PENGARUH FMA DAN PUPUK SUPERNASA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAYU KUKU (Pericopsis mooniana THW)

Authors

  • Rahmah Dzulhajjah Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Kendari
  • Ikraeni Safitri Nahdlatul Ulama Gorontalo University
  • Mazfia Umar Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Kendari
  • Sri Inrawaty Hafili Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Kendari
  • Zahrimah Zahrimah Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Kendari

DOI:

https://doi.org/10.32662/gjfr.v6i2.3202

Keywords:

arbuscular mycorrhizal fungi, supernasa fertilizer, seedling growth

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi FMA dan pupuk supernasa terhadap pertumbuhan bibit kayu kuku (P. mooniana THW) umur tiga bulan. Rancangan penelitian yang digunakan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama FMA (A) yang terdiri dari dua perlakuan antara lain A0 (Kontrol), A1 (Septoglomus constrictium), factor kedua yakni pupuk supernasa (B) yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu B0 (kontrol), B1=1 g/1 L air, B2 = 1,5 g/1 L air, B3 = 2 g/1 L air, B4 = 2,5 g/1 L air. Anaalisi data pada penelitian ini menggunakan analisis sidik ragam (uji F) dan jika hasil menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa perlakuan interaksi FMA dan pupuk supernasa 1.5 g/liter air meningkatkan pertumbuhan diameter bibit dengan persen peningkatan terhadap kontrol sebesar 110%, interaksi FMA S. constrictum dan pupuk supernasa 1 g/liter air cenderung memiliki rata-rata tertinggi pada peubah tinggi (4.60 cm) dan untuk peubah jumlah daun perlakuan interaksi FMA S. constrictum dan tanpa pupuk supernasa (4.18 helai). Factor Tunggal FMA perlakuan FMA S. constrictum berbeda nyata terhadap kontrol pada peubah tinggi, diameter dan jumlah daun. Factor tunggal pemupukan menunjukkan perlakuan pupuk supernasa 1 g/liter air meningkatkan pertumbuhan tinggi, diameter dan jumlah daun bibit kayu kuku umur tiga bulan dengan nilai berturut-turut 4.09 cm, 1.07 mm, 3.85 helai. Sehingga penggabungan FMA dan pupuk supernasa untuk menguji hubungan ketersediaan unsur hara dan serapan hara yang dibuthkan oleh tanaman.

ABSTRACT

This research aims to determine the effect of application of AMF and supernasa fertilizer on the growth of three-month-old Kuku wood (P. mooniana THW) seedlings. The research design used was based on a Completely Randomized Factorial Design. The first factor is AMF (A) which consists of two treatments including A0 (Control), A1 (Septoglomus constrictium), the second factor is supernasa fertilizer (B) which consists of three treatments namely B0 (control), B1=1 g/1 L water, B2 = 1.5 g/1 L water, B3 = 2 g/1 L water, B4 = 2.5 g/1 L water. Data analysis in this study used analysis of variance (F test) and if the results showed a real effect, it was continued with the Duncan test. The results of the research showed that the interaction treatment of AMF and supernasa fertilizer 1.5 g/liter of water increased the growth of seed diameter with a percent increase compared to the control by 110%, the interaction of AMF S. constrictum and supernasa fertilizer 1 g/liter of water tended to have the highest average for the high variable. (4.60 cm) and for the variable number of leaves in the interaction treatment of AMF S. constrictum and without supernasa fertilizer (4.18 pieces). Single Factor AMF S. constrictum AMF treatment was significantly different from the control in the variables height, diameter and number of leaves. The single fertilization factor showed that 1 g/liter of water supernasa fertilizer treatment increased the growth in height, diameter and number of leaves of three-month-old Kuku wood seedlings with values respectively 4.09 cm, 1.07 mm, and 3.85 strands. So combining AMF and supernasa fertilizer to test the relationship between nutrient availability and nutrient uptake needed by plants.

