakan mengenai upaya pencegahan obesitas dan pendidikan mengenai gizi di sekolah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan pelatihan tentang gizi dan makanan sehat secara teratur kepada siswaReferences
Agustina., Maas. and Zulfendri (2019) ‘Analisis faktor perilaku berisiko terhadap kejadian obesitas pada anak usia 9-12 tahun di SD Harapan 1 Medan.’, Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 4(2), pp. 371–381.
Agustina, R., Meilanawati and Fenny (2021) ‘Psychosocial, Eating Behavior, and Lifestyle FactorsInfluencing Overweight and Obesity in Adolescents’, Food and Nutrition Bulletin, 42(1), pp. 72–91.
Alman, K. L., Lister, N. B. and Garnet, S. P. (2020) ‘Dietetic management of obesity and severe obesity in children and adolescents: A scoping review of guidelines’, Pediatric and Seevere, 22(1), pp. 103–111.
Amalia and Nur Rizki (2013) ‘Hubungan Konsumsi Junk food Terhadap Status Gizi Lebih Pada Siswa. Padang’, Jurnal Kesehatan Andalas, 5(1).
Ashakiran and Deepthi (2012) ‘Fast food and Their Impact on Health’, Journal of Krishna Institute of Medical Sciences University, 1(2), pp. 8–12.
Devi (2010) ‘Nutrition and food’, in Jakarta: PT. Kompas Media.
Indrapermana and Pratiwi (2019) ‘Hubungan Junk food Terhadap Obesitas Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Sd Santo Yoseph 2 Denpasar.’, J Med Udayana, 8(11), pp. 1–5.
Izhar, Dody, M. and Ruwayda (2017) ‘Hubungan antara konsumsi junkfood, Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Siswa SMA 1 Jambi’, in Prosiding Semnas Kesmas Sriwijaya.
Kemenkes RI (2019) Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018.
Majabadi, H. A. et al. (2016) ‘Factors Influencing Fast-Food Consumption Among Adolescents in Tehran: A Qualitative Study’, Iran Red Crescent Med J, 18(3).
Nurwanti (2013) ‘Pemanfaatan filtrat daun muda jati sebagai bahan pewarna alternatif dalam pembuatan preparat jaringan tumbuhan’, in Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu).
Suryaputra, Nadhiroh and Rahayu (2012) ‘Perbedaan pola makan dan aktivitas fisik antara remaja obesitas dengan non obesitas’, Makara kesehatan, 16(1), pp. 45–50.
WHO (2015) Global Physical Activity Questionnaire Analysis Guide.
WHO (2018) ‘Obesity and overweight’.
Wu, Y. et al. (2021) ‘Growing fast food consumption and obesity in Asia: Challenges and implications’, Social Science & Medicine, 269.