POTENSI SIMPANAN KARBON RANTING-DAUN KAYU PUTIH DI KPH YOGYAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.32662/gjfr.v3i1.849Keywords:
non-timber forest products, biomass, environmental servicesAbstract
ABSTRAK
Hutan tanaman kayu putih dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi dan jasa lingkungan. Namun kajian tentang peran tanaman kayu putih dalam menghasilkan jasa lingkungan berupa penyimpanan karbon belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi simpanan karbon pada ranting-daun kayu putih yang siap pangkas. Alat yang digunakan adalah timbangan digital, kompas, dan parang. Bahan penelitian adalah tegakan kayu putih yang berumur 23-43 di KPH Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petak 31 KPH Yogyakarta didominasi oleh tegakan kayu putih berumur 23 tahun (52%) dengan potensi simpanan karbon pada ranting-daun kayu putih sebesar 545,6 gr/pohon. Tegakan kayu putih yang memiliki produktivitas terbesar adalah tegakan umur 33 tahun dimana simpanan karbonnya sebesar 807,7 gr/pohon dengan kerapatan tegakan 2.325 pohon/ha. Total simpanan karbon pada ranting-daun kayu putih untuk tegakan berumur 23, 27, 31, 33, 40, 41, dan 43 tahun secara berturut-turut adalah 36,50 ton, 1,58 ton, 10,70 ton, 2,83 ton, 3,61 ton, dan 5,90 ton. Dengan demikian, potensi total simpanan karbon pada ranting-daun kayu putih di petak 31 mencapai 65,04 ton.
Kata kunci: hasil hutan bukan kayu, biomasa, jasa lingkungan, karbon, kayu putih
ABSTRACT
Cajuput plantation can be utilized for economic and environmental services purposes. However, studies on the role of cajuput plants to produce environmental services, especially as carbon storage have not been carried out. This study aim is determining the potential of carbon storage in leave-twigs of cajuput that are ready to be harvested. The research equipment are digital scales, compass, and knife. The research material is cajuput stand at 23-43 years at KPH Yogyakarta. The results showed that at compartment 31 of KPH Yogyakarta were dominated by stand on age 23 years (52%) which the carbon storage was 545,6 gr/tree. Cajuput stand that produces the higher carbon storage was the stand in which the age is 33 years. The carbon storage at age 23 years is 807,7 gr/tree and the stand density is 2.325 trees/ha. The total leave-twigs’ carbon storage at age of 23, 27, 31, 33, 40, 41, 43 were 36,5 tons, 1,58 tons, 10,70 tons, 2,83 tons, 3,61 tons, and 5,90 tons respectively. Thus, the potential of total carbon storage in cajuput’s leave-twigs at compartment 31 is 65,04 tons.
Keywords: non-timber forest products, biomass, environmental services, carbon, cajuput
References
Akbar, A., 2012. Persamaan allometrik untuk menduga kandungan karbon jenis meranti (Shorea teysmaniana) di hutan alam rawa gambut Kalimantan Tengah (Allometric equations for predicting carbon contents of Shorea teysmaniana in peat swamp natural forest Central Kalimantan). J. Penelit. Sos. dan Ekon. Kehutan. 9, 1–11.
Badan Standarisasi Nasional, 2011. Standar Nasional Indonesia No. 7724 tentang Pengukuran dan Penghitungan Cadangan Karbon-Pengukuran Lapangan Untuk Penaksiran Cadangan Karbon Hutan (ground based forest carbon accounting). Jakarta.
Budiadi, Ishii, H.T., 2010. Comparison of carbon sequestration between multiple-crop, single-crop and monoculture agroforestry systems of Melaleuca in Java, Indonesia. J. Trop. For. Sci. 22, 378–388.
Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, 2014. Rencana Pengelolan Hutan Jangka Panjang Kesatuan Pengelolaan Hutan (RPHJP KPHP) Model Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, Yogyakarta.
Hardjana, A.K., 2010. Potensi Biomassa Dan Karbon Pada Hutan Tanaman Acacia mangium DI HTI PT . Surya Hutani Jaya , Kalimantan Timur ( Biomass and Carbon Potential of Forest Plantation of Acacia mangium in HTI Pt . Surya Hutani Jaya , East Kalimantan ). J. Penelit. Sos. dan Ekon. Kehutan. 7(4), 237–249.