 

References

Ainun M, Nurhayati, dan D Susilawati. 2011. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik dan Jenis Mulsa Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merrill). Jurnal Floratek. 6: 192-201.

Aslamiah, I.D., dan Sularno. 2017. Respon Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah Terhdap Penambahan Konsentrasi Pupuk Organik dan Pengurangan Dosis Pupuk Organik. Prosiding Seminar Nasional Fak. Pertanian UMJ: 115-126.

Husna, F.D. Tuheteru, M.S. Juniawan, Basrudin, A. Arif, Albasri, I. Safitri, S. Karepesina dan W.R. Nurdin. 2022. Response of growth and drought tolerance of Pterocarpus indicus Willd. seedlings to arbuscular mycorrhizal fungi. Journal of Tropical Mycorrhiza. Vol. 1 (1) : 1-8.

Tuheteru, F.D., Husna, A. Arif, Basrudin, Albasri, Y. Renggaala, W.R. Nurdin, M.H. Hadijah dan I. Safitri. 2022. Response of growth and salinity tolerance of Nauclea orientalis L. seedlings to arbuscular mycorrhizal fungi. Journal of Tropical Mycorrhiza. Vol. 1 (1) : 1-8.

Husna, Tuheteru FD,Asrianti A. 2017b. Growth Response and Dependency of Endangered Nedum Tree Spesies (Pericopsis mooniana) Affected by Indegenous Arbuscular Mycorrhizal Fungi Inoculation. Nusantara Bioscience 9 (1) :57-61.

Husna. 2015. Budidaya dan Konservasi Kayu Kuku. IPB Press. Bogor. Husna. 2015. Potensi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Lokal dalam Konservasi Exsitu Jenis Terancam Punah Kayu Kuku [Pericopsis mooniana (Thw) Thw] [Disertasi]. Institut Pertanian Bogor.Bogor.

Smith S.E., dan Read. D.J. 2008. Mycorrhizal Symbiosis Third ed. Academic Press. New York.

Internasional Union for Convervation of Nature and Natural Resources. 2014. IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.2.3. Available at http://www.iucnredlist.org.Accesed:02/Juli/2014.

Buharman, D.F. Djam’an, Widyani, N dan S. Sudrajat.2011. Atlas Benih Tanaman Hutan Indonesia Jilid II. Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan. Bogor – Indonesia.

Tuheteru, F.D., Husna dan L.O. Alimudin. 2011. Respon Pertumbuhan dan Tingkat Ketergantungan Albizia saponaria (Lour.) Miq Terhadap Fungi Arbuskula Mikoriza Lokal Sulawesi Tenggara. BIOTA Jurnal Ilmuah Ilmu-Ilmu Hayati. Vol. 16 (2) : 252-261.

Tuheteru, F.D., Husna, A. Arif, & Albasri (Editor). (2021). Perbaikan Kualitas Bibit Kayu Kuku [Pericopsis Mooniana (Thw.) Thw] dengan Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (Fma) Lokal Sulawesi Tenggara. Prosiding Seminar Nasional Mikoriza: Mikoriza untuk Pembangunan Pertanian dan Kehutanan Berkelanjutan, Kendari 10 Agustus 2018. UHO EduPress

Sutoyo dan Hulopi, F. 2009. Pengaruh Pupuk Organik Supernasa pada Berbagai Dosis dan Frekuensi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat. Buana Sains, Vol. 9 (2): 153-158.

Prayudyaningsih, R. dan Ramdani, S. 2016. Aplikasi fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan kompos untuk meningkatkan semai jati (Tectona grandis Linn.f.) pada media tanah bekas tambang kapur. Jurnal enelitian Kehutanan Wallacea. 5(1): 37–46.

Prayudyaningsih, R. 2014. Pertumbuhan semai Alstonia scholaris, Acacia auriculiformis dan Muntingia calabura yang diinokulasi fungi mikoriza arbuskula pada media tanah bekas tambang kapur. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea. 3(1): 13–23.

Downloads

Published

2023-10-24

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.