KELIMPAHAN MAKROFAUNA TANAH PADA LAHAN PASCA ERUPSI GUNUNG MERAPI TAHUN 2010 DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI

Authors

  • Yusuf Aminudin Universitas Gadjah Mada
  • Puji Lestari Universitas Gadjah Mada
  • Eko Prasetyo Universitas Gadjah Mada
  • Singgih Utomo Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjfr.v4i2.1658

Keywords:

Acacia decurren, makrofauna, pengaruh vegetasi, erupsi merapi.

Abstract

Erupsi Gunung Merapi terjadi secara periodik yang menyebabkan tanah selalu terbarui setelah terjadinya erupsi. Faktor ketinggian tempat menjadi salah satu faktor penyebab adanya perbedaan ketebalan timbunan material vulkanik yang berupa pasir, kerikil dan bebatuan. Akibat dari perbedaan tersebut berpengaruh terhadap perbedaan vegetasi penutup lahan terutama pada bagian atas yang didominasi oleh jenis invasif Acacia decurren. Penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis makrofauna tanah dan membandingkan kekayaan (DMg), keanekaragaman (H’) dan keseragaman (E) spesies di dalam dan di luar tegakan pada lahan pasca erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Penelitian dilakukan di Kawasan Kalikuning Park yang berada di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dengan menggunakan metode hand sorting. Pembuatan plot ukur setiap lokasi sebanyak 6 buah yang dibagi menjadi 3 buah di dalam tegakan dan 3 buah berada di luar tegakan. Pengukuran kondisi lingkungan yang dilakukan pengukuran kelembaban, suhu, kecepatan angin, intensitas cahaya, suhu tanah, pH dan bahan organik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi penutup menyebabkan adanya perbedaan keberadaan dan distribusi makrofauna tanah. Jenis yang ditemukan seperti cacing, Rhizotrogus aequinoctialis, Rhizotrogus marginipes, laba-laba, lenyai, kelabang, kaki seribu, semut hitam, semut merah dan yellow mealworm. Pada lokasi di dalam tegakan memperoleh nilai DMg= 3,27, H’= 2,739, E= 1,038. Lokasi di luar tegakan memperoleh nilai DMg= 2,04, H’= 1,99, E= 0,961

Author Biography

Yusuf Aminudin, Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner

References

Hilwan, I dan Handayani, E. P. 2013. Keanekaragaman Mesofauna dan Makrofauna Tanah pada Areal Bekas Tambang Timah di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung. Jurnal Silvikultur Tropika. Vo. 04. No. 1. Hal: 35-41.

Nurlaeny, N., Saribun, D. S., dan Hudaya, R. 2012. Pengaruh Kombinasi Abu Vulkanik Merapi, Pupuk Organik dan Tanah Mineral Terhadap Sifat Fisiko-Kimia Media Tanam Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.). Bionatura-Jurnal Ilmu-ilmu Hayati dan Fisik. Vol. 14(3):184-191. ISSN 1411 – 0903

Nusroh, Z. 2007. Studi Diversitas Makrofauna Tanah Di Bawah Beberapa Tanaman Palawija yang Berbeda di Lahan Kering pada saat Musim Penghujan. Skripsi Gelar Sarjana. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Diakses pada tanggal: 12 November 2020.

Rachman, E dan Hani, A. 2017. Potensi Kenaekaragaman Jenis Vegetasi untuk Pengembangan Ekowisata di Cagar Alam Situ Panjalu. Jurnal Wasian. Vol. 4(1):01-10.

Situmorang, V. H., dan Afrianti, S. 2020. Keanekaragaman Makrofauna Tanah pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jacq.) PT. Cinta Raja. Jurnal Pertanian Berkelanjutan. Vol. 8(3): 176-186. ISSN 2302-6944

Soelaeman, Y., Idjudin, A. A., Erfandi, D., Kentjanasari, A. 2011. Upaya Perbaikan Produktivitas Lahan yang Terkena Dampak Erupsi Merapi. Balai Penelitian Tanah. Diakses dari: http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/dokumentasi/buku/buku%20kajian%20cepat%20merapi/08yoyo_sule.pdf

Sugiyarto., Efendi, M., Mahajoeno, E., Sugito, Y., Handayanto, E., dan Agustina, L. 2007. Preferensi Berbagai Jenis Makrofauna Tanah Terhadap Sisa Bahan Organik Tanaman pada Intensitas Cahaya Berbeda. Biodiversitas. Vol. 7(4):96-100. ISSN: 1412-033X.

Suin, N. M. 2012. Ekologi Hewan Tanah-Cetakan Keempat. Jakarta. Bumi Aksara.

Suriadikarta, D. A., Idjudin, A. A., Sutono., Erfandi, D., Santoso, E., dan Kasno, A. 2011. Identifikasi Sifat Kimia Abu Volkan, Tanah dan Air di Lokasi Dampak Letusan Gunung Merapi. Balai Penelitian Tanah. Vol. 9(1):1-14.

TNGM. 2010. Laporan Penataan Zonasi Taman Nasional Gunung Merapi Setelah Erupsi 2010. Yogyakarta: TNGM Departemen Kehutanan RI.

Utami, S. N. H., Maas, A., Darmanto, Jayadi. R., Martono, E., Purwanto, B. H., Kusumandari, A., Murdjito, G., Marwasta, D., Jamhari dan Kastono, D. 2011.Pengelolaan Kawasan Lereng Merapi Pasca Erupsi 2010. Forum Grup Discussion “Peruntukan Lahan Produksi dan Konservasi Pasca Erupsi Merapi. Diakses pada tanggal: 27 September 2020.

Wulandari, S., Sugiyarto dan Wiryanto. 2007. Pengaruh Keanekaragaman Mesofauna dan Makrofauna Tanah terhadap Dekomposisi Bahan Organik Tanaman di Bawah Tegakan Sengon (Paraserianthes falcataria). Bioteknologi. Vol. 4(1):20-27.

Yulipriyanto, H. 2010. Biologi Tanah dan Strategi Pengelolaannya. Yogyakarta. Graha Ilmu.

Downloads

Published

2021-10-01

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.