Hardjana, A.K., Noor’an, R.F., Tumakaka, I.S., Rojikin, A., 2012. Pendugaan stok karbon kelompok jenis tegakan berdasarkan tipe potensi hutan di kawasan hutan lindung Sungai Wain (Estimating carbon stock of stand species based on forest potential type in Sungai Wain protected forest). J. Penelit. Dipterokarpa 6, 85–96.
Heriyanto, N.M., Subiandono, E., 2012. Komposisi dan struktur tegakan, biomasa, dan potensi kandungan karbon hutan mangrove di Taman Nasional Alas Purwo (Composition and structure , biomass , and potential of carbon content in mangrove forest at National Park Alas Purwo). J. Penelit. hutan dan Konserv. alam 9, 23–32.
Indrajaya, Y., 2013. Cadangan Karbon Hutan Lindung Long Ketrok Di Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur Untuk Mendukung Mekanisme REDD+. J. Penelit. Sos. dan Ekon. Kehutan. 10, 99–109.
Karim, H.A., Ahmad, A., Rosdayanti, A., 2019. Komposisi dan cadangan karbon ekosistem mangrove Teluk Bone Palopo, Sulawesi Selatan. Gorontalo J. For. Res. 2, 11–19.
Kartikawati, N.K., Rimbawanto, A., Susanto, M., Baskorowati, L., Prastyono, 2014. Budidaya Dan Prospek Pengembangan Kayu Putih (Melaleuca cajuputi), Bogor. ed. IPB Press.
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, 2007. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.35/Menhut-II/2007 Tentang Hasil Hutan Bukan Kayu.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, 2011. Indonesian Essential Oils : The Scents of Natural Life, Indonesian Essential Oil : The Secents of Natural Life. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Jakarta.
Kesatuan Pengelolaan Hutan Yogyakarta, 2011. Kendali Petak Resort Pengelolaan Hutan Gelaran. Kesatuan Pengelolaan Hutan Yogyakarta, Yogyakarta.
Lukito, M., 2010. Inventarisasi Hutan Tanaman Kayu Putih (Melaleuca cajuputi subsp cajuputi Powell) Dalam Menghasilkan Biomassa Dan Karbon Hutan (kasus di hutan tanaman kayu putih, BKPH Sukun, KPH Madiun Perum Perhutani Unit II Jawa Timur). Universitas Gadjah Mada.
Lukito, M., 2011. Model Pendugaan Biomassa Tanaman Kayu Putih. J. Agri-tek 12, 1–17.
Mulyana, B., Rohman, Wardhana, W., 2018. Luas Optimum Petak Ukur Untuk Hutan Tanaman Kayu Putih Di Kesatuan Pengelolaan Hutan Yogyakarta. J. Faloak 2, 29–38.
Mulyana, B., Siallagan, S.W.S., Yuwono, T., Purwanto, R.H., 2019. Daur Optimum Pemangkasan Daun Kayu Putih Di KPH Yogyakarta. J. Penelit. Kehutan. Wallacea 8, 71–79.
Perhutani, 2012. Laporan Tahunan Perhutani Tahun 2012. Perhutani, Jakarta.
Rahman, Effendi, H., Rusmana, I., 2017. Estimasi stok dan serapan karbon pada mangrove di Sungai Tallo, Makassar. J. Ilmu Kehutan. 11, 19–28.
Samsoedin, I., Sukiman, H., Wardani, M., Heriyanto, N.M., 2016. Pendugaan Biomassa Dan Kandungan Karbon Kayu Afrika (Maesopsis emenii Engl.) Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Biomass and carbon stock of Maesopsis emenii Engl. at Sukabumi District, West Java). J. Penelit. Hutan Tanam. 13, 73–81.
Utomo, P.M., Suhendang, E., Syafii, W., Simangunsong, B.C., 2012. Model produksi daun pada hutan tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi Subsp cajuputi. Powell) sistem pemanenan pangkas tunas. J. Hutan Tanam. 9, 195–208.
Wahyuni, N.I., Suryawan, A., 2012. Cadangan Karbon Hutan Mangrove Di Sulawesi Utara Antara Tahun 2000-2009 (Carbon stock of mangroves in North Sulawesi During 2000-2009). Info BPK Manad. 2, 127–138.
Widiyanto, A., 2011. Potensi serapan karbon pada beberapa tipe hutan di Indonesia. Al-Basia 8, 43–54.
Yuwono, T., Jaya, I.N.S., Elias, 2015. Model penduga massa karbon hutan rawa gambut menggunakan Citra ALOS PALSAR (Peat swamp forest carbon mass estimation models using ALOS PALSAR Image). J. Penelit. Hutan dan Konserv. Alam 12, 45–58.



