POTENSI BLUE CARBON EKOSISTEM MANGROVE PILOHULATA GORONTALO UTARA

Authors

  • Dian Puspaningrum Fakultas Kehutanan Universitas Gorontalo
  • Vikisastro Suleman DLHK Provinsi Gorontalo UPTD KPHP Wilayah IV Gorontalo Utara
  • Ernikawati Ernikawati Fakultas Kehutanan Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjfr.v6i2.3191

Keywords:

blue_carbon, mangroves, pilohulata, gorontalo_north

Abstract

ABSTRAK

Fakta perubahan iklim yang terjadi saat ini mendesak seluruh pihak untuk ikut berkontribusi dalam melakukan mitigasi dan adaptasi, agar dapat mengurangi dampak atau resiko yang ditimbulkan.  Ruang lingkup program Indonesia’s FoLU Net Sink 2030 salah satunya relevan dengan konsep blue carbon yang saat ini juga menjadi fokus pemerintah khususnya sektor perikanan dan kelautan dalam usaha menyerap emisi karbon. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi serapan karbon ekosistem mangrove Pilohulata sebagai salah satu gugus mangrove yang terdapat diwilayah pesisisr pantai dan laut Kecamatan Monano.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi keanekaragaman spesies vegetasi mangrove pilohulata termasuk dalam kategori sedang.  Nilai kemerataan jenis yang dimiliki masuk dalam kategori sedang walaupun cenderung rendah, sedangkan nilai kekayaan jenis vegetasi mangrove pilohulata termasuk dalam kategori rendah.  Kondisi ini tentu saja berdampak pada jumlah serapan karbon yang dimiliki oleh vegetasi mangrove yang ada di Pilohulata.  Nilai serapan karbon tertinggi terdapat pada vegetasi mangrove struktur tingkat pohon sebesar 2081,23 ton/ha sedangkan nilai terendah terletak pada struktur tingkat semai sebesar 52,74 ton/ha.  Nilai serapan CO2 vegetasi mangrove pilohulata tertinggi terdapat pada struktur tingkat pohon sebesar 7638,10 ton/ha, sedangkan nilai terendah terdapat pada struktur tingkat semai sebesar 193,55 ton/ha.  Diketahui bahwa nilai serapan karbon vegetasi mangrove berbanding lurus dengan kemampuan vegetasi mangrove menyerap CO2 di udara, bahkan mangrove dapat menyerap CO2 lebih banyak 27% dari jumlah karbon yang diserap dan disimpan dalam tanaman.

ABSTRACT

The fact that climate change is currently occurring urges all parties to contribute to mitigation and adaptation, in order to reduce the impacts or risks caused. One of the scopes of Indonesia's FoLU Net Sink 2030 program is that it is relevant to the blue carbon concept, which is currently also the focus of the government, especially the fisheries and marine sectors, in an effort to absorb carbon emissions. The aim of this research is to analyze the carbon uptake potential of the Pilohulata mangrove ecosystem as one of the mangrove clusters found in the coastal and marine areas of Monano District. The results showed that the diversity potential of pilohulata mangrove vegetation species was included in the moderate category. The species evenness value is in the medium category although it tends to be low, while the species richness value of the pilohulata mangrove vegetation is included in the low category. This condition certainly has an impact on the amount of carbon absorption owned by the mangrove vegetation in Pilohulata  The highest carbon uptake value is found in the tree-level structure of mangrove vegetation at 2081.23 ton/ha, while the lowest value is at the seedling-level structure at 52.74 ton/ha. The highest CO2 uptake value for pilohulata mangrove vegetation was at the tree level structure at 7638.10 ton/ha, while the lowest value was at the seedling level structure at 193.55 ton/ha. It is known that the carbon absorption value of mangrove vegetation is directly proportional to the ability of mangrove vegetation to absorb CO2 in the air, in fact mangroves can absorb 27% more CO2 than the amount of carbon absorbed and stored in plants.

 

References

Asih N. Peran Hutan Mangrove sebagai Blue Carbon dalam Mitigasi Perubahan Iklim.

Nugraha N. KLHK Gelar Sosialisasi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Sub Nasional Provinsi Sulawesi Tengah. Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2022.

Lanae A. Blue Carbon dan Perubahan Iklim. Fur Dier Freiheit. 2019. 56 p.

Nugraha N. Pemerintah Perkuat Capaian Pengurangan Emisi Melalui Blue Carbon. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2022.

Kasim F. Characteristics of Avicennia lanata (Ridley) Species for mangrove restoration on the coast of North Gorontalo. Tomini J Aquat Sci. 2022;3(1):8–20.

Puspaningrum D. Potensi Cadangan Karbon Pada Hutan Mangrove Di Desa Monano Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara. J Bertani. 2017;1(2):250–8.

Rahim S, Baderan DWK. Komposisi Jenis, Struktur Komunitas, dan Keanekaragaman Mangrove Asosiasi Langge Kabupaten Gorontalo Utara-Provinsi Gorontalo. J Ilmu Lingkung. 2019;17(1):181.

Ruruh A, Ernikawati. Struktur dan Komposisi Vegetasi Mangrove di Pesisir Pantai Desa Dambalo Kecamatan Tomilito Kabupaten Gorontalo Utara (Mangrove Vegetation Structure and Composition On Beach Dambalo Village, Tomilito Sub-District, North Gorontalo Distric). J Penelit Kehutan Bonita. 2021;3:1–8.

Iswandar M, Dewiyanti I, Kurnianda V. Dugaan Serapan Karbon pada Vegetasi Mangrove di Kawasan Mangrove Gampong Iboih Prediction of Carbons on Mangrove Vegetation in Mangrove Regions Gampong Iboih, Sukakarya Districts, Sabang City. J Ilm Mhs Kelaut dan Perikan Unsyiah. 2017;2(November):512–8.

Bengen D. Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Pus Kaji Sumberd Pesisir dan Lautan Inst Pertan Bogor Bogor, Indones. 2001;

Azzahra F. Estimasi Serapan Karbon Pada Hutan Mangrove Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah. JFMR-Journal Fish Mar Res. 2020;4(2):308–15.

Kuswandi R, Sadono R, Supriyatno N, Marsono D. KEANEKARAGAMAN STRUKTUR TEGAKAN HUTAN ALAM BEKAS TEBANGAN BERDASARKAN BIOGEOGRAFI DI PAPUA (Diversity of Stand Structure in Logged-Over Forest Based on Papua Biogeography). J Mns dan Lingkung. 2015;22(2):151.

Downloads

Published

2023-10-30

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.