PERBANYAKAN LEGUME COVER CROP Desmodium trifolium PADA BEBERAPA MEDIA TANAM

Authors

  • Ceng Asmarahman Magister Kehutanan Program Pascasarjana Universitas Lampung
  • Machya Kartika Tsani Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • Hendra Prasetia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
  • Inggar Damayanti Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • Surnayanti Surnayanti Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • Afif Bintoro Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjfr.v5i1.2078

Keywords:

legume cover crop, Desmodium trifolium, growth media

Abstract

ABSTRAK

Lahan pascatambang merupakan lahan terbuka yang mudah terdegradasi, sehingga perlu dilakukan revegetasi terutama jenis legum cover crop. Tujuan penelitian yaitu melakukan perbanyakan legume cover crop Desmodium triflorum pada beberapa media. Analisis data menggunakan Anova dengan software SPSS versi 10.01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media memberikan pengaruh sangat nyata terhadap daya kecambah, rata-rata hari berkecambah, tinggi kecambah, serta jumlah daun tanaman Desmodium trifolium, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah benih berkecambah. Perlakuan media tanah campuran arang sekam pada Desmodium trifolium memberikan nilai terbaik terhadap rata-rata daya kecambah (33,33%), rata-rata hari berkecambah (9,41 hari), rata-rata tinggi kecambah (9,91 cm) dan rata-rata jumlah daun (7,34 helai), bila dibandingkan dengan perlakuan media tanah campuran dengan serbuk kayu gergaji.

 

Kata kunci: tumbuhan penutup tanah; Desmodium trifolium; media tumbuh

 

ABSTRACT

Post-mining land is open land that is easily degraded, so it is necessary to conduct revegetation, especially using cover crop legumes. This study aimed to propagate the legume cover crop Desmodium triflorum on several media. The data was analysed using ANOVA with SPSS software version 10.01. The results showed that the media treatment had a very significant effect on germination, average days of germination, germination height, and the number of leaves of Desmodium trifolium plants, but not significant effect on the number of germinated seeds. The soil treatment with husk charcoal mixed to Desmodium trifolium indicated the best average germination, average germination day, average germination height, and average number of leaves with (33.33%), (9.41 days), (9.91 cm) and (7.34 pieces), respectively, when compared to the mixed soil media with sawdust treatment.

Keywords: legume cover crop; Desmodium trifolium; growth media

References

Arafat, N.I. 2015. Pertumbuhan Desmodium heterophyllum (Wild.) DC Sebagai Tanaman Penutup Tanah di Lahan Pascatambang Silika. Skripsi. Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Arsyad A.R., Yulfita F., dan Ermadani. 2011. Aplikasi Pupuk Hijau (Calopogonium mucunoides dan Pueraria Javanica) Terhadap Air Tanah Tersedia dan Hasil Kedelai. J. Hidrolitan., 2:1(31 – 39).

Bewley, J.D. dan Black, M. 1985. Seed Physiology of Development and Germination. Plenum Press. New York and London. 367 Hal.

Danapriatna, N. 2007. Pengaruh penyimpanan terhadap viabilitas benih kedelai. Paradigma : Jurnal Ilmu Pengetahuan, Agama Dan Budaya. Vol. 8 No. 1 Hal : 178-187.

Darwo. 2003. Respon Pertumbuhan Khaya anthoteca Dx. DA, Acacia crasicarpa, A. cunn. Ex. Benth. Terhadap Penggunaan Endomikoriza, Pupuk Kompos dan Asam Humat pada Lahan Pasca Penambangan Semen. Tesis. Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Gomez, K.A. dan Gomez, A.A. 1995. Prosedur Statistika untuk Penelitian Pertanian. Edisi Kedua. Jakarta. UI Press.

Gardner FP, Pearce RB, Mitchell RL. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta: UI Press.

Goldsworthy PR, Fisher NM. 1992. Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Irmayanti, L. Mariati, M., Salam., dan Buamona, R. 2019. Respon pertumbuhan bibit jabon merah (Anthocephalus macrophyllus (roxb.) Havil) di persemaian pada pemberian pupuk hayati dan kimia. EnviroScienteae Vol. 15 No. 2 Hal : 204-210.

Juhanda, 2013. Pengaruh Skarifikasi Pada Pola Imbibisi Dan Perkecambahan Benih Saga Manis (Abruss Precatorius [L.]). Jurnal Agrotek Tropika. Vol 1 No 1 Hal : 45-49.

Kamil, J. 1979. Teknologi Benih. Padang: Angkasa Raya. 227 hal.

Mousavi, S.H., Heidary, A., dan Pour F.K. 2011. Self-Learning and Independent Study And Their Role In Learning Retention Of Physical Education Graduates. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences. Vol. 1 No. 3. Hal 76-81.

Nurmiaty, Y., Ermawati, dan Purnamasari, V.W. 2014. Pengaruh cara skarifikasi dalam pematahan dormansi pada viabilitas benih saga manis (Abrus Precatorius [L.]. J. Agrotek Tropika. Vol. 2, No. 1 Hal: 73 – 77.

Rahayu, A. D. dan Suharsi, T. K. 2015. Pengamatan uji daya berkecambah dan optimalisasi substrat perkecambahan benih kecipir [Psophocarpus tetragonolobus L. (DC)]. Bul. Agrohorti vol 3 no 1. Hal : 18-27.

Salisbury, F.B. dan Ross, C.W. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Jilid I. Bandung. Institut Teknologi Bandung.

Sitompul SM. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. Buku. PT Raja Grafindo Persada. 237 hal.

Syauqie, A., Hatta G. M. , Priaymadi, B.J., dan Kissinger. 2019. Pengaruh pemberian kompos dan posisi lereng terhadap pertumbuhan sengon (Paraserianthes falcataria) di lahan revegetasi bekas tambang batubara. EnviroScienteae Vol. 15 No. 2 Hal 146-153.

Widajati, E., Murniati E., Palupi, E. R., Kartika, T., M. R. Suhartanto, M. R., dan Qadir, A. 2013. Dasar Ilmu Dan Teknologi Benih. Bogor : Pt. Penerbit Ipb Press. 169 hal.

Downloads

Published

2022-04-01

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.